Markas besar….


postingan ini saya buat untuk sekedar refreshing dari hingarbingar perThesisan yang sedikit banyak menyita waktu saya selama beberapa bulan terakhir ini. pagi ini saya duduk (masih sendiri karena masih pagi..) di ruang baca program Doctoral di kampus saya. Dengan semangat untuk menyelesaikan Thesis saya dalam tempo sesingkat-singkatnya saya pun menjadikan ruang baca doctoral sebagai markas besar saya dari pagi sampai menjelang sore. dan Hari ini, saya menjadikan meja saya sebagai tempat picnic yang full oleh makanan,permen,susu kotak dan krupuk..:p.  walaupun saya tidak sedang mengambil program doctoral, tapi ruangan doctoral cukup nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan2 berbau Thesis. lalu lalang para calon doctor yang berwajah tidak jauh beda dengan wajah-wajah para calon master membuat saya agak sedikit rancu,mana yang S2 mana yang S3 mana yang S1 tapi itu bukan sesuatu yang penting untuk dibahas… hohoho..

oke, saya memulai dengan memperkenalkan satu persatu para penghuni langganan yang (mungkin) juga sama dengan saya,menjadikan ruangan itu sebagai markas besar. yang biasa duduk satu meja disebelah saya (walau sebenarnya kami boleh memilih meja berganti ganti setiap harinya, tapi entah mengapa kami memiliki corner langganan kami) adalah seorang calon Doctor yang memiliki bidang sama dengan saya dan promotor pembimbingnya pun juga orang yang sama dengan pembimbing Thesis saya. Beliau adalah Mr.Hutagamis seorang Dosen di perguruan Tinggi negeri di Kalimantan yang sedang sibuk berkutat dengan persiapan pengerjaan Disestasinya di Laboratorium. kalau tidak salah ingat, beliau mencoba untuk menStudy kondisi tanah lempung yang bersifat seperti pasir atau dengan bahasa bekennya behaviour like sand untuk disertasinya. kalau saya tidak ingat lagi, beliau membuat suatu alat yang katanya bisa menghabiskan sampai 50jt untuk meneliti sifat tanah tersebut. nah, didepan saya…saya lupa namanya, beliau pernah mengenalkan diri sebagai Mr. (saya lupa..).heheh.. yang saya ingat, beliau juga seorang Dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Sulawesi. saya tidak tahu pasti disertasi beliau, dan juga saya tidak tahu pasti bidang minat apa yang beliau ambil. kalau dari arah pembicaraan beliau dengan beberapa teman beliau sepertinya beliau mengambil bidang Hidrology ke arah struktur. entahlah pastinya… penghuni lainnya adalah juga sama seperti saya, para mahasiswa program master yang merasa “naik pangkat” dengan nebeng di ruang baca Doctoral..

saya pun teringat dengan ketika saya mengikuti kuliah singkat di Utrecht University, The Netherlands. sayapun memiliki tempat yang saya jadikan markas besar dari pagi hingga menjelang sore yaitu GIS room disamping markas besar kedua saya yaitu Box warnawarni tempat tinggal saya..:). Markas besar saya itu sama nyamannya dengan markas besar saya dikampus saya sekarang. yang membedakan adalah, disana tersedia double komputer setiap mejanya dan bebas mendownload berbagai Jurnal tanpa adanya keyword ataupun password tersendiri karena mereka berlangganan hampir semua jurnal dibelahan bumi serta bebas mengprint apa saja yang kita inginkan dengan kertas ukuran apa saja. sedangkan di kampus saya sekarang, saya harus membawa Labtop saya sendiri dan kalaupun ingin mendownload Jurnal langganan kampus, kami harus menggunakan komputer di dalam ruang komputer dan jurnal yang dapat didownloadpun terbatas karena memang universitas saya tidak berlangganan semua. hanya beberapa saja dan itupun saya sudah merasa sangat cukup karena mungkin bedanya persaingan prestasi antara mahasiswa LN dengan mahasiswa Indonesia. tapi, saya rasa apa yang ada dikampus saya sekarang sudah jauh lebih berkembang dari beberapa tahun lalu diawal-awal saya menjadi sesosok mahasiswa..:)

hmm.. saya teringat juga ketika saya mengambil kelas bahasa Belanda di Perbatasan Belgia,Belanda dan Jerman. di suatu institut bahasa yang tidak terkemuka dan sangat pinggiran st.Barbara Institute. ketika itu saya bersekolah dengan imigran yang kebanyakan berwarganegara Turki dan Maroko. kamipun, saya dan wanita2 turki,maroko, bosnia,China,Jerman,Italia memiliki markas besar yang menyatukan kami menjadi suatu keluarga. KANTIN… itulah markas besar kami. disana kami berbagi makanan, memcicipi dan memamerkan satu demi satu makanan khas negara kami masing-masing. kebodohan yang ada dalam kelompok tersebut adalah, kami belum memiliki bahasa persatuan diawal-awal sekolah. tidak satupun dari mereka yang mampu dengan lancar dan bahkan sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. alhasil komunikasi kami adalah bahasa Tarzan feminin. saya sebut begitu karena kami hanya sekumpulan wanita yang berusaha untuk menjelaskan cara memasak makanan khas negara kami dengan memaksimalisasi bahasa belanda kami yang masih sangat minim yang ujung-ujungnya menjadikan bahasa tubuh yang penuh goyangan dan gerakan aneh2 disambut dengan gelaktawa cekikikan ala wanita tanda tidak paham dengan penjelasan salah satu dari kami..

yahh begitulah saya… orang yang sangat tergantung&terbantu dengan adanya markas besar untuk belajar,memperoleh suatu pengalaman hingga bergaul.. sayapun ingin tau,seperti apakah markas besar saya nanti setelah saya menyelesaikan program S2 saya disini???!!

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on March 23, 2011, in ada disekitarku. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: