Plate Tectonics


Plate tectonics atau lempeng tektonik berasal dari bahasa latin kuno yaitu tectonicus yang merupakan teori ilmu pengetahuan yang menggambarkan gerakan dengan skala besar yang terjadi pada lapisan lithosphere di bumi. Teori ini berawal dari konsep lama tentang continental drift (arus kontinental) yang berkembang pada dasawarsa pertama di abad ke-20 (satu diantara pendukung teori ini adalah Alfred Wegener), dan teori ini kemudian diakui oleh mayoritas komunitas geoscience pada saat konsep seafloor spreading (konsep tentang penyebaran dasar laut) berkembang sekitar tahun 1950an dan diawal 1960an. Lapisan lithosphere kemudian berkembang dengan nama lempeng tektonik. Pada bumi ini sendiri terdapat kurang lebih 7 hingga 8 lempeng besar (tergantung pada bagaimana mendefinisikannya) dan banyak lempeng kecil. Lempeng tersebut saling berhubungan dan bergerak satu sama lain. Ada 3 tipe pergerakan lempeng yaitu convergent (collisional Boundaries), Divergent (spreading centers) dan conservative. Terjadinya Gempa bumi, aktivitas gunung berapi, terbentuknya gunung dan proses terjadinya daratan dan lautan merupakan hasil dari pergerakan lempengan tersebut. Pergerakan secara lateral dari lempengan tersebut terjadi sangat variatif, yaitu berkisar 0-100 mm setiap waktunya.

Lempengan tertonik itu sendiri tersusun oleh 2 tipe lithosphere yaitu lapisan yang tebal yang membentuk daratan (thicker continental) dan lapisan yang tipis yang membentuk lautan (thin oceanic). Bagian yang lebih diatas disebut crust atau lapisan kerak. Lempeng tersebut dapat merupakan 1 tipe saja (continental atau oceanik saja)  maupun bisa kedua tipe tersebut. Satu poin yang terpenting dalam teori-teori yang ada adalah jumlah permukaan lempengan yang hilang pada mentle sepanjang batas konvergen yang disebabkan oleh proses subduction adalah lebih maupun kurang pada kesetimbangan yang terjadi pada lapisan kerak yang baru yang terbentuk sepanjang bagian divergent yang disebabkan oleh penyebaran dasar laut. Kondisi tersebut juga diartikan sebagai prinsip dasar conveyor belt.
Berdasarkan mekanisme pergerakan lempeng, berbagai pemodelan kemudian berkembang : pergerakan lapisan tektonik dikarenakan lapisan lithospere memiliki nilai tegangan yang lebih tinggi dan memiliki nilai kerapatan yang lebih rendah dibandingnkan dengan lapisan asthenosphere dibawahnya. pergerakan tersebut disebabkan oleh kombinasi dari pergerakan pada dasar laut menjauhi daerah yang menyebar (disebabkan oleh variasi kondisi topography dan kerapatan kerak karena perbedaan nilai gaya grafitasi yang terjadi) dan tarikan, tarikan kebawah (downward suction) yang terjadi pada zona subduction. Perbedaan penjelasan yang terjadi terletak pada gaya yang berbeda yang dihasilkan oleh rotasi bumi dan gaya pasang bulan dan matahari. Beberapa teori tentang kondisi ini masing banyak diperdebatkan sehingga memunculkan beberapa teori yang masih belum bisa dipastikan mana yang benar dan mana yang salah.

Lapisan terluar dari bumi dibagi menjadi 2 yaitu lithosphere dan asthenosphere. Perbedaan dari 2 lapisan tersebut adalah terletak dari unsur mekanis pembentuknya dan tranfer panas yang terjadi didalamnya. Secara mekanis, lapisan lithospere bersifat lebih dingin dan lebih kaku, dan sebaliknya lapisan asthenosphere bersifat lebih panas dan aliran yang terjadi didalamnya lebih mudah. Dalam hal penyaluran panas, lapisan lithosphere mengeluarkan panas melalui proses konduksi, sedangkan lapisan asthenosphere mentransfer panas dengan cara konveksi dan memiliki sedikit temperatur gradien yang adiabatic. Sebagian kecil dari mantle bumi juga merupakan bagian dari lapisan lithosphere maupun lapisan asthenosphere pada waktu yang berbeda, tergantung pada temperature dan tekanan yang terjadi. Prinsip dasar dari lapisan tektonik adalah bahwa lapisan lithosphere adalah merupakan lapisan lempeng tekonik yang terpisah dan berbeda, yang merupakan lapisan asthenosphere yang bersifat menyerupai cairan (visco-elastic solid). Pergerakan lapisan adalah bervariasi dan biasanya berkisar antara 10-40 mm/a (Mid-Atlantic Ridge, yang kira0kira sama dengan pertumbuhan kuku jari) atau bisa juga sekitar 160mm/a (Nazca Plate : yang kira-kira sama dengan pertumbuhan rambut).

Lapisan lithosphere tektonik terdiri dari lapisan litosphere mantle yang dilapisi oleh 1 maupun 2 tipe material kerak yaitu kerak oceanic ( pada catatan kuno tertulis sima yang berasal dari silicon dan magnesium) dan kerak kontinental (sial : silicon dan aluminium). Tebal dari lapisan oceanic lithosphere adalah kira-kira 100 km, ketebalannya merupakan fungsi dari umur lempengan tersebut, semakin berjalannya waktu maka secara kondusif lapisan tersebut akan semakin dingin dan akan menjadi semakin tebal. Disebabkan oleh lempengan tersebut terbentuk pada daerah mid-ocean ridge lalu kemudian menyebar keluar, ketebalannya merupakan fungsi dari jaraknya dari mid-ocean ridge dimana lempengan tersebut terbentuk. Lokasi dimana bertemunya 2 lempeng biasa disebut plate boundary dan plate boundaries biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian geologis yang terjadi di bumi seperti kejadian gempabumi dan kondis topografi yang ada dibumi ini seperti adanya gunung berapi, batasan daratan dan lautan. Gunung api aktif juga terdapat disepanjang plate boundaries, yang biasa disebut Pasific plates Ring of Fire. Seperti yang sudah tertulis diatas bahwa lapisan tektonik terdiri dari kerak benua dan kerak oceanic. Lempeng Afika terdiri dari kerak benua dan sebagian dari laitan atlantic dan Indian. Perbedaan antara kerak oceanic dan kerak benua adalah berdasarkan jenis formasinya. Kerak Oceanic adalah merupakan pusat penyebaran dasar lautan dan kerak benua adalah terbentuk dari arc volcanism serta penambahan lain yang terjadi selama proses tektonik.

Major plate

  • African Plate
  • Antarctic Plate
  • Indo-Australian Plate, yang dibagi menjadi 2: Indian Plate dan Australian Plate
  • Eurasian Plate
  • North American Plate
  • South American Plate
  • Pacific Plate

Minor Plate (yang sebenarnya terdapat ribuan lempeng tetapi berikut ditulis yang familiar saja)

  • Arabian Plate
  • Caribbean Plate
  • Juan de Fuca Plate
  • Cocos Plate
  • Nazca Plate
  • Philippine Sea Plate
  • Scotia Plate

Sumber : Wikipedia

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on August 2, 2011, in pengetahuan. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Saya mau tanya. apa akibat2 atau bentuk2 Permukaan bumi yg disebabkan gerakan konvergen,divergen,dan transform! tolong beri tau saya! thx

    • yang pasti bentuk permukaan bumi menjadi bervariasi. terbentuknya gunung, bukit,pulau-pulau dan topografi permukaan yang berbeda2 merupakan salah satu sebab adanya pergerakan lempeng. pergerakan tsb juga memicu terjadinya gempa bumi tsunami dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: