Ekowisata Mangrove Surabaya


Berbeda dengan tulisan-tulisan cerita perjalanan saya sebelumnya,tulisan kali ini mungkin bisa dibilang fresh from the oven. Bukan cerita flash back tentang perjalanan-perjalanan saya beberapa tahun belakangan ini yang belum sempat saya ceritakan,dan kemudian saya bongkar-bongkar di tahun ini. Tetapi,kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan mini saya yang baru saya lakukan beberapa jam yang lalu, kurang dari 48 jam yang lalu.🙂

here the story begin…^^…

Hari ini untuk kali keduanya saya mengunjungi Ekowisata Mangrove di kawasan Surabaya Timur yaitu sekitar Wonorejo Rungkut. Tetapi yang berbeda dengan kunjungan saya sebelumnya adalah, kali ini saya melakukan perjalanan ke Ekowisatanya dimana sebelumnya saya hanya sebatas melihat lokasi wisata dan taman pancing tanpa menyeberang dengan perahu untuk melihat dari dekat wisata Mangroove di ujung kota Surabaya. Dan juga yang berbeda kali ini adalah, saya menuju lokasi tidak ditemani sepeda gunung merah saya tetapi kali ini saya ditemani oleh si Merah mobil tua saya..:p.

Surabaya gerimis kala itu, pukul 7 pagi, tetapi mendung yang tidak biasa terjadi dipagi hari dikota surabaya sudah menyambut kami ber-5, anggota tim geje..tim gak jelas yang akan piknik di taman Mangroove. ternyata diantara kami ber-5,hanya saya saja yang sebelumnya sudah pernah menyambangi lokasi perencaan piinik kami. yuppp…Saya akan menceritakan step by step as a paper of research in laboratory the way till the view surrounding me in that time…:D:D:D..

Jalan menuju lokasi.

saya suka memilih jalan melewati MERR karena lebih mbablas dan lancar.. Dari jalan semolo waru sebagai pintu masuk jalan MERR yang belum sepenuhnya tersambung dengan rencana akses jalan toll lingkar kota, saya jalan lurus hingga sampai ke traffic ligth pertama kemudian saya belok kiri menuju ke lokasi tujuan. Saya ambil gedung kampus STIKOM yang masih belum jadi sebagai patokan belok kiri…:). Nah, jalanan menuju lokasi memang cukup lengang dan agak tidak meyakinkan kalau disana terdapat suatu lokasi wisata sejenis ekowisata. Tapi, setelah saya melihat beberapa plang petunjuk arah yang menunjukkan lokasi ekowisa mangrove barulah saya meyakini kalau jalan yang saya pilih adalah benar. Jalanan agak sedikit gronjalan dan tidak tertata rapi pada saat mendekati lokasi wisata. Sebelumnya saya melewati beberapa gedung-gedung besar yang saya gunakan sebagai patokan yaitu IPH school dan Markas taksi Orenz. Jalanan semakin sempit dan dikelilingi oleh perkampungan-perkampungan penduduk hingga akhirnya saya menemukan sebuah plang dengan jalan masih berlapis tanah dan bergeronjal sebagai pintu masuk ekowisata ini. Jalanan menuju kawasan ekowisata saat ini masih berlapis tanah saja dan bergeronjal sehingga akan agak sedikit tidak nyaman untuk dilewati khususnya pada saat musim hujan tiba. Tetapi saya melihat beberapa patok-patok disekitar jalan tersebut sebagai batas dan juga sebagai bukti bahwa mungkin sebentar lagi akan dilakukan pelebaran dan perbaikan jalan akses menuju lokasi wisata tersebut. Dan memang benar, menurut salah seorang warga disana bahwa pemerintah kota sudah melakukan pengukuran dan pematokan jalan untuk pelebaran dan perbaikan jalan. Nahh.. jalan akses tersebut lumayan cukup panjang hingga menuju dermaga ekowisata dimana kita bisa menyewa perahu untuk menuju lokasi mangroove berada. Selain terdapat ekowisata mangroove disana juga terdapat lokasi kolam pancing yang cukup nyaman dilengkapi dengan pendopo bambu sebagai tempat nongkrong. karena masih alaminya lokasi tersebut, sering terdapat beberapa orang yang memiliki hobby fotografi menyalurkan hobbynya dengan mengambil gambar dilokasi tersebut. Selain itu,saya juga pernah melihat beberapa pasangan melakukan pre-wedding photo dilokasi tersebut.

Dermaga Ekowisata Mangroove.

Dermaga Ekowisata Mangroove

Dermaga ini merupakan akses utama menuju kawasan mangrove. Mungkin sebenarnya akan bisa melewati jalan darat tanpa menyeberang dengan perahu, tetapi harus melewati semak-semak pepohonan yang akan sedikit berbahaya bagi orang yang tidak berpengalaman untuk berjalan diarea seperti itu. Akhirnya saya dan teman-teman memilih untuk menyewa perahu untuk menyeberang selama kurang lebih 15 menit. Harga per perahu dengan kapasitas 10 orang tidak beratap dan tidak berkursi (jadi kami ber5 lesehan diperahu tersebut) adalah 200 ribu. Sebenarnya harga penyewaan perahu adalah kisaran 250-350 rb (katanya si pemilik perahu siiihh..:p ), tetapi berhubung sepi dan non-weekend jadinya harganya lebih murah..(katanya sihhh..:) ). Oh iya..sebenarnya kalau weekend kita bisa menyeberang menuju kawasan ekowisata tetapi tidak menggunakan privat boot melainkan membeli tiket dengan harga 25rb/orang. Kami memilih untuk berwisata dihari jumat karena lokasi wisata lebih sepi dan lebih privat sehingga kami dapat menikmati suasana disana.

Peta Lokasi ekowisata di dermaga

Perahu nelayan, semacam inilah perahu yang saya naiki..:)

Perahu yang biasa disewa kala weekend

Sebelum saya bercerita lebih lanjut tentang suasana di ekowisata, saya akan menceritakan situasi di dermaga. Di Dermaga,pemandangan tidak kalah cantik dengan lokasi di mangroove. Tempat kami menunggu perahu itu terbuat dari bambu dan berlantaikan anyaman bambu serta dilengkapi dengan tempat duduk untuk bersantai. Selain itu terdapat beberapa PKL (pedagang kaki lima) yang hanya buka dikala weekend saja, terdapat fasilitas toilet umum, dan gudang penyimpanan safety device untuk penyelamatan penyeberangan.oh iya,disana terdapat jogging track yang juga terbuat dari anyaman bambu tapi katanya cukup kuat kok untuk dijoggingi..:). Disana juga ada monyet-monyet (sekitar 4 ekor) yang dirantai sehingga tidak mengganggu pengunjung. Disini-sisi dermaga juga terdapat Mangroove kecil yang baru berumur sekitar 2-3 bulan yang sengaja ditanam dengan rapi disekitar dermaga untuk mempercantik kawasan wisata tersebut..lalu juga ada beberapa penduduk setempat yang memancing dan menangkap kepiting.

Beberapa Gambar Dermaga dan sekitarnya

Mangrove kecil disekitar Dermaga

Lantai dermaga yang terbuat dari anyaman bambu

Saya juga memperoleh sedikit informasi yang mungkin akan bermanfaat nantinya, yaitu mengenai kegiatan sosial penanaman mangrove. Disini juga tersedia fasilitas ditujukan untuk suatu organisasi ataupun sekumpulan massa yang mungkin ingin melakukan kegiatan sosial penanaman mangrove di lokasi ini. Dimana organisasi yang ingin berkegiatan disini harus menghubungi pihak terkait yaitu pimpinan swadaya masyarakat disana jika ingin berkegiatan. Mereka akan memberikan fasilitas berupa, bibit untuk ditanam dengan jumlah sesuai dengan permintaan lengkap dengan lokasi penanaman dan sebelumnya juga akan diberikan pengarahan tentang teknik dan cara penanaman dilokasi. Oh iya..menurut penuturan mas Arman (warga setempat yang bekerja di sana), bahwa kegiatan budidaya mangrove ini difasilitasi oleh lembaga swadaya masyarakat setempat dan dibantu oleh beberapa pihak terkait termasuk pemerintah kota yang kemudian mengembangkan wisata ini sebagai object wisata kota Surabaya.

yuppp.. perahu yang akan mengantar saya ke lokasi akhirnya tiba. Kala itu hujan rintik-rintik dan suasana pagi yang agak berkabut turut mengantar kami menuju tujuan. Walau berkabut dan agak remang-remang, tapi saya sangat menikmati 15 menit menyusuri sungai. Saya dan teman-teman dibawa melewati banyak pepohonan hijau yang masih alami dan beberapa dermaga bambu kecil menuju tambak warga disana. Kamipun diantar hingga sampai keujung sungai dan melewati lautan lepas. Yang tampak hanyalah air didepan kami waktu itu karena kami sudah berada dilautan lepas. Tapi, karena tujuan utama kami adalah kekawasan ekowisata mangrove, akhirnya perahu diputar dan kembali menuju dermaga tempat pemberhentian kami menuju taman mangrove.

Pemandangan sungai menuju taman mangrove

Gazebo yang terlihat dari lautan lepas

Dermaga taman mangrove terbuat bambu, berlantaikan anyaman bambu dan semua jalanan disana adalah terbuat dari anyaman bambu. Jadi, seolah-olah kami sedang berjalan diatas rakit panjang selebar kira-kira setengah meter dan dikelilingi oleh Mangrove. Suasananya sangat indah. Kami seperti memasuki goa dan hutan dimana pepohonannya sudah rindang dan asri. Tapi, agak disayangkan, pada beberapa kawasan sampah menjadi pemandangan yang tidak bisa dihindarkan. Kami sempat juga bertemu dengan warga sekitar penangkap kepiting untuk dijual seharga kira-kira 60rb perkilo. Setelah berjalan dan berfoto, akhirnya tibalah kami di Gazebo. Disana terdapat 3 gazebo. Gazebo adalah suatu tempat nongkrong, rapat ataupun sekedar kumpul dengan pemandangan hamparan laut didepannya dan hamparan hutang mangrove di sisi belakangnya.  2 Gazebo yang kami kunjungi pertama adalah Gazebo pertamina (saya lihat dari nama di spanduknya..) yang letaknya berdekatan dan berhubungan satu dengan yang lain, tetapi salah satu gazebo masih dalam proses pengerjaan. Sedangkan gazebo yang satu lagi yang dibuat oleh Polwiltabes Surabaya letaknya agak berjauhan dengan 2 gazebo pertama. Gazebo ini sepenuhnya terbuat dari bambu, dan beratapkan rumbai-rumbai jerami. Pemandangan alam yang indah ditambah suasana yang nyaman, tidak terik dan berangin semilir membuat kami betah berlama-lama nongkrong disana.

Dermaga di taman mangrove

 

 

 

 

 

Jalanan setapak di hutan mangrove menuju Gazebo

Gazebo Pertamina

Gazebo Polwiltabes Surabaya

Suasana di dalam Gazebo

Dari gazebo tersebut saya melihat beberapa tanaman mangrove kecil disisi depan gazebo yang menghadap langsung ke laut lepas. Karena kedalaman laut yang tidak memungkinkan untuk akar mangrove tumbuh di seabed,maka dilakukan metode penanaman yang berbeda dengan di sisi pantai. Penanaman dilakukan diatas bambu,dimana ujung bambunya ditancapkan ke dasar laut tersebut dan mangrove kecil ditanam diujung atas bambu. Saya baru tahu metode penanaman seperti ini dan menurut warga setempat metode ini akan berhasil untuk menghindari mangrove kecil tersebut mati akibat terlalu dalamnya airlaut.

Satu hal yang membuat kami betah berlama-lama digazebo adalah, gazebo itu hanya milik kami ber-5 (paling tidak sampai 10 orang termasuk tukang dan petugas). Tidak ada orang lain selain kami dan beberapa tukang yang bekerja membangun restoran disisi lain pulau itu, sehingga seakan-akan kami punya gazebo atau tempat peristirahatan pribadi ditengah laut..heheheh….

Metode penanaman Mangrove di atas bambu.

Disisi lain hutan mangrove ini, akan dibangun restoran dimana diharapkan akan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan di kawasan ini dan juga sebagai pemuas perut pengunjung. Pembangunan restoran yang berlokasi di tepi tambak sebelah kanan dermaga taman ini masih berlangsung hingga kini. Satu lagi… di taman ini juga terdapat pos pantau dimana disana terdapat petugas yang menjaga kawasan tersebut dari ancaman pengrusakan maupun menangkapan ikan dan kepiting besar-besaran. Tapi sayangnya, ketika saya kesana, tidak ada satupun petugas jaga yang tampak. Dipost tersebut hanya “dijaga” oelh seekor kucing putih.. hahaha… entahlah, mungkin karena kunjungan saya itu dilakukan pada saat bukan akhir pekan sehingga tidak tampak petugas disana atau mungkin ada alasan lain..^^

to be continue..hahah

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on April 9, 2011, in ada disekitarku, experince, saya yang berkegiatan. Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. sayangnya..baru-baru ini saya dengar bahwa kawasan ini sudah terdampak serangan ulat bulu…:(

  2. berarti kalo weekend ini lbh murah ya mb?

  3. btw… alamat pasty ny dmn mbak? aq ada di posisi waru.

  4. Ulasan yang lengkap dan menarik. Terima kasih mbak Tantri. Sabtu minggu lalu saya berkesempatan menikmati juga lewat jalur darat (tidak naik perahu) dengan sepeda.

    https://pvadi.wordpress.com/2012/09/03/bersepeda-di-eco-wisata-mangrove-wonorejo-surabaya/

    • Suatu saat saya ingin coba juga bersepeda di lokasi tsb.. sepertinya menyenangkan.. ^^. disana juga ada jogging track yang belakangan ini ramai dikunjungi dan dijadikan sekedar nongkrong atau untuk foto2 komunitas penggemar fotografi..🙂 Thanks info bersepeda di blognya pak…

  1. Pingback: ekowisata indonesia | Info Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: