Sekolah musim dingin di desa pinggiran


Sekolah musim dingin yang saya ikuti tahun lalu tidak terlalu membuat saya tertarik untuk mengupasnya lalu menulisnya menjadi sebuah cerita. Tapi, karena terdapat beberapa moment menyenangkan dan memperoleh banyak teman dari sekolah itu sayapun akhirnya menulis pengalaman saya disekolah musim dingin yang saya ikuti di Maasmechelen. Maasmechelen merupakan sebuah kota kecil di pinggiran Belgia yang sebagian penduduknya merupakan warga pendatang atau imigran baik imigran gelap maupun “terang”..:p Sekolah yang saya ikuti adalah sekolah bahasa Belanda yang memang harus saya ikuti karena program yg saya lakukan kala itu. Sekolah bahasa yang bernama st. Barbara Institute ini bukan merupakan institute kenamaan, bukan merupakan the best one dan juga merupakan sekolah termegah dikawasan ini. Tetapi,sekolah ini merupakan sekolah dimana siswanya sebagian besar merupakan warga pendatang yang mempelajari bahasa supaya bisa memperoleh ijin tinggal dan ijin bekerja di negara tsb. Siswa yang belajar disana bukan merupakan siswa pandai dan malah mengesankan bahwa mereka merupakan siswa (maaf) Bego…ย  Lain halnya dengan sekolah musim panas yang saya ikuti, sekolah musim dingin ini jauh berbeda dan jauh dari kebidangan yang saya miliki. Tapi demi sebuah pengalaman hidup, akhirnya sayapun harus membetahkan diri berkumpul dengan siswa2 yang agak susah saya ajak berkomunikasi. Rata-rata sebagian besar dari mereka tidak bisa berbahasa Inggris maupun berbahasa belanda. Padahal hanya bahasa itulah yang saya bisa pakai selain bahasa negara saya sendiri.

Nah.. Hari pertama masuk sekolah membuat saya cukup antusias menjalani hari. Ekspektasi saya kala itu adalah saya akan bersekolah di kalangan internasional dimana siswa-siswinya adalah para pendatang dari, China,Maroko,Turki,Bosnia dan Italia. Tetapi, ternyata international community but can’t speak English well… i was dissapointed with it..^^ Teman yang nyambung saya ajak berkomunikasi hanyalah si pria kriwil tampan dari Italia yang memang pernah lama tinggal dan bekerja di USA dan merupakan sarjana teknik Elektro dan seorang wanita muda asal Bosnia yang sebenarnya tidak perfectly berbicara Bahasa Inggris, tetapi dia cukup PD untuk berbicara. Si Kriwil Italia itu cukup cerdas&ramah untuk diajak berbicara tetapi sangat Ge-Er karena sering saya ajak ngobrol. Mengingat sifat dasar pria Italia adalah menyadari ketampanannya sekaligus menyombongi ketampanannya sebagai daya tarik wanita. Tetapi, ke Ge-erannya itu memang tidak berbuah manis.. saya tidak tertarik dengan pria Italia..hahahah… lagipula dia tinggal bersama dengan kekasihnya yang berkebangsaan Belanda di kota Maastrich. so, tidak ada alasan bagi saya untuk tertarik dengan si kriwil… ^^ lalu, si Wanita muslim Bosnia teman saya yang bisa bahasa Inggris satu lagi adalah seorang wanita yang sedang hamil muda dan terkadang sok pintar dengan kemampuannya. Tetapi, wanita Bosnia ini adalah teman terbaikku disekolah dan juga merupakan tetangga saya yang Flatnya hanya beberapa ruas jalan dengan rumah saya sehingga kami sering masak bersama dirumahnya. Teman saya yang lain adalah dari china. Sangat sulit sekali berkomunikasi dengannya. Satu-satunya bahasa yang dia kuasai adalah bahasa China selain bahasa tubuh. alhasil, komunikasi saya dengannya hanya berlangsung dengan bahasa tangan ataupun bahasa tubuh…๐Ÿ™‚ Selain teman-teman yang saya sebutkan diatas, teman sekelas saya adalah berkebangsaan Turki dan Maroko yang merupakan warga yang mendominasi di kelas saya.

Jujur, saya tidak seberapa suka teman Turki saya karena terlalu berani dengan guru, suka menyolot dan berlaku tidak sopan. Padahal menurut saya, mereka bukan orang yang pintar. Sering saya merasa bosan dikelas hanya karena guru mengajarkan sesuatu yang berulang-ulang setiap harinya disebabkan oleh si murid Turki sangat lambat menerima pelajaran. Sedangkan teman Maroko saya, 2 orang wanita muslim Maroko yang sangat sopan, cantik dan baik. Satu orang menurut saya wajahnya mirip dengan artis Indonesia,tapi saya lupa namanya..^^, sedangkan yang satu lagi adalah wanita yang baik dan dewasa. Tetapi sayangnya, keduanya tidak bisa bahasa Inggris. Hanya Arab, Perancis dan sedikit berbahasa Belanda. Tapi komunikasi kami yang awalnya tidak lancar lama-kelamanaan menjadi jauh lebih baik. Beberapa bulan sekolah ini berlangsung dan beberapa kali kami melakukan study excecursie (SE) dimana kami berkeliling centrum Maasmechelen untuk mengaplikasikan kemampuan bahasa kami dan diakhiri dengan nongkrong dicafe. SE dilakukan on foot atau dalam bahasa Belandanya adalah Wandelen naar centrum. Bisa dibayangkan bagaimana suhu ketika itu, sangat dingin dan luar biasa berangin kering. Saya tidak seberapa suka suasana belajar dengan mereka karena mereka sering sok tahu terhadap banyak hal tetapi mereka sebenarnya tidak tahu. Tapi, untuk kegiatan SE ini saya suka dengan gurunya. Selain dandanannya modis, beliau juga cukup gaul dan lancar berbicara banyak bahasa antara lainย  Inggris,Belanda,Jerman, Perancis dan sekarang sedang getol mempelajari bahasa Italia. Untuk itulah si guru sangat doyan berbincang dengan si kriwil untuk memperlancar bahasa Italianya.

Seiring berjalannya waktu dan seiring musim dingin berubah menjadi musim agak hangat, sayapun mulai bisa menikmati sekolah itu. Walau terkadang saya iri dengan teman saya bekebangsaan Jerman, Mexico,Columbia dan Bellarusia yang mengikuti sekolah Bahasa Belanda di desa lain yaitu di Lanaken dimana siswa-siswinya benar-benar Internasional yang sebagian besar sangat fasih berbahasa Inggris. Kelas mereka tidak didominasi oleh Turki-Maroko, tetapi seantero dunia dan sebagian besar merupakan mahasiswa Luar belanda yang Ingin menempuh kuliah di Maastrich University yang letaknya sekitar 3 km dari desa kecil Lanaken tersebut..

walau sekolah musim dingin saya agak membosankan, tetapi ketika saya disini dinegara saya, saya sangat merindukan suasana sekolah dimusim dingin. Saya bisa melihat salju turun dengan indahnya dari balik jendela kelas ataupun menikmati matahari pagi yang seolah mengintip dibalik awan tebal tetapi enggan untuk keluar dari persembunyiannya dihari dimana salju tidak turun.

NB: sangat disayangkan, walaupun saya pernah mengikuti program sekolah Bahasa Belanda di negara berbahas Belanda tetapi kemampuan Bahasa Belanda saya menurun drastis setelah saya kembali ke tanah air. Tidak ada yang bisa saya ajak berkomunikasi bahasa belanda, selain itu saya juga lupa berbahsa Inggris pefectly karena ketika saya di sana, saya keseringan mendengarkan&menggunakan bahasa Belanda. Alhasilll… saya sudah lupa bahasa Belanda dan sekarang lebih memilih untuk Berbahsa Inggris ria selain bahasa negara saya sendiri…๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

 

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on April 10, 2011, in belgie, experince. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: