Trein,tram,metro,Bus yang pernah saya coba di Belgie


Belgie tidak bisa lepas dari moda transportasi massal ini, that is Trein or train in an english language..  selain moda transportasi bus,metro dan tram.

*****

pertama kali saya mencoba mencicipi keasikan menggunakan kereta api di Belgie sekaligus mencicipi pertama kali bus di negeri itu memang diawali dengan perasaan penuh liku..heheh..agak lebay sedikit. bagaimana tidak, saya bukan manusia pengguna kerata api abadi di negara asal saya dan saya pun bukan pengguna bus kota di negara saya. nah, dinegara ini saya dipaksa untuk sedikit dan bahkan dipaksa untuk sangat mencintai moda transportasi berekor panjang ini. dimulai dari keingintahuan saya terhadap kota Hasselt,salah satu kota di Belgie yang indah, saya pun dengan berat hari harus mencicipi transportasi ini. bagaimana tidak, lawong kendaraan satu2nya saya adalah seontel sepeda yang tidak mungkin saya setiri keluarkota– mungkin sih,kalau saya siap untuk menurunkan beberapa kilo bobot tubuh saya dalam sehai–. Dengan segenap energi yang saya peroleh dari sarapan cereal dan susu dan sangu sebutir pisang yang habis saya makan setengah perjalanan menuju Halte bus terdekat, saya pun berangkat menuju Hasselt dengan berbekal buku jadwal kusus bus De Lijn dan jadwal kereta api yang sudah saya catat dengan indahnya di notes kecil.

Hupppppp… akhirnya sampailah saya di Halte bus yang akan mengantar saya ke stasiun Kereta api terdekat. Bus di semua kota di belgie memiliki nomer tersendiri yang memiliki rute yang berbeda-beda. Untuk memperoleh informasi tentang jadwal bus dimasing-masing kota yang bernomer dan bertujuan berbeda, sebelum bepergian saya harus membuka website jadwal bus ataupun cukup dengan membawa buku petunjuk jadwal bus yang biasanya tersedia di Geemente huis (semacam gedung pemerintahan kota) atau di centrum maupun stasiun2 kota.

Bus De lijn yang biasa melintasi jalanan Belgie

bus biasanya datang setiap waktu yang bervariasi, semakin padat penduduk kota maka akan semakin cepat bus tersebut dengan tujuan dan nomer yang sama melintase halte tertentu. di Kota besar seperti Antwerpent,Brussel,Gent,Leuven maupun kota-kota pariwisata di Belgie, bus biasanya datang setiap 10 menit sekali. Namun,sebaliknya di kota kecil maupun dipinggiran kota yang tidak banyak penduduk maupun berpenduduk warga kaya raya yang lebih suka mengendarai mobil sport mereka, bus akan datang berkisar 1-2jam. Bus yang saya tumpangi kali ini adalah bus Nomer 63 yang melintas menuju Halte bus Rekem menuju Cultural centrum Lanaken, dari cultural centrum Lanaken,saya harus mengambil bus nomer 45 dengan tujuan Stasiun kereta api Genk. Genk Merupakan kota terdekat dari kota kecil tempat saya tinggal. saya (waktu itu) tinggal di perbatasan Belgie (lanaken)-Belanda (Maastrict)-Jerman (Aachen) yang merupakan kota kecil berbukit dan dipenuhi oleh hutan-hutan pinus nan cantik. Karena saya tinggal dikota kecil,bahkan super kecil yang tidak memiliki stasiun kereta api, mau tak mau untuk menuju kota saya harus menguras energi yg biasanya hanya saya dapat dari sarapan pagi semangkuk cereal with milk. untuk menuju Halte bus, saya harus berjalan keluar hutan selama kurang lebih 20-25 menit, dan bus yang melewati halte terdekat hanya datang 1 jam sekali dan mulai beroperasi pukul 8 pagi dikala weekend. Sehingga, supaya tidak ketinggalan bus mau tidak mau saya harus berjalan tergesa-gesa supaya tepat sampai diHalte bus sebelum bus tersebut lewat. Pernah suatu ketika, saya terlambat sampai ke halte 3 menit setelah bus tsb lewat. hal tersebut mengharuskan saya untuk berjalan kaki ke halte berikutnya yang jaraknya sekitar 2 km,kalau tidak saya harus menunggu bus berikutnya selama 1 jam. perjalanan ke Halte berikutnya saya lakukan kurang lebih 1 jam,dengan bergantung pada sisa energi dari sarapan pagi yang saya miliki. Di Halte berikutnya, saya harus menunggu bus lagi, nomer 45 untuk bertolak menuju Stasiun kereta Genk. Yang paling membosankan adalah,ketika saya harus menunggu lama sekali hingga bus itu datang, karena semua bus di daerah tersebut hanya melewati halte setiap satu jam sekali. dan yang paling menjengkelkan adalah jika saya ketinggalan bus lagi.

Huuuupppp…. saya pun akhirnya menginjakan kaki di Stasiun Genk yang sebelumnya belum pernah saya datangi. Bahkan,sayapun tidak tau seperti apakah wajah stasiun Genk dan bagaimana cara memperoleh tiket dan memilih kereta menuju Hasselt. Berbekal bertanya sana sini, akhirnya sayapun memilih untuk membeli Go pass di loket pembelian tiket. Go pass merupakan tiket trip dengan kereta api yang dapat dibeli dengan harga 50 e dan dapat digunakan 10x perjalanan jarak jauh maupun dekat. Sehingga jika dihitung,sekali perjalanan dengan KA di Belgia hanya membutuhkan 5e saja jauh-dekat. tapi, ini hanya berlalu untuk Jongeren (dalam bahasa belanda yang artinya anak muda) dibawah usia 26 tahun. Tapi,karena hasselt adalah kota yang hanya membutuhkan 17 menit dari Genk,sehingga sayapun memilih untuk membeli tiket menuju hasselt seharga 3.2 e. kebodohan saya kala itu adalah, sebenarnya bus nomer 45 yang saya tumpangi tadi bisa secara langsung menuju hasselt setelah stasiun Genk. heheheh.. memaklumi kebodohan saya kala itu yang masih amatiran menjelajah dengan kereta api Belgie..heheh.. Oh iya, tiket bus atau pembayaran bus dapat dilakukan langsung di sopir bus tapi konsekuensinya akan lebih mahal. sehingga biasanya, student atau murid2 dibelgie memiliki kartu bus khusus yang ditunjukkan kepada sopir sehingga free charge atau bisa membeli tiket langganan bus selama sebulan dengan harga 21 e, atau beberapa bulan tergantung kebutuhan dengan harga-harga yang variatif. selain itu, jika kita bukan merupakan seorang pengguna bus sejati seperti saya, lebih memilih menggunakan semacam stripen card yang dapat dibeli seharga 8 e yang dapat digunakan 10x rute di swalayan-swalayan kota. Cara penggunaan stripen card ini adalah dengan memasukkan kartu ini kedalam suatu mesin didalam bus,dan kartu tersebut dapat ter Strip atau tertandai sendirinya oleh mesin tersebut.

Go pass yang merupakan tiket khusus untuk anak muda.

Berbicara tentang tiket Go pass, tiket ini adalah berupa tiket kosong yang dapat diisi sendiri stasiun asal dan stasiun tujuan serta tanggal dan hari kita menggunakannya. Pengisian harus dilakukan sebelum kita menginjakan kaki dikereta atau paling tidak sebelum petugas pengecek tiket melakukan patroli. jika petugas mendapati kita mengisi tiket go pass tersebut didalam kereta maka kita akan dikenai denda 50 euro.

Bapak petugas pengecek tiket kereta api.

Kereta api di Belgia Di kelola oleh B-rail yang berlambang B. kereta api belgia menurut saya sebagian besar sedikit lebih jelek dari pada kereta di Belanda tapi sangat jauh lebih murah dibandingkan dengan di belanda. ada banyak kondisi kereta api, ada yang sudah sangat tua yang biasanya beroperasi jarak dekat seperti Brussel zuid menuju kota2 kecil sekitarnya seperti Lokeren, Dendelmonde,gent st.pieter. ada juga kereta berumur menengah maupun baru untuk tipe single dekker maupun double dekker. double dekker adalah kereta api bertingkat yang merupakan kereta api model baru di kawasan Benelux (Belgie,Netherlands dan Luxemburg).

Kereta Tua

Kereta double dekker model baru

Kereta yang umum melintasi kota-kota di Belgie

sama halnya dengan stasiun di Indonesia, stasiun di belgie juga memiliki gate atau peron tempat berhenti kereta api tujuan tertentu. bedanya dengan di indonesia, lalu lintas perkereta apian disini sangat padat, karena sebagian penduduk lebih suka menggunakan kereta api untuk berpindah dari satu kota ke kota lain dibandingkan dengan dengan mobil pribadi. padat disini artinya bahwa kereta api akan datang dalam hitungan menit,tergantung kepadatan penduduk dikota tersebut. setiap stasiun umumnya memiliki lebih dari minimal 2 gate/jalur kereta api, semakin besar suatu kota maka akan semakin banyak gate pemberangkatan kereta api. seperti misalnya, Antwerpen,sebagai kota besar yang padat dimana imigran nomer 2 terbesar setelah brussel bertempat tinggal dikota ini yang merupakan kota Mode Belgie, memiliki stasiun yang besar dan megah dengan sekitar 22 gate dari lantai bawah tanah yang biasanya sebagai kereta internasional hingga lantai 2 stasiun tersebut.

Tampak dalam Antwerpent central station

Anwerpent central station tampak depan.

selain Antwerpent, Brussel juga memiliki stasiun yang besar tetapi bangunannya jauh lebih modern dari pada Antwerpent dan di Brussel sendiri memiliki 3-4 stasiun dengan 1 stasiun central seperti halnya di Antwerpent yang memiliki 2 stasiun kereta api. Brugge dan Gent juga memiliki stasiun kereta api yang besar tetapi memang tidak sebanyak dan semegah Anwerpent centraal station. Namun sejauh yang saya tahu, hampir semua stasiun di Belgie tertata dengan rapi dan megah, hanya sedikit statiun pinggir kota yang agak terkesan tidak rapi dan jorok dibandingkan dengan statiun besar.

Stasiun Brussel central

papan jadwal kereta api.

Untuk memperoleh informasi tentang jadwal keberangkatan kereta api, terdapat suatu papan pengumuman jadwal keberangkatan seperti halnya papan keberangkatan pesawat terbang di bandara-bandara di Indonesia. dari papan itu, kita bisa melihat kereta di lajur mana yang akan mengantar kita ke tempat tujuan dan jam berapa saja kereta tersebut akan berangkat. setelah menemukan lajur kereta yang akan kita pilih, maka kita harus mencari gate tersebut. adakalanya, jadwal kereta yang kita naiki tersebut akan berangkat berselang beberapa menit dari waktu pada saat kita melihat jadwal dipapan pengumuman. Maka, mau tidak mau kita harus berlari dalam hitungan sekian menit untuk berhasil sampai di kereta tersebut sebelum kereta berangkat. saya sering mengalami hak tersebut. yang paling melelahkan adalah jika gate kereta yang akan kita naiki berjarak sangat jauh dari papan pengumuman, otomatis kita harus lari sekuat tenaga agar tidak kehilangan kereta. Pemandangan seperti itu akan sering kita temui khususnya di kota-kota besar dijam-jam sibuk dimana orang-orang pasti harus mengejar waktu untuk sampai ditempat tujuan mereka dengan cepat.

Papan pengumuman jadwal keberangkatan di Gate 4a

Papan pengumuman keberangkatan semua kereta di suatu stasiun.

Selain kereta api dan bus, transportasi lain yang harus dicoba adalah tram dan metro. tram dan metro tidak selalu ada di semua kota dibelgia. hanya kota-kota tertentu yang memilikinya. misalnya Hasselt, kota yang menjadi kunjungan perdana saya di Belgie, merupakan salah satu kota yang tidak memiliki tram dan metro. Gent,Brussel,Antwerpent dan kota wisata pantai Knooke dan OOstende merupakan kota yang memiliki angkutan Tram. sedangkan, Metro sejauh yang saya tahu hanya dimiliki Brussel dan ANtwerpen. sejujurnya saya tidak seberapa tahu berbedaan fungsi dari tram dan metro, tetapi yang saya tahu hanyalah Tram adalah suatu transportasi masal lebih yang berjalan di relway yang beroperasi dipusat-pusat kota sejajar dengan jalan aspal. sedangkan metro adalah suatu moda transportasi dalam kota dibawah tanah.

Sekedar cerita, pertama kali saya mencoba moda transportasi Metro adalah ketika saya tersesat di pusat kota Antwerpent. saya tidak tahu pasti kenapa bisa tersesat, yang pasti ketika itu dimusim winter,saya dengan salah satu teman saya berjalan-jalan ditengah kota untuk melihat keramaian dimalan minggu. kamipun berjalan tanpa melihat arah,dengan patokan petunjuk jalan kami adalah gereja besar dan katedral. namun, karena terlalu banyak gereja katedral yang kami lewati sehingga kamipun kehilangan patokan awal hingga kami tersesat terlalu jauh. Karena terlalu lelah berjalan,oleh salah seorang bapak dan ibu tua yang baik hati kamipun di sarankan untuk menumpang metro untuk menuju ke central station Antwerpent,tempat dimana kami merasa familiar dengan jalan tersebut. akhirnya kami memasuki lorong bawah tanah untuk mencoba Metro. ada banyak lorong bercabang yang harus dipilih, untungnya petunjuk lorong cukup membantu kami dan orang-orang sekitar juga cukup baik memberi informasi kepada kami walau rata-rata mereka tidak bisa berbahasa Inggris. pengalaman saya mencoba Metro cukup berhasil kala itu,hingga akhirnya sayapun lumayan Fasih menggunakan metro di kawasan Brussel dikemudian harinya.

sedangkan tram pertama yang saya naiki adalah Tram di Antwerpen ketika saya mengunjungi teman saya yang terletak dua halte tram dari stasiun central. hal yang menyenangkan,mencoba sesuatu yang baru dan mencoba sistem yang belum pernah saya coba sebelumnya di negara saya.

Tram

Metro

thanks for Lidya,Fitria,Teh Linda,Teh Fani,Elia, Kevin and Tom yang sudah membuat saya banyak belajar tentang banyak hal selama saya di Belgia..🙂

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on March 28, 2011, in ada disekitarku, belgie, experince. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: