Rekem tua (oud Rekem)


Oud Rekem atau kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia memiliki arti Rekem tua yang maksudnya adalah, kota tua-Rekem, memiliki daya pikat tersendiri bagi pendatang. Kota kecil ini yang merupakan bagian dari Provinsi Limburg,distrik Lanaken Belgia yang terletak ditepi sungai yang juga mengalir ke kota Maastrich, The Netherland. Mengapa disebut tua, karena di kawasan ini terdapat banyak bangunan tua yang eksotik yang sangat menarik untuk dikunjungi. Rekem (bukan oud rekem) merupakan kawasan perumahan yang terletak ditengah hutan kota yang sebagian besar penduduknya adalah warga negara belanda yang kaya raya. Rata-rata tipe rumah dikawasan ini adalah Villa yang ditinggali oleh keluarga kaya yang memiliki halaman rumah sangat luas dengan beberapa kuda berkeliaran dihalaman rumahnya. Nah, kawasan oud rekem merupakan perumahan kaya jaman dulu yang masih menampilkan gaya arsitektur jaman kuno. Memasuki kawasan tersebut kita disuguhi oleh pemandangan jalanan paving batuan dengan model tembok rumah yang berdinding bata yang merupakan gaya khas eropa jaman dulu. Disana terdapat banyak bangunan kuno antara lain Gereja dan kastil yang dijadikan tujuan budaya oleh masyarakat setempat. Yang menarik dikawasan ini adalah, pengunjung disuguhi lokasi yang nyaman dan tenang untuk beristirahat di teras-teras cafe maupun dipinggir sungai yang tentunya tidak ada bising kendaraan karena kawasan tersebut hanya dikhususkan untuk pejalan kaki. Oud rekem memiliki beberapa bangunan tua yang dibangun pada tahun 1700an yaitu de museumkerek yang apabila diterjemahkan artinya adalah museumgereja yang dibangun oleh Ferdinand d’Aspremont-Lynden yang sempat dilakukan beberapa kali renovasi dan penambahan bangunan dikarenakan dianggap terlampau kecil. Gereka ini kini dianggap ideal untuk melakukan acara-acara budaya dan keagamaan. Selain itu, terdapat juga bangunana tua lainnya yaitu Museum Dr Humble yang dibangun pada tahun 1820. Yang menarik dari museum ini adalah, bangunan ini selain difungsikan sebagai museum juga dijadikan tempat praktek medis sehingga sering disebut museum aphotek. Karena banyaknya bangunan tua yang eksotik dan menyisakan keromantisan kota dikawasan ini, membuat saya tertarik untuk menceritakan sedikit ulasan tentang kunjungan saya dikawasan ini.

Bersepeda berkeliling oud rekem dimusim panas merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik bagi saya. Oud Rekem menyimpan keromantisan yang tenang dan damai ditengah hirukpikuk kawasan perbatasan 3 negara. Terletak di perbatasan 3 negara yaitu Belgie-Belanda-Jerman, bukan berarti malah menjadikan kawasan ini sebagai kawasan ramai lalulalang tetapi justru malah sebaliknya, suasana tenang yang saya dapatkan. Rute bersepeda saya dimulai dari rumah tinggal sementara saya ditengah hutan Rekem menuju kawasan danau dekat vila peristirahatan. Saya biasa duduk ditepi danau itu untuk sekedar membaca buku yang sudah saya bawa dari rumah atau hanya sekedar melihat sepasang kakek nenek yang berjalan jalan dengan sisa kemesraan masamuda mereka menyusuri tepi danau bersama anjing peliharaannya. Setelah puas bersantai ditepi danau, perjalanan saya lanjutkan menyusuri jalan setapak dan jalan sepeda dipinggi Hutan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan oud Rekem. Pintu masuk our rekem ditandai dengan jalanan paving batu sebagai pengganti jalanan aspal. Saya melewati Gereja tua dan beberapa bangunan tua yang difungsikan sebagai cafe untuk tempat bersantai para tetua. Yang biasa saya lakukan adalah duduk dibawah pohon yang terletak ditepi sungai sambil memandang jembatan yang terletak disisi kanan ataupun melihat perahu-perahu kecil melintas. Terkadang saya meluangkan sedikit waktu untuk mengunjungi teman saya berkebangsaan Thailand yang tinggal dikawasan tersebut. Tidak ketinggalan juga saya mengambil gambar pemandangan kota tua itu dan sesekali mencoba beberapa menu di cafe terkenal dikawasan mahal nan cantik itu. Kata teman saya dari Brussel, Oud Rekem merupakan kota kecil terindah dan termahal di Belgie. Saya pernah mencoba sekali merasakan jenis makanan yang katanya mahal di salah satu cafe yang juga katanya termahal dikawasan tersebut dimusim gugur tahun lalu. Tidak terlalu istimewa  untu rasa makannanya menurut saya, karena tidak jauh beda dengan cafe-cafe semacam boncafe ataupun cafe mewah lainnya di Indonesia. Tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa suasananyalah yang menurut saya sangat mahal. Suasana romantis dengan candle ligth dinner diiringi musik klasik eropa dimusim gugur yang dingin dan tenang itulah yang membuat saya merasakan europe taste nya..^^

Oud rekem yang mempersona dengan kastil-kastil tuanya dan tipe bangunan yang benar-benar eropa membuat saya ingin kembali mengunjungi kawasan ini suatu hari nanti.

^ sekian^

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on July 22, 2011, in belgie. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: