Bersepeda di Ubud


Ubud merupakan salah satu kawasan tujuan wisata di pulau Bali yang mengedepankan unsur seninya. Banyak terdapat museum lukisan dan hasil karya seni lokal lainnya yang disuguhkan di kawasan pariwisata yang selalu ramai wisatawan asing maupun domestik ini. Kali ini, saya berkesempatan mengunjungi kawasan ubud namun bukan untuk mengunjungi museum ataupun berbelanja di shoping street barang-barang branded di ubud melainkan saya bersepeda melewati kawasan persawahan dan perbukitan ubud. Selain memang belakangan ini saya keranjingan jenis olah raga yang beken dengan nama ngontel ataupun nggowes ini, saya memang sedang mencari kegiatan liburan murah meriah tetapi tetap bisa menikmati keindahan alam Indonesia.hehehe.

Let’s the story begin…

Saya memulai perjalanan saya menuju Ubud dari rumah saya di kawasan celuk-Sukawati, Gianyar, Bali sekitar pukul 4.30 sore Wita. Terdengar terlalu sore memang jika dibandingkan dengan jam Wib, tetapi pukul 4.30 wita masih tampak cerah dan menyenangkan untuk bersepeda. Perjalanan menuju ubud yang berjarak sekitar 20 km dari rumah saya dilakukan dengan menggendarai sepeda motor. Kenapa sepeda motor? karena di jam jam sore dan khususnya di waktu peak season liburan, kawasan ubud merupakan kawasan macet sehingga akan lebih mudah dijangkau dengan menggunakan sepeda motor tanpa takut terjebak kemacetan. Jalanan yang saya lalui melewati hamparan persawahan indah nan hijau serta kawasan perbukitan yang dipenuhi rimbunan pepohonan perdu serta pohon kelapa membuat saya jatuh cinta pada daerah ubud. Bagaimana tidak, saya jarang melihat hamparan hijau persawahan yang dikelilingi sungai beralirkan air jernih di kota saya. Sayapun jarang merasakan sejuknya udara seperti yang saya rasakan di kawasan tersebut. Perjalanan menuju ubud hanya memakan waktu tidak sampai 30 menit. Setelah melewati hutan wisata monkey forest lalu melewati juga kawasan shoping street dan puri ubud yang terkenal dengan pertunjukan kecak dancenya, akhirnya saya dan rombongan tiba di lokasi persewaan sepeda. Oh iya, saya lupa mengenalkan tripmate saya kali ini : intan,raras,lucky,candra dan dene.

Langsung kami menuju tempat penyewaan sepeda. Lokasi penyewaan sepeda tersebut adalah dekat dengan puri ubud. dari monkey forest (jalanan 1 arah) lurus saja hingga menemukan perempatan (yang seperti pertigaan sih..) belok sedikit kekiri lalu langsung kekanan. Ikuti saja jalan itu sekitar 75 meter, lokasi persewaan sepeda dengan tarif lokal ada di sisi kiri jalan. Saya tidak menemukan papan nama tempat penyewaan sepeda tersebut, tetapi banyaknya sepeda yang berjajar ditempat itu cukup jelas menunjukkan lokasinya. Tarif penyewaan sepeda tersebut tidak seberapa beragam, 10 ribu untuk sepeda yang tergolong tidak seberapa baru, 15 ribu untuk sepeda yang tergolong baru dan 25 ribu untuk sepeda ganda.  Harga tersebut tergolong sangat jauh lebih murah jika dibandingkan dengan penawaran trip bersepeda lain dengan paket makan siang ataupun malam ditambah pemandu wisata yang ditawarkan seharga ratusan ribu. yupppp..setelah memilih sepeda, perjalananpun kami lanjutan. Jalanan tanjakan dan berkelok cukup membuat saya hampir pingsan dan mata berkunang-kunang, lawong biasanya rute bersepeda saya adalah jalanan datar. Setelah melewati jalanan tanjakan,belokan dan turunan yang cukup terjal dijalanan beraspal di pedesaan ubud akhirnya kami sampai di trek khusus bersepeda. Trek ini khusus dibuat untuk para pesepeda yang memang ingin menguji adrenaline dengan jalanan yang super sempit (selebar jalanan di pematang sawah), jalanan terjal dan berkelok dengan hamparan sawah ladang dan sedikit jurang dangkal disisi-sisinya. Selain itu, dikawasan tersebut juga banyak disewakan vila-vila tengah sawah maupun restoran-restoran yang cukup laris disewa turis asing. Awal dari trek tersebut cukup datar, berpaving dan cukup nyaman untuk foto-foto..hehehe.. Saya menyempatkan diri untuk berfoto dikawasan yang masih datar tersebut, sembari menikmati pemandangan sambil mengambil nafas sebelum melewati jalanan terjal yang agak mengerikan bagi kaum pesepeda lumayan pemula seperti saya. Bersepeda di jalanan terjal ditrek tersebut selain dibutuhkan fisik yang mantap juga dibutuhkan konsentrasi. Jangan sekali-sekali bercanda, bisa-bisa nyemplung ke sawah seperti yang saya alami..hehehe… atau pilihan lain ya nyungsep ke selokan atau jurang dangkal seperti yang dialami temannya teman saya. hoho..  Perjalanan melewati jalanan yang agak mengerikan ini berlangsung selama kurang lebih 20 menit dan rasanya kuraaaaaaang bangeeeet…^^.

berikut saya pamerkan foto-fotonya :

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on September 7, 2011, in experince. Bookmark the permalink. 16 Comments.

  1. Go go Tantri Twiny…

  2. alterntaif wisata hoby yang cukup variatif, selain bersepeda bisa sekalian mandi lumpur atau sekadar ingin tahu bagaimana petani membajak sawah. Seperti yang sudah dicoba sendiri oleh penulis,. Oya satu lagi yang perlu diwaspadai selain yang disebutkan oleh penulis, sebaiknya selama bersepeda membawa pelindung wajah(atau mata) karena kemungkinan banyak binatang yang bisa mengenai wajah dan cukup mengganggu konsentrasi bersepeda..

    ^^

  3. mbak, yg lewat sawah ini lewat mana ya??
    saya mw ksana ni besok, tadi udh cek ksana tapi ga ktmu yg jalan sawah
    mohon segera dibalas ya mbak…

    • dari tempat menyewakan sepeda itu, naik aja terus luruuusss ikutin jalan tanjakan lurusss teruuuuss ikutin jalan sampai ketemu lapangan sepak bola (dikiri jalan) dan sekolah.. nah sebelah kirinya itu ada jalan turunan, yaa ikutin aja jalan turunan yang agak ekstrim itu.. setelah 2-3 kali lewat jalan naikan en turunan yang disisi kanan kiri sudah ada hamparan sawah, lihat sebelah kiri jalan.. ada jalan pavingan kecil yang kusus untuk trek bersepeda. masuk aja kesana…🙂 selamat mencariiii dan selamat bersepeda….🙂

  4. Thanks infonya sist…sangat membantu…saya bsk ke ubud dan berencana bersepeda

  5. boleh tau kalau ini udah ada petunjuk rute sepedanya kah? lalu untuk sepeda apakan harus dikembalikan ke tempat semula atau ada pickpointnya di ujung lintasan?

    • kalau yg ini tdk ada petunjukkan krn bukan seperti trip2 bersepeda yg harus bayar mahal yang disediakan travelguide dllnya. Tetapi, trek bersepeda ini sudah dikenal, tanpa petunjuk rute dan dengan mengikuti trek yang ada kita sudah bisa melewati rute tanpa tersesat. Sepeda harus dikembalikan di tempat semula. Maklumlah, biaya sewanya cuma 10-25rb seharian…:)

      • Wah..menarik.. boleh minta nomor atau nama tempat penyewaan sepedanya? Beberapa hari yang lalu saya sempat tertarik dengan paket sepedaan di ubud, harganya lumayan ya bedanya setelah baca artikel ini..😀

        • wah..maaf, saya tidak punya nomernya.. tapi, dikawasan desa-desa ubud (lokasinya ya seputara pasar ubud),banyak kok terdapat penyewaan sepeda yang harganya murah meriah hiphip hurahura.. heeheee.. tinggal cari saja sekitaran situ.. ^^

  6. Was asik tuh bersepedanya…
    kalau ke ubud mampir ketempat saya ya😀

    • wahh.. blog-nya bli dari ubud ini sepertinya mendukung informasi dari tulisan saya.. Jadi, kalau mau nyewa sepeda dng harga murah (15rb/sepeda per hari) bisa klik web-site sewa sepeda diatas… :p Promosi dehh.. ^_*

  7. keren….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: