saya baru tahu, prosesi adat pernikahan yang penuh makna setelah menjadi kembar Mayang..


Beberapa hari lalu, saya bersama beberapa teman saya menjadi panitia dalam pernikahan sahabat saya dari TK. mungkin karena domisili saya yang masih sama dengan event pernikahan yang dilangsungkan,serta kebetulan saya berteman dekat dengan penganten putri sejak SD maka saya di”mintain tolong” untuk menjadi Kembar mayang beserta 3 orang teman lainnya. sebelumnya saya hanya tahu bahwa kembar mayang adalah prosesi tukar-tukaran sesuatu yang terbuat dari janur dan selebihnya saya tidak tahu makna sakralnya. Dan sekarang, segala rangkaian upacara adat jawa lainnya yang biasanya hanya angin lalu saja buat saya, kali ini membuat saya sedikit penasaran untuk mengetahui makna dan tujuan dari ribetnya upacara-upacara semacam itu. mungkin karena saya menghadiri pernikahan sahabat saya itu dari awal sampai akhir dan menyaksikan secara langsung keribetan adat yang mereka lakukan secara langsung. Dari perasaan penasaran tersebut, sayapun mencoba untuk browsing2 makna dari upacara adat yang telah saya saksikan itu. dan, ternyata memang betul bahwa semua rangkaian upacara adat hingga sekecil-kecilnya memiliki makna yang sangat berarti. Memang,nenek moyang kita yang berbudaya tinggi pastilah memiliki alasan tertentu dengan melakukan rentetan ribet adat istiadat. bukan suatu pemborosan dan bukan sesuatu yang sia-sia, hal itu dilakukan tak lain dan takbukan untuk menyeimbangkan kehidupan manusia-alam dan Penciptanya.

Temu Panggih.

Panggih= temu – adalah rangkaian upacara adat Jawa. Upacara ini seharusnya diadakan di rumah pengantin putri. Tapi, di era sekarang ini, sering diadakan di gedung pertemuan, dimana resepsi akan dilaksanakan, dengan alasan efisiensi waktu dan tempat. Begitulah yang dilakukan Sahabat saya ini, Temu Panggih dilaksanakan langsung di Tempat resepsi beberapa jam sebelum ramah-tamah.

Uba rampe( kelengkapan) yang dipakai dalam upacara ini antara lain:

  • pisang sanggan – sebagai tanda penghargaan kepada keluarga pengantin wanita
  • manuk-manukan [burung-burungan]
  • kembar mayang

Rombongan pengantin kakung maupun putri akan membawa manuk-manukan dan kembar mayang yang kemudian saling ditukarkan.

Prosesi berikutnya adalah

  • pisang sanggan diserahkan ke ibu penganten putri
  • tukar menukar manuk-manukan dan kembar mayang
  • balangan [lempar-lemparan] – kira-kira jarak 3 meteran, pengantin saling melempar beberapa lembar daun sirih yang diikat benang putih – konon, kata sahibul hikayat, kalau yang dilempar menghilang, berarti bukan manusia!
  • wiji dadi atau injak telor – pengantin kakung menginjak telor dengan kaki kanan dan pengantin putri mencuci kaki tersebut dengan air bunga – yang artinya ….. tanda bakti seorang isteri kepada suami, serta kesiapan seorang suami untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggung-jawab

Kemudian upacara ‘sinduran’ (sindur adalah semacam selendang berwarna merah, berpinggir putih berliku-liku). Sindur ini ‘dikrukubkan’ di pundak penganten oleh ibu pengantin putri, kemudian bapak ‘menyeret’ pengantin pelan-pelan menuju pelaminan, ibu pengantin putri ikut ‘mendorong’ dari belakang. [Seperti main kereta-keretaan  ] Katanya, artinya: bapak-ibu menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan dorongan dalam membina rumah tangga. Sindur yang berpinggir lekuk-lekuk putih ada artinya lho yaitu: jalan hidup itu tidak lurus tapi berliku-liku, kadang diatas kadang dibawah …. begitu lho.

Sampai di pelaminan, bapak pengantin putri duduk dan memangku kedua pengantin – namanya upacara timbangan – ibu bertanya pada bapak: ‘abot endi pak?’ [berat mana pak?] – bapak menjawab: ‘pada abote’ [beratnya sama] – yang artinya: kasih sayang terhadap anak dan mantu sama besarnya, tidak membeda-bedakan.

Upacara timbangan diikuti ‘tanem’ [menanam] – bapak pengantin putri mendudukkan pengantin ke pelaminan, menandakan bahwa, pernikahan mereka mendapat restu.

Upacara ‘kacar-kucur ‘ – pengantin kakung mengucurkan dari sebuah kantong yang berisi: kedelai, kacang, padi, jagung, beras kuning, bunga dan uang receh, ke sehelai kain di pangkuan pengantin. Yang artinya: suami memberi semua penghasilannya pada isteri, dan isteri menerima dengan sepenuh hati dan akan mengelolanya dengan sebaik-baiknya secara bertanggung jawab.

Selanjutnya upacara ‘dahar kembul’ atawa makan bersama. Pengantin makan sepiring berdua, dan saling menyuapi. Maknanya: akan selalu bersama dalam susah maupun senang.

Perlu diketahui bahwa, selama upacara panggih ini, orang tua pengantin kakung sama sekali tidak boleh menyaksikan. Nah, setelah semua rangkaian acara di atas selesai, barulah bapak-ibu pengantin putri menjemput besannya. Upacara ini namanya mertui. Mereka kemudian bersama-sama berjalan menuju tempat yang telah disediakan untuk menerima sungkem dari anak-anaknya.
Sungkeman pun ada caranya. Sebelum memulai sungkem, keris pengantin kakung harus dilepas dulu. Mengapa keris harus dilepas? Takut terjadi accident …… menghadap sesepuh/raja, harus menanggalkan senjata! Yang pertama-tama disungkemi adalah orang tua pengantin putri, setelah itu baru orangtua pengantin kakung.

Sudah selesai,rangkaian upacara selesai diikuti resepsi dan makan-makan.

Kembar mayang

Kembar Mayang adalah sepasang rangkaian hiasan dari beberapa dan, buah dan bunga. Kembanr Mayang dipercaya sebagai bagian dari sebuah ritual, sebuah sarana pada temu pengantin Jawa. Maknanya sebagai perlambang terbentuknya keluarga baru. Bunga mayangnya merupakan bunga pinang yang sedang mekar, berurai indah dan berbau wangi. Sebenarnya kembang ini meniru penyelenggaraan kemeriahan, kesakralan, keagungan dan keindahan acara perkawinan para bangsawan atau penobatan raja. Karena dianggap baik dan penh makna, maka budaya ini kemudian menjadi keharusan yang bersifat sakral.

Mengapa menjadi keharusan? Ini bermula dari legenda lakon Partakrama. Dewi Supraba bersedia dipersunting Dananjaya dengan syarat lengkap sebagai ‘bebana’. Sang Dewi minta ‘kembarmayang khayangan’ berupa ‘Klepu Jayadaru Dewadaru’. Klepu adalah kayu kalpataru. Pohon kalpataru dianggap sebagai pohon kehidupan yang berpengaruh baik terhadap lingkungan. Maka pohon ini sangat didambakan oleh Dewi Supraba. Untungnya ada para Pandawa yang sanggup meminjam kembarmayang ini dari khayangan.

Kembarmayang ditampilkan untuk berbagai tujuan. Misalnya

  • untuk acara temu pengantin
  • sebagai penangkal bahaya
  • penghormatan pelantikan pejabat
  • pengargaan kepada seseorang yang telah bertindak sebagai pahlawan. dsb

Kembar mayang yang dipakai untuk temu pengantin berperan sebagai

  1. pasren, yakni perhiasan yang ditarh di kiri kanan dekat kursi pengantin
  2. wewarah, yakni petunjuk, nasehat mengarungi hidup baru

Sesaji Kembar Mayang

Bahan-bahan untuk membuat kembar mayang adalah sbb:

  1. batang pisang perlambang tahan hidup, lurus, kuat, mudah menyesaikan diri walau iklim selalu berubah, dahannya selalu berair dingin menandakan tenteram.
  2. mayang, bunga pinang. perlambang indah dan semerbak wangi
  3. janur kuning, warna keemasan menandakan kemegahan, bahagia
  4. daun andong, ijau panjang menjuntai, penuh penghormatan
  5. daun girang, ceria gembira
  6. daun beringin, kokoh, mengayomi, memasyarakat, memberi keseukan
  7. cengkir gading, suci, penuh harapan dan teguh hati
  8. nanas, indah, nyaman, menawan, segar
  9. melati, putih bersih dan wangi, kasih suci hingga sanubari
  10. kembang kanthil, selalu ingin dekat, damai, aman dan bahagia
  11. padi dan kapas, kemakmran sandang pangan
  12. tebu wulung, teguh lurus, segar, manis.
  13. beberapa daun lain sebagai lambang keselamatan dan kemuliaan.

Syarat pembuatan dan kegunaan kembar mayang

Karena hiasan ini bersifat sakral, maka pembuatannya pun harus memenuhi aturan dan meletakkannya pada tempat terhormat. Adapun aturan dan guna kembar mayang sbb:
1. Awal Kembang mayang
– harus memakai bahan pilihan terbaik
– harus dikerjakan dalam waktu tak ada keperluan lain
– sekali membuat harus bisa jadi dan selesai, tidak boleh ditunda atau dilanjutkan jam atau hari lain.
– dikerjakan di ruang yang bersih dan terhormat
– pekerjaan ini diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa syukur.

2.Acara ngupadi.

Acara ini adalah cara untuk memperoleh bahan-haban kembar mayang. Secara adat, ada tiga pemeran pencari kembar mayang. Mereka adalah:
o orang tua pengantin, maknanya memberi bekal hidup
o wakil pangupadi yaitu ‘penjaga’ kembar mayang, maknanya sebagai nasehat bahwa sarana ini hanya ‘meminjam’ yang didapat dari perjuangan berat, maka pengantin harus menebusnya dengan selalu berjuang bagi kehidupan rumah tangganya.
o bidadari-bidadari pengawal kembar mayang, maknanya awal dari kemegahan ini jangan sampai hanya hari itu, tetapi keluarga baru ini harus selalu berjuang agar masa depan mempunyai kehidupan segemerlap ini.
3. Kembar mayang diletakkan tepat pada malam midodareni di depan kiri kanan kursi pengantin (patnen/krobongan/pelaminan), diiringi gending khusus Ilir-ilir.
4. Kembar mayang sebagai pendamping temu dalam upacara panggih. Ada beberapa cara:
o dibiarkan tetap di depan pelaminan
o dibawa masing-masing untuk pendamping pengantin puteri dan putera
o masing-masing kembar masing lalu dipertukarkan
o kembar mayang diangkat untuk mendampingi kedatangan pengantin pria.
5. Pengembalian kembar mayang kepada pemiliknya. Maksudnya, kembar mayang ini maknanya hanya merupakan pinjaman, maka harus dikembalikan kepada pemiliknya, yakni Pencipta Alam. Caranya:
o kembar mayang ditaruh di perempatan jalan
o dilabuh di sungai

Karena jaman sudah berubah, kala dibuang di perempatan akan mengotori kota, kalau dibuang di sungai menyebabkan banjir, maka jalan terbaik adalah dibuang ke laut. Jika kejauhan, taruh di hutan…. Ehhh, caranya ambil beberapa kembar mayang sebagai wakilnya dan sebarkan di perempatan ata dilabuh di sungai. Yang lain taruh dengan hati-hati di tempat yang aman dan tidak mengotori lingkungan..

Nah, Ternyata seperti itulah makna beberapa ritual adat yang dilakukan pada upacara pernikahan adat Jawa.

Link lebih lengkapnya 1, 2, 3

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on March 29, 2011, in experince. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. sama, aku juga telah mencari kesana kesini, Al Quran dan Hadist juga tidak ada.
    Dan barulah aku tau ternyata itu adalah adat umat Hindu.
    Dan apakah kamu akan mencampur adukkan antara yang haq dan yang bathil, sekiranya kamu mengetahui…

    • Sebenarnya ini bukan adat umat Hindu, ini adalah adat Jawa. Hindu di India tdk ada adat pernikahan seperti itu. Hindu Indonesia jaman dulu ada adat begini tetapi merupakan akulturasi budaya Jawa. Saya tdk paham istilah Haq dan Bathil.. Saya taunya bahwa setiap tempat memiliki adat dan budaya setempat yang berbeda, selama itu masih berada dijalan kebaikan dan tdk menimbulkan permusuhan dan perpecahan saya wajib menghormati dan mengikutinya selama masih sesuai dengan hati saya…🙂 Karena perbedaan yang ada tersebut adalah ciptaan Tuhan juga dan kita wajib menghargai dan membuatnya menjadi Indah… (#menurut saya looo ini…😀 )

  2. memang indah indonesia inih, sungguh banyak sekali budaya tradisi dan adat istiadat
    diri ku baru tau manfaat dan tujuan dari bunga kembar manyang tersebut .
    ternyata bnyak sekali hal” yang tanpa di kita sadari kalu itu peninggalan sesepuh kita
    terutama kebudayaan jawa

  3. lengkap banget…. cuma pas sy nikah ga pake adat jawa alasannya biar irit (#yaelah) hahaha…. yg penting sah! X)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: