(Don’t) Judge the Book from it’s Cover…


Hari ini saya blanja ke salahsatu supermarket ternama di kota yg kebetulan letaknya dekeeet seipet sama rumah saya. Karena letaknya yang ndak seberapa jauh, saya memilih kostum santai a la mbok mbok di rumah yaitu T-shirt biru dongker dominan item dan celana aladin merah marun dilengkapi dengan sandal jepit. Walau berangkat dengan nyetir roda 4 my lovely si merah tampan tetapi ya tetep aja slogan don’t judge the book from it’s covernya ndak mempan.. karena kostum yang tidak sepadan dengan situasi swalayan dan tidak sama dengan pengunjung-pengunjung yang lain yang baru pulang dari kantor yg notabene keren-keren gitu alhasil saya jadi berasa beda kostum sendiri. Trus, barang belanjaan saya kali ini adalah ndak jauh dari atribut masak-memasak jadi klop deh. jadi sangat terkesan mbak-mbak asisten rumah tangga yang sedang belanja yang alhasil perlakukan pelayan jadi agak beda deh. Percaya ndak percaya, walau ada slogan don’t judge the book from it’s cover tetapi tidak berlaku untuk ini. teteeeep aja makluk-makluk yang ada di swalayan tersebut mengjudge dari cover ato kostum saya tadi…. #atau cuma perasaan saya aja yaa?!

eh, tapi pernah lo suatu ketika saya jalan sama “abang ketemu gede saya” (baca:pacar :p ) ke salah satu mall besar dan mahal di kota. Mall itu memang berkonsep layaknya belanja di S’pore jadi sudah barang tentu bahwa yang dijual disana adalah barang-barang yang branded terbitan ternama luar negeri. Nah..bodohnya kami kala itu adalah kami mengenakan pakaian yang super duper biasa dan santai padahal seantero pengunjung di mall itu mengenakan kostum kinclong yang waaaah serta berdandan super modis dan cantik. alhasil, saya bandingkan ketika saya masuk ke toko jam branded disaan saya pakai pakaian santai dengan pakaian kinclong, kami ditawari jam-jam dengan harga mahal waktu kami pake baju kinclong dan dandan asoiy.. sebaliknya, kami ditawari jam biasa saja dengan nada ketus ketika kami pakai baju biasa aja…

hmmmm… kesimpulan yang terlalu direct dan ndak edukatif adalah : Pakailah baju yang modis dan berdandanlah yang cantik/tampan jika anda ingin dihargai. Benarkah kesimpulan saya ini sodara-sodara sebangsa?!! Sepertinya cara inilah yang digunakan oleh para pejabat-pejabat tinggi untuk membuat rakyatnya hormat dan menghargai mereka. Pakai Jas, dasi dan sering senyum….  tapi, isi hati dan kepala mereka apa benar seindah cover kostum dan senyum yang mereka image kan ke rakyat??!! Who Knows?

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on January 27, 2012, in experince. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: