Kembali ke tanah air….


6 Oktober 2010…

Harus kembali ketanah air karena memang waktulah yang memaksa saya kembali ke tanah air. Hampir 11 Bulan lamanya saya merasakan tinggal disalah satu negara Eropa, negara maju dengan well educated, well transportation system dan well well lainnya yaitu Belgium perbatasan. dan kini.. saya harus terbang kembali ke Indonesia. Perasaan senang tentu saja menyelimuti benak saya, pun juga ada sekian persen perasaan sedih karena harus meninggalkan orang-orang yang sudah hampir setahun menjadi bagian dari kehidupan saya dan sedikit banyak mengajarkan saya arti hidup yang well organized ala Barat. Meninggalkan juga Zonnelaan 19, Rekem,Lanaken Belgium dengan segenap isinya yang sudah setia meneduhi saya dengan atap kokohnya dan menghangati saya dengan selimut tebalnya. Lega rasanya karena saya bisa melewati masa-masa suram,susah maupun senang di Negara Belgium dan sekitarnya. Sudah mencoba merasakan sekolah Bahasa di desa Maasmechelen, Belgia, Seminar wanita di universitas Leuven Belgium, Menjelajah walau hanya sebagian kecil negara Eropa dan mempelajari culture dan kekhasan kotanya, Mengikuti kegiatan cultural yang dihelat oleh kedubes Indonesia di Belgia maupun Belanda, mengunjungi Parc Paradisio yang merupakan icon wisata Belgia yang mengedepankan budaya Indonesia,merasakan sekolah singkat di universitas Utrech dan pengalaman-pengalaman hidup lainnya.

Dan kini, saya pun harus kembali ke Indonesia lagi dengan menggunakan pesawat Emirates dari Dusseldorf, Germany dengan tujuan Jakarta dan Transit di Negara Dubai. Saya tidak terlalu menselebrasi kepulangan saya dengan teman-teman saya seperti yang dilakukan Melanie teman saya dari Jerman. Saya hanya pamitan dengan teman saya bernama Mui dari Thailand dan Leila dari Bosnia. Sedangkan pamitan dengan teman-teman lain (termasuk teman-teman kumpulan orang Bali di Eropa yang sering saya tumpangi tinggal, teteh2 beserta suami bulenya yang juga sering menerima saya numpang tidur dan makan, teman jalan-jalan saya dan teman couch surfing..^^ ) melalui online baik email, FB maupun skype. Berat rasanya harus meninggalkan Belgia dan kembali ke Indonesia. Mungkin yang akan saya rasakan nanti adalah linglung di negara yang sudah lebih dari 20 tahun saya tinggali. Mungkin saya akan merasa bahwa kota saya terlalu penuh sesak dan macet, karena di sini saya tidak merasakan macetnya dan penuh sesaknya sebuah kota. Mungkin saya akan merasa bahwa kota saya terlalu panas, karena disini saya selalu merasakan hawa dingin dan bahkan terlalu dingin. Mungkin saya akan merasakan bahwa kota saya terlalu berpolusi, karena disini saya tidak pernah merasa terganggu oleh asap-asap kendaraan bermotor. Dan, mungkin disana saya akan kebingungan mencari transportasi massal yang bersih dan aman, karena disini saya terlalu sering menggunakan transportasi massal yang bersih, aman plus tertata rapi. Lalu, ada beberapa pantangan yang harus saya ikuti yaitu sesampainya saya di negara saya, paling tidak selama 3 minggu saya tidak diperbolehkan untuk jajan sembarangan, tidak boleh makan terlalu pedas, dan terlalu berbumbu karena disini jenis makanan yang terlalu simple dan plain taste serta tidak pernah sekalipun spicy. yupppzzz… harus saya taati, jika tidak..katanya, bisa-bisa saya terkena penyakit tipes…

Oh iyaa….Beberapa persiapan lanjutan kuliah Master saya di Indonesia sudah siap. 2 Paper hasil paper review dengan tema stone column dan new methods for soil stabilitation sudah siap diserahkan ke Prof. saya. Lalu, beberapa persiapan kuliah Statistik Lanjutan pun sudah kelar. Juga, beberapa paper untuk mendukung Thesis saya sudah siap saya Print untuk dibaca di sekitar 18 jam perjalanan. Dan kini, saya sudah siap untuk Pulang kembali ketanah air dan harus langsung kembali ke rutinitas terdahulu saya.

Makan malam terakhir saya dirumah ini dilakukan dengan cukup sederhana tetapi agak mengharukan. Berkali-kali, Casper, “Adik” saya dirumah ini menyatakan kesedihannya dengan kepulangan saya dan mengatakan pula bahwa dia akan menyisihkan uang tabungannya untuk membelikan saya rumah tinggal di Belgia. Tentu saja, pembicaan seorang Pria 10 tahun seperti dia sulit diterima akal sehat. Bayangkan saja, dengan uang tabungannya 120 euro (itupun sudah saya tambahkan 40 euro sebagao hadiah perpisahan), dia ingin menyisihkan 70 euro untuk membelikan saya rumah. Padahal harga 70 euro setara dengan harga tiket sekali jalan keliling Negara Belanda. ^^

Dan hari keberangkatan saya pun Tiba. Saya memberikan kenang-kenangan cendera mata dari Indonesia dan buku tour keliling Indonesia sebagai kenang-kenangan untuk host family saya, dan mereka memberikan saya kenang-kenangan berupa alat rias simple (hahaha.. karena mereka tahu bahwa saya sama sekali tidak suka berhias..). Mereka mengantarkan saya menuju Bandara Dusseldorf di Jerman sekitar 1 jam 11 menit perjalanan dari rumah. Sepanjang perjalanan, saya memandangi pepohonan yang sudah mulai menguning karena musim gugur, suasana yang hampir sama ketika saya pertama kali tiba di negara itu. Jalanan yang sepi dan lancar serta berkabut yang mungkin tidak akan pernah saya temui di Indonesia membuat saya sedikit enggan untuk beranjak dari negara ini. Perjalanan selama satu jam itu hanya sedikit diisi dengan percakapan. Mungkin mereka sengaja membiarkan saya untuk menikmati suasana Eropa Terakhir kalinya di tahun ini. Dan, akhirnya sampailah kami di parkiran bandara Dusseldorf. Saya pun melenggang masuk ke gate keberangkatan diantar oleh tangisan Casper dan pesan Veerle host mom saya untuk segera mencari Beasiswa Doctoral di Eropa.

Dengan petunjuk Bandara yang ditata secara jelas dan Gamblang dengan Bahasa Inggris ,dengan mudah saya menemukan gate keberangkatan saya. Saya pun meninggalkan Eropa yang sudah sedikit banyak menjadi bagian dari hidup saya dan mengajarkan saya tentang kemandirian….

Last picture @Zonnelaan 19 Rekem, Lanaken, Belgie

^^Sekian…

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on July 31, 2011, in experince. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. di Belgia dlm rangka student exchange / beasiswa ?

    anw, salam kenal mbak Tantri🙂

  2. Too sad to read this😦
    Mba nya hebat good luck
    Dan salam kenal
    *sifat ambisius nya sama an🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: