Belgia dan kemegahan sisa-sisa kejayaan abad pertengahan


Akhirnyaaaa… saya merampungkan tulisan dan cerita singkat saya mengenai jalan-jalan saya di Belgia. memang sih, cerita ini adalah cerita usang 2 tahun yang lalu yang saya tulis berkat mengoprak-oprak folder foto-foto saya yang membangkitkan kenangan saya di negara itu. Walaupun cerita usang, dan pastinya banyak kisah-kisah yang sudah terlupakan, sepertinya tidak mengurangi sisi unik dan menarik didalamnya. Sehingga, saya rangkum sekelumit kisah perjalanan saya dan saya tulis disini beserta sedikit dokumentasi yang layak saya pamerkan.

Sayapun berkisah tentang Belgia, sebuah negara yang pernah kurang lebih 1 menjadi domisili sementara saya, yang sedikit banyak menorehkan kenangan dalam hidup saya. Begini ulasannya….

Belgium adalah sebuah negara kecil yang merupakan salah satu negara di Kawasan Eropa Barat. Memiliki luas 30,528 km persegi dengan populasi penduduk sebanyak 11 juta jiwa dan berbatasan langsung dengan 4 negara sekaligus yaitu Belanda, Jerman, Perancis dan Luxembourg. Negara ini merupakan salah satu negara pendiri Komite Uni Eropa dimana kota Brussels selaku ibukota dari Belgia digunakan sebagai markas besar dari organisasi tersebut.

Secara historis, Belgia, Netherlands dan Luxembourg merupakan negara yang memiliki keterkaitan satu sama lain disebabkan oleh luas wilayahnya yang tergolong kecil sehingga ketiga negara tersebut disebut sebagai Low countries. Untuk itu, ketiga negara kecil tersebut membentuk suatu komunitas sehingga menjadi suatu kesatuan wilayah yang besar yang kemudian lebih dikenal dengan nama Benelux. Asal mula nama negara ini adalah terkait dengan sejarah Roman provinsi Gallia Belgica yang ketika itu berkuasa di wilayah tersebut. Selama berabad-abad lamanya, negara ini lebih dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pusat perkumpulan. Kemudian, pada abad 16 hingga terjadinya revolusi Belgia tahun 1830 sering terjadi peperangan di negara tersebut dan Belgia ketika itu dikuasai oleh Netherlands. Belgia mulai melepaskan diri dari negara Belanda pada 4 Oktober 1830 tetapi baru diakui pada 19 April 1839.

Konstitusi negeri ini direvisi pada 14 Juli 1993 untuk menciptakan negara federal yang unik, berdasar atas 3 tingkat:

   1. Pemerintah federal, berbasis di Brusel.

   2. 3 masyarakat bahasa:

          * Komunitas Flemish (penutur bahasa Belanda);

          * Komunitas Wallonia-Brussels federation (Penutur bahasa Perancis)

          * Komunitas penutur bahasa Jerman.

   3. 3 kawasan (yang berbeda dari komunitas dengan menimbang pada komunitas penutur bahasa Jerman di kawasan Brusel):

          * Kawasan Flemish;

          * Kawasan Walloon; dan

          * Kawasan Brusel-Ibukota.

Konflik di antara mereka dipecahkan oleh Pengadilan Arbitrasi. Pengaturan itu memungkinkan kompromisasi antara budaya-budaya yang jauh berbeda hingga hidup dengan damai bersama. Komunitas Flemish menyerap Kawasan Flemish pada 1980 untuk membentuk pemerintahan bangsa Flemish.Perbatasan yang saling melengkapi atas kawasan dan komunitas itu telah menciptakan 2 keanehan khusus: wilayah Kawasan Brusel-Ibukota termasuk Komunitas Flemish dan Prancis, dan keseluruhan wilayah Komunitas penutur bahasa Jerman terletak di dalam Kawasan Walloon. Kawasan Flemish dan Walloon terbagi lebih lanjut dalam entitas administratif yakni provinsi. Saya agak sedikit bingung mempelajari keanehan-keanehan yang terjadi di negara kecil ini berkaitan dengan pembagian wilayah. Bayangkan saja, dalam pemerintahan suatu negara terdiri dari blok pimpinan yang terbagi berdasarkan bahasanya. Komunitas yang paling ekstrim dan fanatic terhadap bahasa adalah komunitas bahasa Perancis, mereka tidak mau mempelajari dan menggunakan bahasa lain tetapi malah mengharuskan komunitas bahasa lain dipemerintahan mempelajari dan menggunakan bahasa Perancis. Sehingga tidak jarang konflik karena perbedaan bahasa dan pembagian wilayah sering terjadi. Isu hangat yang masih sering muncul hingga kini adalah pembagian negara Belgia menjadi 2 negara berdasarkan bahasa masing-masing.

Kemudian, di tingkat teratas pengaturan 3 deret bertingkat ini ialah pemerintah federal, yang mengatur urusan luar negeri, bantuan pembangunan, pertahanan, militer, polisi, pengaturan ekonomi, kesejahteraan sosial, keamanan sosial, transportasi, energi, telekomunikasi, dan penelitian ilmiah, persaingan terbatas dalam pendidikan dan budaya, dan pengawasan pajak oleh otoritas regional. Pemerintah federal mengendalikan lebih dari 90% semua pajak. Pemerintah komunitas bertanggung jawab untuk pengembangan bahasa, budaya, dan pendidikan di sebagian besar sekolah, perpustakaan, dan teater. Deret tingkat 3 ialah pemerintah regional, yang mengatur sebagian besar tanah dan kepemilikan seperti perumahan, tranportasi, dll. Sebagai contoh, izin bangunan buat sekolah di Brusel milik sistem sekolah negeri akan diatur oleh pemerintah regional Brusel. Namun, sekolah sebagai lembaga akan jatuh di bawah pengaturan pemerintah Flandria jika bahasa utama pengajaran ialah bahasa Belanda, namun di bawah pemerintah Komunitas Prancis jika bahasa utamanya ialah bahasa Prancis.

Oke, kita beralih dari masalah pemerintahan Belgia menuju kawasan wisata disana yang tentunya akan lebih menarik untuk dibahas. Belgia memiliki banyak kawasan cantik di masing-masing kotanya. Beberapa kota besar yang akan saya bahas disini adalah : Hasselt, Leuven, Brussel, Antwerpent dan Brugge. Sebenarnya Belgie tidak hanya memiliki 5 kota tersebut, masih banyak kota-kota besar lainnya yang menarik untuk dibahas seperti misalnya Gent st.Peter yang dikenal sebagai kota pelajar, Namur yang terkenal dengan pemandangan sawah,perbukitan dan hutan cantik, Arlon yang berbatasan langsung dengan Luxembourg dan beberapa kota lain yang tentunya akan sangat panjang untuk dibahas.

Hasselt

Saya mulai dari kota ini karena merupakan kota cantik terdekat dari rumah tinggal sementara saya. Kota yang memiliki luas 102.24 km persegi ini merupakan kota cantik yang banyak terdapat deretan café yang menawarkan minuman bir rasa buah khas belgia. Selain itu, dipusat kota Hasselt terdapat beberapa rumah unik yang merupakan rumah kuno dengan tipe arsitektural garis-garis yang ditonjolkan. Seperti halnya kota-kota lainnya, Hasselt memilki acara karnaval yang biasanya dipusatkan di city hall of Hasselt. Saya bersama teman dari Bavaria, Germany sempat mengikuti parade dan pembukaan karnaval di city hal itu. Kami masuk kedalam city hall dengan mengenakan kostum unik yang disediakan oleh pihak penyelenggara. Pembukaan dilakukan layaknya pembukaan suatu ajang besar dengan dihadiri oleh pimpinan parade yang ketika itu mengenakan kostum kerajaan. Suguhan berupa wijn dengan kadar alcohol beragam dihidangkan keliling oleh para pelayan.

Saya tidak ketinggalan mencicipi wijn berkadal alcohol tinggi 1 sloki dan ikut berpesta diantara para tamu di cityhall tersebut. Memang agak sedikit mabuk karena tidak terbiasa dengan kadar alcohol setinggi itu, tapi bukan berarti saya kehilangan kesadaran ketika itu. Kami menikmati acara hanya 30 menit disana lalu kemudian keluar karena terlalu padatnya pengunjung didalam. Kota ini merupakan kota jujugan saya dan beberapa teman dari negara lain untuk sekedar berkumpul, nongkrong di café maupun window shoping bersama. Memang tidak terlalu banyak hal yang bisa ditonjolkan dari kota Hasselt, namun café yang bertebaran dan suasana kota yang nyaman membuat kota ini menjadi indah untuk dijadikan tempat berkumpul. Berikut beberapa jujugan wisata yang ditawarkan oleh kota Hasselt :

  • The abbey of Herkenrode in Kuringen
  • The Airfield of Kiewit
  • The different historical buildings and museums in the city
  • The Japanese garden
  • The Kapermolenpark
  • The National Bank of architect Henri Van Dievoet.
  • The nature field Kiewit
  • The Refugehuis of the abbey of Herkenrode
  • The St. Quentin’s Cathedral
  • The town park, to the cultural centre
  • The Virga Jesse Basilica
  • National jenever museum

Leuven

Mengunjungi kota Leuven pertama kali membuat saya agak sedikit bingung. Saya janjian dengan seorang pensiunan dosen KU Leuven yang bersedia menemani saya berkeliling Leuven sekaligus memberi tumpangan saya untuk tinggal semalam di kota cantik tersebut. Kedatangan saya yang dijadwalkan di Leuven pukul 11 siang agak sedikit molor lantaran saya ketinggalan bus. Untungnya Mevrow Mirese, kawan baru saya itu, dengan setia menunggu kedatangan saya di stasiun Leuven. Setelah seremonial berkenalan dengan beliau selesai, akhirnya beliau mengajak saya makan siang di salah satu kantin di universitas Leuven. Leuven dikenal sebagai kota Pelajar dimana disana terdapat sebuah universitas yang katanya merupakan univ terbesar di Belgia yaitu KU Leuven. Saya sempat diajak berkeliling di area univ. Leuven dan saya melihat beberapa keunikan dari univ. ini. Sebuah universitas tua,besar dan megah di salah satu negara Eropa dengan didominasi oleh mahasiswa berkebangsaan Asia khususnya China didalamnya. Yaa.. KU Leuven memang memiliki kerja sama dengan universitas di China sehingga banyak sekali mahasiswa China yang melanjutkan pendidikannya di universitas tersebut. Bukti kerja sama yang kuat tersebut bisa dilihat dari terdapatnya kantor khusus hubungan kerja sama China-KU leuven di salah satu sudut bangunan universitas. Bahkan, menurut Mirese, dalam 1 kelas berkapasitas 60 orang yang dulu pernah diajarnya hanya terdapat 4 siswa Eropa sedangkan sisanya adalah mahasiswa China. Saya diajak mengunjungi Perpustakaan universitas. Perpustakaan ini merupakan hasil karya dari seorang arsitektur berkebangsaan Amerika yaitu Whitney Warren dan merupakan hadiah Amerika untuk Leuven setelah perang dunia I namun kemudian dibakar oleh Jerman. Bangunan ini kemudian diperbaiki lagi dan difungsikan sebagai perpustakaan hingga sekarang. Tower pada bangunan ini dianggap sebagai yang terbesar di dunia. Saya sempat masuk kedalam perpustakaan itu dan melihat deretan buku yang tertata rapi di ruang megah tersebut. Dari ruangan menuju ruangan lain saya disuguhkan sebuah pintu super besar yang tingginya mencapai 4 meter dengan ketebalan kayu kira-kira 10-15 cm dengan gaya khas klasik bangunan eropa kuno. Tidak semua pengunjung boleh masuk kedalam ruangan tersebut, hanya mahasiswa dan staff yang diperbolehkan berkunjung. Untungnya, Mirese yang merupakan salah satu staff KU Leuven memiliki tanda pengenal dan mempersilahkan saya untuk masuk ke semua ruangan di perpustakaan dengan kapasitas sebagai tamunya… Senangnyaaaa… J . Perjalanan dilanjutkan, kami melewati kawasan pusat kota yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang sangaaaaat indah, megah dan bergaya khas eropa. Saya melewati Town Hall yang dibangun pada kisaran tahun 1400an dan baru dinyatakan berdiri dengan sempurna seperti bentuknya sekarang pada tahun 1750. Saya juga diajak mengunjungi beberapa Gereja dan capel yang tentunya sangat megah. Leuven memiliki banyak sekali Gereja dan capel diantaranya Gereja St.Pieters (1425-1500) yang terdaftar dalam list Belfries Belgium and France UNESCO sejak tahun 1999, Capel Saint-Anthony, Gereja Saint Michael, Gereja Saint Quinten, dan masih banyak Gereja-gereja kecil lainnya di pusat kota. Selain itu, saya juga mengunjungi asrama mahasiswa KU Leuven yang sangat megah tetapi ketika ini sepi mahasiswa karena universitas sedang libur kuliah. Asrama yang terdiri dari ratusan kamar tersebut desainnya kuno dan bukan seperti asrama-asrama mahasiswa di Negeri Belanda yang relative lebih modern.

Kekunoan yang megah tersebut merupakan sisa dari jaman kuno dan masih terawat sampai sekarang. Perjalanan kami lanjutkan ke sebuah kampung mungil. Sebuah kampung yang terletak di pusat kota yang merupakan peninggalan jaman perang. Keunikan kampung ini adalah ukuran pintu dan bangunannya disana terkesan lebih kecil dibandingkan dengan rumah-rumah tipe eropa. Hal tersebut disebabkan oleh penghuni kampung ini dulunya adalah hanya wanita, anak-anak dan penduduk usia lanjut. Lalu kemana para prianya? Pada jaman perang, Pria dalam sebuah keluarga wajib ikut perang dan rata-rata dari mereka tewas di medan perang. Sehingga yang bersisa dalam sebuah komunitas kampung adalah hanya wanita, anak-anak dan penduduk usia lanjut. Mereka dikelompokkan dalam satu wilayah yang dibatasi dan dikelilingi oleh tembok pelindung. Kampung ini kini menjadi hak milik universitas Leuven dan digunakan sebagai guess house untuk anggota keluarga mahasiswa yang berkunjung ke Leuven. Kemudian saya berkunjung juga ke Botanical garden yaitu sebuah tempat yang menyuguhkan beragam jenis pohon dari seantero dunia dan ditempatkan pada masing-masing ruangan yang disesuaikan dengan temperature negara asal tanaman tersebut. Mungkin bagi saya orang Indonesia, melihat sekumpulan pohon semacam itu adalah sesuatu yang biasa saja, namun bagi penduduk Eropa, melihat beragam pohon adalah hal yang sangat membanggakan. Saya sedikit heran dengan Mirese yang merasa takjub dan senang sekali melihat pohon pisang dan pohon Anggrek. Tapi begitulah mereka yang takjub melihat pohon, sama halnya dengan saya yang takjub ketika pertama kali melihat salju… J Kemudian, tak lupa saya berfoto di Fonske yaitu patung terletak dipusat kota yang menggambarkan kegiatan seorang mahasiswa yang tak lepas dari buka tetapi tetap suka menenggak bir. Seperti halnya patung Manneken Pis di Brusel, patung ini juga berganti kostum setiap waktu sesuai dengan kegiatan yang berlangsung di kota Leuven.

Kunjungan terakhir saya di Leuven adalah mengunjungi Castel Arenberg yang terletak di dataran yang relative lebih tinggi, sehingga dari lokasi tersebut selain saya dapat melihat kastil kuno saya juga dapat melihat kota Leuven dari atas bukit. Indahnyaaaa…..

Setelah puas berjalan-jalan, saya diantar menuju kediaman Mirese untuk beristirahat. Kami dinner Asia cuisine made by Me dengan cookie Tempe (Mirese menganggap bahwa tempe adalah jenis panganan kue). Hal ini saya lakukan untuk introduce makanan Indonesia dan ternyata Mirese suka nasi Goreng dengan opor ayam dan Tempe. Untuk sarapan, giliran Mirese yang memasak vegetarian pasta dengan olive dan keju serta sup jamur yang sangat lezat. Kunjungan ke Leuven saya akhiri dengan mengikuti kegiatan social di alun-alun kota dan mengikuti seminar tentang wanita di kantor dinas social. Semuanya terasa sangat menyenangkan…

Brussels

Kota ini merupakan ibukota dari negara Belgia dan juga merupakan homebase dari komite uni-Eropa sehingga sebagai pusat perhatian dunia, kota ini selalu berusaha menyuguhkan kemolekan dan kecantikannya sepanjang tahun. Terhitung lebih dari 5 kali saya mengunjungi kota ini dan disetiap musimnya, Brussels selalu menampilkan kecantikannya dan keunikan dimasing-masing musim. Brussels terkenal dengan bangunan-bangunan kuno yang merupakan warisan peninggalan masa lalu yang masih sangat megah dan indah berdiri di setiap sudut kota. Grote Markt atau pasar besar adalah alun-alun yang merupakan jantung kota dan disinilah kita dapat melihat jejeran bangunan-bangunan kuno dan megah yang kira-kira didirikan pada sekitar abad 17-18.

Saya menyusuri jalanan kecil di kota ini dan menemukan banyak sekali spot menarik. Selain menyuguhkan kekunoan dan kemegahan bangunan, disana saya juga dapat menemukan suasana café-café yang terasa sangat Eropa. Dengan gang kecil yang lebarnya kurang lebih 2 meter, berjajar banyak sekali café yang tentunya menyuguhkan panganan-panganan khas Eropa yang menarik hati tetapi sayangnya harganya mahal. Kawan saya yang doyan ngafe bilang, jangan mengaku sudah pernah ke Brussels kalau belum mengunjungi jalan café ini. Jadi, saya memang menyempatkan diri untuk menyusuri lorong café tersebut tetapi tidak sedikitpun saya mampir disalah satunya. Menyusuri jalan kecil persis di sebelah town hall atau balai kota terdapat patung perunggu Everard’t Serclaise, seorang pahlawan Brussel yang tewas pada abad ke-14. Dengan mengelus patung ini, diyakini akan menambah keberuntungan dan akan kembali lagi mengunjungi brussel di kemudian harinya. Disini juga ada prasasti peringatan untuk Charles Buls dan para pendiri Grand Palace yang dibuat oleh Victor Horta dan Victor Rousseau. Terpisah 2 blok saja maka dapat menemukan patung legendaries Mannekin Pis, patung seorang anak kecil sedang pipis. Patung ini merupakan salah satu icon wisata kota Brussels.

Grand Palace merupakan kawasan kota tua di Brussels yang mulai didirikan pada abad ke 11 dan ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia (UNESCO World Heritage). Secara rutin tiap tahun diadakan Brussels Summer Jazz Festival dan bila musim semi tiba diselenggarakan pameran Flower carpet yang mempesona. Sayangnya, saya tidak sempat mengunjungi kegiatan Flower carpet tetapi kunjungan saya menyusuri gang demi gang di kota ini dan menikmati Indahnya pusat kota Brussels sembari berfoto disana sudah cukup membuat saya puas. Selain itu, diluar pusat kota Brussel, icon lainnya yang terkenal dan sayang sekali bila dilewatkan yaitu Atomium. Sebuah bangunan dengan bentuk unik seperti rentetan-rentetan atom berukuran raksasa dengan warna silver ini sebenarnya dulunya hanyalah sebuah symbol icon acara dunia yang diselenggarakan di Brussel. Tetapi karena keunikannya ini, bangunan ini dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata dan icon tourism di Brussel.

Antwerpen

Antwerpen merupakan kota terbesar kedua di Belgia dan juga disebut-sebut sebagai Parisnya Belgia. Maksudnya adalah, kota ini merupakan kota mode serta kota yang dikenal dengan diamontnya. Bahkan, kota ini memiliki reputasi internasional sebagai surganya desainer dan pusat perdagangan berlian di dunia. Konon, sejak raja Charles (1500-1550) berkuasa, kota ini telah menjadi kota perdagangan berlian. Kota ini memiliki keterkaitan dengan berlian selama bertahun-tahun. Selain itu, kota ini juga merupakan kota pelabuhan terbesar kedua di Eropa (setelah Rotterdam) yang pada masanya memegang peranan penting dalam sector ekonomi.

Link sumber 1 , 2 , 3

Ketakjuban akan indahnya Anwerpent sudah dimulai ketika saya menginjakkan kaki di stasiun pusat kota ini. Saya menginjakan kaki di salah satu gate kedatangan stasiun yang sangat megah itu ketika eropa sedang semarak menyambut Natal, sehingga sambutan pohon natal yang menjulang tinggi di salah satu ruang stasiun ini membuat saya benar-benar terpana. Saya sempat bingung mencari pintu keluar dari stasiun yang dibangun pada tahun 1895 ini. Stasiun ini dikonsep bukan hanya sebagai stasiun tetapi juga sebagai museum serta panggung terbuka. Bangunan yang sangat megah yang lebih mirip dengan istana negeri dongeng ini baru selesai direnovasi pada tahun 2010. Saking indahnya, stasiun Antwerpen ini mendapat predikat sebagai salah satu stasiun kereta tercantik didunia.

Ketakjuban tidak berhenti sampai disitu, keluar dari stasiun, saya dibuat takjub lagi oleh keindahan kota. Jalanannya panjang yang didominasi dengan pertokoan berjajar rapi serta diselingi oleh beberapa monument-monumen peninggalan masa lampau yang masih tegak berdiri membangkitkan hasrat untuk berfoto dimana-mana. Selain itu, terdapat juga café-café menyuguhkan berbagai menu juga berjajar di jalanan pusat kota tersebut. Dikota ini, saya melihat banyak sekali imigran-imigran gelap (maksudnya, berkulit gelap loo… ) serta imigran dari Maroko dan Turki. Selain itu, beberapa kalangan Yahudi dengan kostum khasnya bertopi tinggi dan berpakaian panjang juga tampak bersliweran di kota ini. Saya sempat mengunjungi berbagai tempat dikota ini. Beberapa diantaranya adalah gereja bergaya Gothic yang disebut dengan nama Cathedral of our lady atau dalam bahasa Vlamish-nya disebut dengan Onze Lieve Vrouwekathedral (Gereja Bunda Maria) yang dibangun pada tahun 1352 hingga 1521. Disudut kota yang lain saya juga melihat berbagai museum, salah satunya yang sempat saya kunjungi adalah Museum Rubben yang memajang berbagai karya seni menarik dan bersejarah yang tertuang dalam lukisan. Saya menyusuri sepanjang jalan di pusat kota antwerpen dan menemukan berbagai monument bersejarah. Saya sempat juga menghadiri lomba tahunan yaitu lomba marathon keliling Belgia yang diikuti oleh berbagai kalangan dan berbagai usia. Kegian ini biasanya dilakukan di pesisir pelabuhan yang dekat dengan lokasi bangunan bersejarah indah yang sayangnya saya lupa namanya. Oh iya, pada saat saya disana, Kapal RI Dewaruci yang mengarungi samudera keliling dunia sempat singgah di pelabuhan kota ini.

Brugge

Saya sempat membahas secara khusus dalam postingan saya beberapa bulan lalu tentang keindahan kota ini jadi disini saya hanya membahas sedikit saja tentang cantiknya kota ini. Brugge memang tak setenar Brussels dan Antwerpent, tetapi kota ini mempunyai 2 gelar yang memberinya tenpat dihati pelancong seperti saya : ibu kota coklat dunia dan kota abad pertengahan. Oh iya, selain itu Brugge juga terkenal dengan the venoce of Belgiun karena kanal-kanalnya yang membawa suasanya layaknya sedang berada di kota Vennice Italy.

Suasana berbau abad pertengahan tercium disetiap pojok jalan. Sangat cocok dengan slogan pariwisata kota ini “The Medieval Town”. Kisah kota ini bermula pada abad ke-9 saat kota ini ditemukan oleh pelaut-pelaut Viking. Nama Bruges atau Brugge kemungkinan berasal dari bahasa Skandinavia :Bryggia” yang berarti penghubung atau pelabuhan. Seperti layaknya kota pelabukhan, Bruggepun berkembang layaknya kota pelabuhan dan mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Terlebih pada abad ke-13, dimana kota ini menjadi kota industry nomor satu di Belgia dan kemudian dikenal sebagai kota keuangan internasional. Sisa-sisa dari masa kejayaan kota ini disulap menjadi asset yang memikat turis. Saya sangat menikmati berjalan menyusuri tiap gang dan tiap sudut dari kota cantik yang penuh dengan kanal ini. Selain itu, menikmati coklat di kota ini juga menjadi pilihan yang sangat tepat. Museum coklat dan museum bir juga menjadi tempat terunik dan menyenangkan yang saya kunjungi ketika di Brugge. Oh iya, kota ini juga punya dokar atau kereta kuda juga lo dan dijadikan sebagai icon penarik wisatawan… wahh, serasa di jogjanya Eropa… Juga terdapat monumen-monumen unik yang menggambarkan pekerja yang bersepeda sambil bergaya. Saya sendiri tidak tahu maksud dari karya seni tersebut..yang pasti saya sudah sempat berfoto beberapa kali dilokasi tersebut untuk mengabadikan momen…🙂

 

Sekian perjalanan saya menyusuri Belgia. Hanya sedikit dari sekian banyak kisah yang dapat saya tulis,tetapi rangkuman kisah ini pastinya akan menjadi rekaman memori tersendiri bagi saya kelak.

Sekian ^Tan^

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on January 18, 2012, in experince. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. wah senangnya. saya sangat suka tulisan mbak tantri. informatif dan enak dibaca. baru baca sampai di brussel. tar sambung lagi ke jujugan mbak lainnya.
    anyway busway, 5 kali ke brussel dalam rangka apa mbak?
    di bagian cerita kunjungan ke univ leuven saya langsung terbayang sekolahh harry potter. kurang lebih begitu kali ya bangunannya.
    kerena bgt satu kelas bisa 4 mahasiswa eropa dan lainnya dari cina. who;s the minority? wk wk wk wk
    ditunggu tulisan lainnya mbak

    • haii mbak Silvana terlalu memujiiiyy dueehh.. jd malu eike.. wkwkwk… 5 kali ntu ya dlm rangka main2,diajak tmn,janjian ketemuan sm temen dr NL,ke KBRI demi semangkok bakso..hahah.. dan ke toko china krn kangen makan nasi en lumpia.. wkwkwkw.. rada ndak penting yaah..:p Iya ntu deh lucu bgt KU Leuven bnyk Asianya, jd kayaknya gampang deh apply di sana toefl en IELT nda seberapa..berasa pengen skolah disana jdnya.. tp sayangnya nda ada jurusan ilmu sihir kayak HP yes..wkwkwk…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: