Gempa bumi di Bali


Guncangan gempa yang terjadi tiba-tiba di Bali cukup mengagetkan banyak pihak salah satunya adalah saya. Gempa yang terjadi pada 13 Oktober 2011 tersebut memiliki kekuatan 6,8 SR dengan intensitas 4 MMI. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.16 WIB dengan pusat gempa di 143 kilometer barat daya Nusa Dua pada kedalaman 10 km. Setidaknya tujuh gempa susulan terjadi setelah gempa di pagi hari itu. Salah satunya adalah gempa berkekuatan 5,6 skala Richter pada pukul 14.52 Wita. Pusat gempa susulan ini terjadi di 131 km barat daya Nusa Dua dan juga pada kedalaman 10 km (sains.kompas).  Berdasarkan data lain yang saya peroleh dari situs seismic monitoring IRIS, bali mengalami 2 kali Gempa bumi diatas mahnitud 4 yaitu 5.1 dan 6.2 dengan data lokasi kejadian gempa terlampir pada gambar dibawah ini.

Setelah kejadian gempa tersebut ada beberapa isu-isu yang menggegerkan warga Bali yang dikirim melalui sms salah satunya adalah akan adanya gempa susulan yang berkekuatan lebih besar dan adanya tsunami menyusul kejadian gempa. Selain itu yang lebih miris lagi beredar beberapa komentar-komentar miring dari pengguna jejaring social yang menyatakan bahwa gempa di Bali disebabkan oleh banyaknya kemaksiatan di Bali dan dianggap sebagai pulau yang warga penyembah berhala dan sebagainya. Agak tidak logis memang komentar-komentar dan isu-isu yang terjadi. Berawal dari keingintahuan saya untuk menepis isu negative dan mengimbangi komentar miring dengan sesuatu yang lebih meng-edukasi atau mendidik, akhirnya saya membuat tulisan ini yang saya rangkum dari beberapa sumber : sains kompas, tsunami evacuation plan for Sanur yang bekerja sama dengan GTZ IS – GITEWS, website IRIS.edu (seismic monitoring) , dan paper The Regional Workshop on Best Practices in Disaster Mitigation oleh (SEISMIC HAZARD ASSESSMENT IN DENPASAR – BALI, I Wayan Sengara, Engkon K.Kertapati, and I Gede Mahardika Susila, Institute of Technology, Bandung (ITB), Indonesia)

 Kejadian Gempa Bumi di Bali

Indonesia adalah salah satu Negara kepulauan di dunia yang dilewati dan berada di antara 4 lempeng utama yang memiliki aktivitas seismic yang relative besar. Posisi itulah yang menyebabkan sebagian besar kawasan di Indonesia memiliki resiko kejadian gempa bumi yang relative besar tidak terkecuali Bali. Peta gempa bumi regional menunjukkan bahwa Bali Utara atau disebelah barat dan timur dari Nusa tenggara timur memiliki satu zona seismic yang merupakan sumber terjadinya gempa bumi yaitu Flores Back Arc Thrusting. Dalam catatan sejarah gempa, patahan dikawasan ini pernah menghasilkan beberapa kali gempa bumi besar antara lain pada tahun 1976 yang terjadi di Seririt, Bali dan pada tahun 1992 terjadi di Flores. Kejadian gempa bumi lain juga terjadi yang disebabkan oleh subduksi interplate dan intraplate yaitu terjadi pada 1862 di Buleleng, Bali dan 1890 di Negara, Bali yang memiliki nilai MMI (Modified Mercally Intensity = skala kerusakan akibat gempa bumi) VII. Nilai percepatan gempa yang tinggi di Bali disebabkan oleh 2 zona yaitu Flores Backarc Thrusting dan subduksi Inter-intra plate . Zona thrust disebabkan oleh 2 segmens : zona Flores thrust yang berada di bagian barat dan Wetar thrust yang berada dibagian Timur. Kedua area tersebut berlawanan dengan zona subdustion yang terletak di samudera Hindia- lempengan Australia pada Parit Jawa dan Palung Timor. Efek Gempa bumi yang terjadi di Bali yaitu antara lain : ground shaking, liquefaction, kelongsoran tanah dan tsunami.

Sumber gempa besar yang ada di Indonesia adalah Sunda Arc yang memiliki panjang sekitar 5600 km yang terletak antara barat daya pulau Andaman dan bagian timur Banda Arc. Pulau ini terbentuk akibat adanya pertemuan antar lempeng dan adanya subduksi dari plat Indo Australia yang berada dibawah kawasan Asia Tenggara. Sambungan dari lempeng tersebut bertemu di kawasan antara asia tenggara dan lempeng Indo-Australia diyakini berlokasi di wilayah utara selatan dan rata-rata pergerakan lempeng tersebut adalah 7.7 cm/tahun. Berdasarkan arah gerakan lempeng dan bukti-bukti geologi yang ada, gerakan tersebut terlihat normal pada arc/busur yang berlokasi di Jawa-Bali dan cenderung kearah Sumatera.

                                        Intra Plate                                                                Interplate

Java Trench di segmen Jawa dan Bali

Beberapa Patahan yang ada di bagian utara Bali dan jawa

Zona sunduksi yang berada di wilayah selatan Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Segmen Jawa yang merupakan sambungan dari busur sumatera dan berlanjut dari selat sunda bagian barat hingga Basin (kawasan cekungan) di Bali dan merupakan jenis kerak samudera tua (150 mY) adalah merupakan pertemuan pada arah yang normal menuju busur dengan nilai pergerakan rata-rata 6 cm per tahun pada Trench jawa tengah dan 4.9 cm pertahun di Trench jawa Timur ( Soetardjo,1987).  Kawasan wilayah nusa tenggara barat terletak di zona transisi antara area Banda dan Sunda. Perubahan zona tersebut ditandai dengan beberapa nilai gravitasi yang aneh/beranomali, pola seismic yang berbeda dengan yang lain, perbedaan geokimia yang terlihat pada kadar batuan vulkanis dan permedaan geomorphology kelautan. (Katili dan Hartono,1983). Perubahan zona tersebut menyebabkan perubahan karakter pada pertemuan lempeng Australia dari lapisan lithospheres oceanic bagian barat sampai kerak continental bagian timur.

Flores Back Arc Crust Thrust Fault.

Zona thrust ini terbentuk dari 2 segmen : Zona Flores thrust di bagian barat dan zona Wetar thrust di bagian Timur. Kedua area tersebut berlawanan dengan unsur dari subduksi dari samudera Hindia – pelat Australia pada Jawa Trench dan palung timur. Kejadian gempa yang terjadi baru-baru ini yang disebabkan oleh zona sumber seismic ini adalah Gempa di Seririt pada tahun 1976. Tidak ada satupun gempa bumi yang disebabkan oleh zona ini memliki kedalaman sumber gempa lebih dari 25 km (McCaffrey dan Nabelek, 1987).

Bali basin menempati zona transisi dari busur Sunda. Busur banda yang berada persis di kawasan selatan dari Jawa timur dan bagian barat dari balin Flores ( Prasetyo dan Sarmili, 1994).Bali Basin adalah merupakan basin dari sedimentasi di laut dalam yang memiliki ukuran 100 km x 200 km, menyempit di wilayah timur dan memiliki kedalaman maksimum kurang lebih 1500 meter (kusnida,et al 2000).

Sejarah kejadian gempa

Kejadian gempa yang belakangan ini terjadi di bali sebelum gempa pada 13 Oktober 2011 ini adalah gempa di Karangasem yaitu 17 desember 1979 yang menyebabkan terjadi beberapa kerusakan. Selain itu dilaporkan 25 orang meninggal dan lebih dari 400 orang mengalami luka berat. Beberapa kerusakan yaitu retak struktur terjadi dibeberapa ruas jalan dan beberapa kawasan lain. Catatan gempa lain di bali yaitu pada tanggal 29 Maret 1862 yaitu di Buleleng dengan nilai MMI VII. Kejadian gempa ini disebabkan oleh zona interpolate subduction. Selain itu, kejadian gempa 17 July 1976 di seririt menyebabkan kurang lebih 75% bangunan dan rumah di Tabanan dan Jembrana mengalami kerusakan, memakan 559 korban jiwa, 850 orang mengalami luka parah dan sekitar kurang lebih 3200 orang mengalami luka ringan. Kejadian gempa ini dilaporkan memiliki nilai MMI VIII.

Selain itu, menurut catatan sejarah, terdapat beberapa gempa mayor lainnya (NewComb dan McCann, 1987). Kejadian yang tercatan adalah tahun 1840,1867 dan 1875. Selain itu juga tercatan tahun 1903. Laporan sejarah mengindikasikan bahwa kejadian gempa di Java segment selama 300 tahun terakhir menunjukkan kekuatan gempa intraplate yang tidak lebih besar dibandingkan dengan kejadian gempa di Sumareta yaitu pada tahun 1833 dan 1861. Kejadian gempa lain dibali yaitu 21 January 1917 yang menyebabkan kelongsoran dan penurunan tanah dibeberapa titik di bali. Banyak rumah tinggal dilaporkan mengalami kerusakan dan memakan kurang lebih 1500 jiwa. Slaka MMI kala itu adalah IX. Data NOAA mengungkap bahwa ada beberapa gempa Bali yang mengakibatkan tsunami. Gempa 22 November 1815 mengakibatkan tsunami dan menewaskan 1.200 orang. Gempa 13 Mei 1857 juga mengakibatkan gejolak ombak setinggi 3,4 meter dan gempa 20 Januari 1917 mengakibatkan tsunami setinggi 2 meter.

Jadi,berdasarkan catatan sejarah gempa dan bukti geologis yang ada, Bali memang merupakan area rawan gempa yang bisa berasal dari patahan-patahan di bagian utara Bali maupun sambungan dari lempeng yang memanjang  disebelah selatan dari Sumatera, jawa, bali . Bukan hanya bali tetapi hampir semua wilayah Indonesia juga rawan terhadap gempa. Jadi Gempa bukan merupakan akibat kemaksiatan ataupun akibat penyembah berhala. Gempa juga tidak mesti disusul oleh Tsunami, tergantung besarnya skala SR dan sumber gempanya. Oh yaa… Perlu juga diketahui bahwa Bali sudah memiliki sistem evakuasi bencana Tsunami dan sudah pernah diadakan suatu evaluasi dan pembelajaran serta pemasangan beberapa sinyal jalur evakuasi akibat Tsunami dibeberapa titik di pinggir pantai dan pemasangatnearly warning sistem di beberapa titik di laut. Saya pernah melihat beberapa tanda arah evakuasi tsunami di pantai nusa dua Bali, namun sayangnya diawal saya melihat tanda itu saya tidak paham arti tanda itu. Mungkin kurang dilakukan sosialisasi tentang tanda evakuasi itu atau memang saya yang kuper ya??? heheheh….

^^ sekian^^

About these ads

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on October 14, 2011, in pengetahuan. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Di Lombok juga terasa mba, tapi gak terlalu besar.
    Semua baik-baik saja kan?

    • di Surabaya(domisili saya) katanya sih juga kerasa… tp kok sy nda ngerasa sm sekali yaa..hehehe… sejauh ini msh baik2 saja dan jangan sampai ada natural disaster lg deh di indonesia.. keinginan yg agak susah ya,krn indonesia ladangnya natural disaster… :(

  2. Aku tinggal di seririt desa patemon
    Smoga di seririt gk ada gempa langka kyak dlu lgi :(

    • semoga saja tdk terjadi pergeseran patahan lempeng bumi yg dekat dng kawasan seririt… ;) kalaupun terjadi, semoga sudah bisa mengantisipasi pengaruh2 gempa yang bisa tjd… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: