Metode perbaikan tanah lunak dengan sistem Geotextile Encased Stone column


Pada dekade terakhir ini, berbagai macam metode perbaikan tanah terus berkembang khususnya pada tanah lunak : PVD (Hird,dkk,1992; Indraratna dan Balasubramanian,1994; Bergado dkk,2002; Chu dkk,2004), Stone column (Barksdale dan Bachus,1983; Murugesang dan Rajagopal,2006; Wu dan Hong,2008) , Vibrocompaction (Baumann dan Bauer,1974), Vacum pre-loading (Yan dan Chen,1986; Chu dkk,2000 ) dan deep soil mixing (Suzuki, 1982; Bruce 1996).

Stone column dapat meningkatkan bearing capacity pada tanah dan mengurangi waktu terjadinya konsolidasi,serta pemampatan total pada tanah lunak dibawah timbunan (mitchell dan Huber,1985 ; Greenwood,1991 ; watts,2000). Stone column berfungsi sebagai drain yang juga dapat meminimalisir terjadinya konsolidasi. Jika suatu beban dikenakan pada suatu tanah dengan perkuatan stone column maka beban akan sepenuhnya diterima oleh stone column sebagai bagian terkaku jika dibandingkan dengan tanah lunak disekitarnya sehingga pemampatan yang terjadi dapat diantisipasi.

Namun permasalahan lain juga dapat terjadi dari pemasangan stone column yang disebabkan tanah lunak disekitarnya dan meningkatkan excess pore water pressure pada tanah. Permasalan tersebut yaitu keruntuhan Bulging yang dapat terjadi jika tanah disekitar stone column tidak dapat menahan stone column tersebut. sehingga keefektifitasan suatu stone column tergantung pada metode pemasangan dan tipe tanah yang akan diperbaiki. Hasil study Mckenna dll (1975) menghasilkan bahwa stone column tidak dapat bekerja efektif pada lempung yang sangat lunak. Hal tersebut dapat menyebabkan keruntuhan Bulging yang sangat besar dan menyebabkan tanah lunak disekitarnya memenuhi rongga agregate pada stone column (Garga dan Madeiros,1995).

Hasil penelitian tentang pemampatan yang dilakukan pada trial embankment yang dibangun diatas tanah lempung sensitif yang sangat lunak dengan diberikan perkuatan stone column mengindikasikan bahwa stone column tidak efektif untuk mengurangi settlement. Hal tersebut disebabkan tegangan dan kekakuan pada stone column sangat bergantung pada tegangan efektif yang diberikan oleh tanah disekitarnya (Huges dkk,1975). Berdasarkan hasil study yang dilakukan oleh Black (2006) pada tanah yang lunak, gaya penahan horisontalnya sangat lemah sehingga tidak mampu memberikan tegangan horisontal untuk menahan stone column.

<<GESC pdf>>

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on March 13, 2011, in kuliah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: