Dubai… dan TKW didalamnya…. Itulah Indonesiaa??!


Donderdag, 7 Oktober 2010

waktu menunjukkan 5.50 pagi di beberapa Jam besar yang aku lewati di Bandara, tapi berbeda dengan waktu yang ditunjukkan pada Jam tanganku. jam tanganku masih menunjukkan waktu Belgie dilayar kiri dan waktu Indonesia bagian barat di layarkanannya. untuk ke dua kalinya, aku menginjakkan kakiku di Bandara internasional Dubai. Bandara nomer sekian terbesar dan terindah di Dunia. walau bukan yang pertama kalinya aku menginjakkan kakiku disana, namun rasa kagumku dengan bandara itu belum habis juga. sama halnya ketika aku menginjakan kaki ke Bandara Dusseldorf Jerman.. TAKJUB… hanya kata itulah yang bisa aku katakan. jika aku bandingkan dengan Bandara Internasional di Indonesia.. wuihhhh masih kalah jauh… jauh sekali…aku tidak mencium bau pesing ataupun sampah2 berserakan disana ataupun orang bergeletakan menunggu pesawat…semuanya tertata indah, rapi dan megah..yahh mungkin, karena Dubai sedang berbenah diri untuk menyongsong tahun 2016 yang konon kabarnya akan kehabisan minyak mentah sehingga mrk mempercantik diri untuk menjadikan Dubai sebagai tujuan presir/wisata internasional..membangun burj Dubai, Mega structur palm island and the world yang full of reclamation  yang super indah dan rencana2 lux lainnya yang menjadikan Dubai sebagai tujuan wisata dunia yang megah nan cantik…

tapi, bukannya Bali juga menjadi icon wisata internasional di Indonesia? knp bandaranya, maaf kalau harus mengatakan, jelek…?? dari beberapa bandara yg pernah aku kunjungi di Indonesia, hanya 1 yang membuat aku takjub, yaitu Bandara di B*l*k*ap**,Kalimantan. bukan karena kemegahannya, bukan karena keindahannya. tapi, karena suasana disana seperti di Terminal bungurasih Surabaya. Toiletnya pun pesing dan sudah tidak berbentuk toilet. itulah yang membuat aku takjub 2 tahun lalu ketika mengunjungi nya. kala itu aku ingin menghina Bandara itu  membandingkan dng Bandara Changi, Singapore yang pernah aku kunjungi beberapa minggu sebelum aku bertolak ke Kalimantan,tapi berdasarkan nasehat dr seorang profesor yang mengajakku kesana kuganti kata2 hinaan mejadi kata yang lebih halus yaitu : TAKJUB…beliau mengatakan “bandingkan luas Indonesia dng luas singapore, Belanda, jerman, belgia,prancis dan negara2 maju lainnya, bandingkan juga usia negara tersebut.. Indonesia luas sekali, dan merupakan negara muda yang butuh waktu untuk berkembang.. wajarlah kalau Indonesia masih BELUM bagus seperti negara lain.. semua butuh proses dan proses butuh waktu.. kamu jangan protes aja, justru kamu harus bisa memajukan indonesia nanti di jaman2mu jd pemimpin..” okeee sirrr, saya tidak protes dan menghina.. saya takjub deh..^^ (dan dengar2, Bandara ini sudah lebih tertata dibanding 2 tahun lalu…^^ ).tapi ingin juga rasanya aku melihat bandara2 internasional di Indonesia yang merupakan pintu gerbang negara memberikan kesan tersendiri seperti kesan2ku terhadap Bandara Dubai ataupun Bandara2 lain di Eropa… hmmmm… kapan itu akan terwujud?!! tapiii… bagaimana Indonesia bisa membangun fasilitas umum seindah Dubai dan negara2 di Eropa, kalau uang pembangunannya di “amankan” dikantong pribadi pihak2 tertentu dan digunakan untuk menambah nominal buku tabungan pribadi?? apakah aku harus bersyukur dng adanya banyak bencana di Indonesia, sehingga pihak2 tertentu yang sudah biasa “mengamankan” uang negara harus merelakan uangnya tersebut untuk menbantu korban bencara serta biaya infrastruktur dan pemulihan pasca bencana? tapi, apa mereka punya cukup hati untuk “menyisihkan” uang yang mereka “amankan” untuk korban bencana? jangan2, mereka justru “study banding” ke luar negeri dengan mengatasnamakan study pengendalian bencana seperti yang dilakukan seseorang pimpinan daerah yg sedang terkena bencana? atauu, jangan2 mereka para “pengaman” uang rakyat rela dipenjara.. toh, disana mereka masih bisa “bersedekah” kepada pimpinan lapas beserta anak buahnya serta mengajak berlibur dengan dalih.. semuanya Hepi, si “pengaman uang rakyat” hepi krn bisa menghirup udara bebas dan si penjaga lapas hepi krn plesiran gratis.. semuanya hepi tohh..^^.. (tapi, apakah rakyat hepi? i don’t know exactly..:p )

5 jam serasa cepaaat sekali aku lalui di bandara Dubai untuk kembali terbang ke Jakarta.. bagaiman tidak, semua nya tersedia, kamarmandi, kursi tidur yang nyaman, pemandangan yang indah (karena banyak bule tampan sliweran..heheh..), shoping centre yang memukau… tapiiii… ada 1 pemandangan yang tidak asing bagiku.. di Gate.. (aku lupa nomer gatenya).. tujuan Cengkareng jakarta nampak segerombolan wanita dan ada sedikit kumpulan pria yang bisa aku bilang ordinary bahkan tooo ordinary atau lebih tepatnya aku menyebutnya Ndeso yang bergeletak di lantai bergerombol daaaannn..berbahasa jawa desaa.. ada juga yang berbahasa jawabarat desaaa juga. hmmm.. aku berhasil mengidentifikasi mereka sebagai TKW dan TKI yang pulang kampung.. satu hal yang membuat saya heran adalah : Penampilan mereka dan gaya mereka yang masih kampungan, kolot dan tidak bisa berbahasa serta berkomenikasi dengan baik menggunakan bahasa inggris ataupun arab walaupun sudah sekian lama bekerja di kawasan timur tengah ( perlu diketahui,  bandara Dubai juga menerima transit pesawat dari uni emirates atau dari kawasan timur tengah lain. sehingga biasanya TKW dan TKI transit di Dubai lalu kemudian bertolak ke jakarta. itulah sebabnya banyak TKW dan TKI kala itu di bandara Dubai).suasana didalam pesawatpun layaknya suasana di pasar ikan.berbeda dengan penerbangan sebelumnya, dimana teman sebangkuku adalah seorang doktor ahli kimia India lulusan amerika dan bekerja di Belanda sehingga enak diajak ngobrol tapi di penerbanganku kali ini hampir sebagian besar kursi penumpang disekitarku dipenuhi TKW yang nampak kampungan dan berwajah ingin muntah semua. yang menggelikan adalah, mereka tidak bisa berbahasa inggris sehingga sulit bagi pramugari untuk berkomunikasi dengan mereka. sehingga salah satu dari pramugari memintaku untuk membantu mereka jika mrk butuh sesuatu dan mentranslitkan ke pramugari tersebut. jangankan dengan pramugari, dengan akupun yang notebene orang indonesia asli mrk nampak enggan berbicara dan lebih memilih untuk ngobrol menggunakan bahasa daerah dengan teman wanita sesama TKW disebelahnya. pembicaraan mrk tak jauh2 tentang gaji dan perlakukan majikan kepada mereka serta permasalahan2 yang mereka hadapi. yang agak riuh ketika pesawat lepas landas, beberapa dari mereka ada yang muntah2 dan ada satu diantara mereka yang memilih duduk dibawah kursi karena merasa perutnya geli. fyuhhhhh… heran juga melihat tingkah mereka yang konyol-konyol. mereka sering sekali berpindah2 tempat dengan wanita lain sesama TKW dengan alasan takut.

kejadian tersebut terngiang kembali di kepalaku karena akhir2 ini wacana yang banyak ada di media indonesia adalah tak jauh seputar penyiksaan TKW di negara timur tengah lebih tepatnya arab. ya, seorang TKW yang bekerja di Arab disiksa hingga dipotong bibirnya oleh majikannya. sungguh keji dan kejadian ini terjadi tidak hanya 1 kali. namun berulang2, berkali2 dan nampak tidak ada penyelesaian yang memuaskan untuk ini. masih ada kurang lebih 1 juta TKW-TKI yang bekerja di Arab. apakah nasib mereka akan sama, tersiksa lagi? apakah pemerintah indonesia masih akan mengirim TKW/I nya ke Arab sebagai “pahlawan Devisa”? apakah Pemerintah masih ingin menginjak2 nama baik negara sebagai negara dengan penduduk yang berjiwa Babu yang mengirim ratusribuan Babu ke negara lain hanya untuk menambah devisa negara? apakah tidak ada potensi lain yang bisa digali untuk menghasilkan devisa dengan cara yang lebih terhormat?

siapa yang bisa disalahkan untuk masalah ini? aku tau, pemerintah Indonesia sedang butuh uang untuk memajukan negara. aku tau, potensi uang indonesia terbesar adalah di bidang pengiriman Tenaga kerja selain di bidang prostitusi. aku tau bahwa penduduk di daerah berhawa panas lebih temperamen dibandingkan dng negara lainnya. aku pun tau, bahwa peluang kerja di indonesia sudah semakin kosong sehingga mereka memilih untuk bekerja sebagai Babu di negeri orang krn keterpaksan. dan, akhirnya, setelah kejadian yang aku temui d Dubai kala itu, aku juga tau bahwa orang2 yang dikirim sebagai tenaga kerja di LN bukan orang2 yang layak untuk dikirim. mereka tidak bisa bahasa inggris sebagai bahasa internasional, mereka hanya minim berbahasa arab sebagai alat komunikasi. lalu bagaimana akan tercipta komunikasi baik antara Tenaga kerja dan majikan?Tenaga kerja dengan penduduk setempat jika nantinya terjadi penyiksaan dari majikan sehingga mrk butuh pertolongan? Tenaga kerja dengan pemerintah jika mereka ingin melaporkan sesuatu terhadap tindak kekerasan yang mungkin mrk alami? mereka tidak punya mental yang bagus, untuk berani membela diri jika terjadi penyimpangan2 yang dilakukan oleh majikan. mereka masih kolot dan belum siap dengan perbedaan2 budaya, bahasa,suhu udara,teknologi yang ada di negara lain. mereka tidak punya skill tertentu karena tidak adanya pelatihan dan pengarahan yang pasti sebelum mereka berangkat. ditambah lagi, penduduk berhawa panas lebih temperamen dibandingkan dengan negara lain. sehingga emosi dng mudah tersulut dikala komunikasi tidak berjalan lancar. tindak kekerasan mudah terjadi jika pekerja tidak ada mental untuk berontak. belum lagi permasalahan2 lain, misalnya belum adanya ketetapan hukum tentang peraturan ketenagakerjaan antara indonesia dan negara penerima tenaga kerja ataupun masalah tenaga kerja ilegal. banyak sekali permasalahn yang dihadapi, banyak pula bencana alam yang terjadi, korupsipun belum bisa ditangani dengan baik. yang kaya akan semakin kaya, yang miskin akan semakin miskin dan tertindas. itulah negaraku, Indonesia yang pernah kutinggalkan hampir setahun… negara yang besar tersebar dari sabang smp marauke dan tergolong muda yang masih membutuhkan proses dan waktu untuk mencapai kondisi yang lebih baik serta membutuhkan pribadi2 bangsa yang tidak lari dari tanggung jawab untuk memajukannya negaranya.. ^^ bagaimanapun kondisinya saat ini.. inilah negaraku. semoga akan menjadi baik di masa mendatang.

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on March 21, 2011, in experince. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: