Museum kereta api Utrecht, Netherland


Musim semi 2010

Udara masih terasa dingin namun tidak menusuk dan kota Utrecht masih memancarkan pesonanya di musim ini. Musim semi di utrecht memang tidak seindah musim panas, namun bukan berarti ketidak sebegitu indahan di musim semi ini melunturkan niat saya untuk menjelajah beberapa kawasan unik di kota ini. Setelah menjelajah di beberapa kawasan terkenal di kota Utrecht dengan gratisnya, kini giliran saya mencoba memasuki sebuah museum yang Indonesia juga memilikinya dengan merogoh kocek sebesar 14 e. Yaitu : Museum Kereta api atau dalam bahasa Belanda disebut Spoor weg Museum. Kalau di Indonesia ada juga Museum kereta api sejenis ini yang terletak di Ambarawa.  Penjelajahan diawali dari utrecht central (UC) station menaiki bus menuju gang penghubung lokasi museum. Lokasi museum jaraknya agak sedikit jauh dengan tempat pemberhentian bus. Saya lupa, bus nomer berapa yang saya naiki ketika itu, tetapi yang saya ingat hanyalah sopirnya adalah orang Indonesia sehingga dengan tenangnya saya duduk di bus tersebut tanpa kawatir tersesat atau turun di Halte yang salah. Langkah saya menuju museum tersebut dari halte bus agak sedikit tersendat lantaran angin dingin yang terus berhembus. Mataharipun belum menyapa saya siang itu, malah rintik hujan yang duluan menyapa saya di paginya sebelum berangkat menuju museum. Langkah saya melewati gang demi gang diatas jalanan berpaving batu dengan dirimbuni bangunan bergaya khas eropa klasik semakin mantap setelah saya melihat papan petunjuk arah lokasi museum tersebut. Akhirnya saya sampai di pintu gerbang museum yang dibangun tahun 1927 dan sempat ditutup karena keperluan renovasi dan penambahan koleksi lalu kemudian dibuka kembali tahun 1954. Gedung yang megah yang menurut saya mirip dengan bangunan tua di kota tua Jakarta, Surabaya dan Semarang itu sudah menyapa saya dengan warna cerah nya.

Saya harus merogoh euro saya sebesar 14 e untuk memasuk museum ini. Sebenarnya jika saya memiliki kartu khusus untuk masuk semua museum belanda, saya dapat masuk dengan gratis. Setelah menyelesaikan urusan ticketing penjelajahan kereta kuno eropa jaman dulupun dimulai. Memasuki pelataran museum yang menyuguhkan kereta api jaman kerajaan, saya sudah disambut oleh beberapa penjaga berpakaian kolonial yang menyambut saya dengan senyum ramahnya. Beberapa koleksi foto kereta api jaman perang juga dipajang disana. Kemudian, karpet merah layaknya sambutan untuk keluarga kerajaan terbentang dan mengarahkan saya untuk memasuki kereta api jaman kerajaan yang beroperasi sekitar tahun 1800an. Interior kereta kerajaan sangatlah apik dan nyaman namun tidak seberapa modern karena memang kereta itu diperuntukkan pada masa 1800an. Beberapa sofa memanjang untuk istirahat sang ratu juga terdapat disitu, serta toilet dan dapur juga tersedia di kereta kerajaan itu. Saya tidak berlama-lama berada di dalam kereta tersebut lantaran antrian pengunjung terlihat panjang untuk memasuki kereta kuno tersebut.

Langkah saya berlanjut menyeberangi rel kereta kerajaan dan masuk menuju ruangan lain yang juga memajang kereta api jaman dulu. Kereta yang dipajang di ruang tersebut tidak melulu ditempatkan di bawah namun juga ditempatkan di bagian atas ruangan sehingga terkesan menggantung. Ruang ini disebut royal class dimana kereta-kerata yang dipajang adalah jenis kereta jaman kerajaan.  Saya disambut oleh beberapa petugas berpakaian kerajaan Belanda yaitu 2 orang pengawal kerajaan, 1 orang raja dan 1 orang putri kerajaan yang tersenyum ramah dan menyapa dengan gaya khas kerajaan dimana sang pangeran mencium tangan saya dan mempersilahkan saya untuk seolah-olah naik kedalam kereta kerajaan. Hal tersebut juga dilakukan oleh beberapa pengunjung dari negara lain seperti saya. Saya hanya bisa mengintip interior kereta dari luar, karena pengunjung tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam kereta.

The Royal Wagon of D. Maria Pia yang diberikan oleh sang ayah, King Vítor Emanuel II of Italy, ketika dia menikah dengan King Luis I of Portugal, pada tahun 1862.

The locomotive D.Luiz (Lisbon, 31 October 1838 – 19 October 1889 in Cascais) adalah jenis lokomotif yang unik dan pernah memenangkan medali emas pada pameran revolusi internasional di London

Setelah puas berfoto di sudut royal class dimuseum tersebut, langkah saya berlanjut menuju ke arena lain yang terletak di luar ruangan. Disana saya bisa melihat beberapa jenis kereta yang digunakan pada masa revolusi industri serta beberapa kereta angkutan barang di era awal tahun 1900an. Selain itu juga terdapat tempat berpindahnya arah lokomotif yang berbentuk bundar dengan rel kereta api yang melintang diatas papan bundar yang bisa berputar tersebut.Museum ini juga dilengkapi dengan toko souvenir yang menjual barang-barag yang bernuansa kereta api, restauran yang tentunya menjual makanan belanda, beberapa ruang pameran, ruang theater yang menampilkan film bernuansa kereta api, ruang permainan kereta api dan beberapa ruangan lagi yang tidak saya kunjungi karena terlalu padat pengunjung.

Saya sempat berpikir untuk menggunakan kereta api pada stasiun kecil di museum itu menuju UC station. Tetapi langkah saya terhenti setelah mengetahui harga tiket tersebut adalah 2.7 e untuk hanya beberapa menit perjalanan. Saya memilih untuk berjalan saja menuju UC station sambil menikmati suasana di sudut kota Utrecht, Belanda yang cantik di kala musim semi.

Sejarah berdirinya spoor weg museum

Museum ini diresmikan pada tahun 1927 dan dulunya berlokasi di salah satu gedung utama Netherlandse Spoorwagen (Kereta api Nasional Belanda) di kota Utrecht. Pada masa itu, koleksi yang ada di museum tersebut adalah gambar, dokumen dan objek-objek kecil yang berhubungan dengan perkereta apian. Pada tahun 1930 dimulailah dibuat suatu langkah awal untuk memuseumkan dan mengoleksi barang-barang bersejarah tentang perkereta apian. Sayangnya, beberapa koleksi tersebut hilang pada era perang dunia kedua.
Banyak koleksi museum ini disimpan di Rijksmuseum di Amsterdam, tetapi pada tahun 1950 museum tersebut beserta koleksinya dipindahkan ke Utrecht. Stasium Maliebaan yang sudah ditutup sejak tahun 1939 digunakan sebagai tempat menyimpan koleksi barang sejarah perkereta apian di Utrecht karena dianggap memiliki ruangan dan tempat yang cukup luas dan banyak untuk menyimpan koleksi tersebut. Kemudian dilakukan perombakan gedung dan penataan serta penempatan barang-barang sejarah perkereta apian di gedung tersebut hingga akhirnya museum tersebut dibuka pada tahun 1954.

Perluasan dan Renovasi
Beberapa tahun kemudian, beberapa perlengkapan railway dan juga tram ditempatkan di musem tersebut dan pada tahun 1960, plaza yang lokasinya di bagian depan gedung tersebut dipenuhi oleh beberapa rolling stock kuno yang agak sedikit rusak akibat musim. Tahun 1975 dilakukan perbaikan atap platform di bagian belakang gedung. Tahun 1977 dilakukan pengembangan lagi dengan membangun jembatan penghubung yang menjadi akses untuk menghubungkan area pameran pada sisi satu dengan jalan kereta api di bagian belakang bangunan tersebut. Awalnya, museum ini hanya menyuguhkan jenis-jenis kereta api tua serta peralatan pendukungnya, namun ditahun 1980 mulau di pertontonkan juga jenis kereta api baru yaitu jenis spinter atau kereta api cepat. Kemudian pada tahun 2002 dilakukan penataan ulang dan penambahan bagian ruangan lagi di museum tersebut, 1 ruangan yang ditambahkan adalah Royal waiting room dimana diruangan ini berusaha ditampilkan eropa pada abad ke 19 dan kereta api yang dipajang adalah kereta api kerajaan yang beroperasi di abad 19an.

Bagian-bagian yang ada di gedung stasiun/museum sebelum direnovasi:

  •     Station hall
  • Freight hall
  • Dining room
  • Waiting room, 3rd class
  • Waiting room, 1st and 2nd class
  • Royal waiting room

Bagian-bagian yang ada di gedung stasiun/museum setelah direnovasi:

  •     Conference hall and foyer
  • The Open Depots
  • Automated Audio Tour “world 1”
  • Theater “world 2”
  • Track “world 3”
  • Plaza “world 4”
  • Warehouse “Nijverdal”
  • Model Trains Cellar
  • Exhibition Area
  • Museum Shop
  • Restaurant

file:///C:/Documents%20and%20Settings/toshiba/My%20Documents/My%20Pictures/MP%20Navigator%20EX/2011_09_27/

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on September 27, 2011, in netherland. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. waaaa pengen ke sini. pacar pernah kasih link ke museum kereta ini ada bunyi tut tut tut nya. mau ke utrecht. ajakin mbak T_T

    • heiyy…. iya, hayo mampir ke utrecht… #berasa masih di NL aja aku ini… hehe… banyak museum disana unfortunately saya nda sempet ngulas satu2 di blog.. hehe.. kapan2 deh bongkar2 memori di Belanda lg…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: