Keanekaragaman Bahasa…..


Ini adalah postingan pertama saya di bulan Maret… fyuhhh setelah disibukkan oleh beragam sesuatuhh yang jauh lebih penting dari pada menulis blog, akhirnya sekarang saya sempat menulis lagi. Memikirkan hal-hal yang ndak penting, lalu menelaahnya dalam-dalam hingga muncul beragam pertanyaan, lalu mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut. Jawaban dirangkum hingga akhirnya menghasilkan sebuah artikel yang mungkin bermanfaat bagi sebagian orang tetapi mungkin malah menjadi sampah otak bagi sebagian orang lainnya. Nah, bahasan saya kali ini adalah mengenai keragaman bahasa di Tanah air Indonesia ini. Ide materi ini berawal dari pengalaman-pengalaman kecil yang membuat saya sedikit berpikir dan memunculkan pertanyaan ini: kenapa kebanyakan orang Indonesia sering ciut nyali kalau disuruh berkoar-koar dengan bahasa Inggris? dan sebaliknya, kenapa warga negara lain yang juga punya bahasa negara sendiri faseh menggunakan bahasa Inggris?

Suatu hari ketika saya tinggal sementara di suatu negara yang bukan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa negaranya, saya dibuat takjub oleh seorang opa-oma (kakek-nenek) yang fasih menggunakan bahasa Inggris. Kalau saya bandingkan dengan kakek-nenek saya yang kemampuan bahasa Inggrisnya hanya sebatas yes and no, mereka jauh lebih jago. Lalu, semakin saya takjub lagi ketika mengetahui ternyata mereka juga fasih menggunakan bahasa Prancis dan sedikit Bahasa Jerman. Woooww.. bukan cuma sepasang oma-opa itu yang mahir berbahasa, malah ada beberapa bocah sekolah dasar bisa menggunakan bahasa Perancis dan Inggris selain bahasa negaranya. Bukan cuma satu atau dua orang yang mahir berbahasa asing, sebagian besar dari mereka menguasai lebih dari 2 bahasa. Saya pun ciut nyali ketika ditanya mengenai bahasa apa yang saya kuasai.. saya hanya menguasai Bahasa Indonesia (yang menurut mereka ndak keren), bahasa Inggris yang gramatikanya masih kacau balau dan bahasa Belanda (yang bercampur bahasa tarzan). Sedangkan mereka kalau ditanya bahasa apa yang dikuasai, dengan nada datar mereka jawab.. “only English, Netherlands, Germany, France dan still learning Spain language“. Saya agak miris dengan kalimat yang diawali kata ONLY tersebut… Wowww..

Nah, pengalaman itulah yang memunculkan pertanyaan: “kok orang Indonesia kemampuan berbahasa asingnya minim sekali yah jika dibandingkan dengan orang luar negeri?”. Berarti orang Indonesia Blo’on-blo’ong donk?? eittzzz tunggu dulu.. ada satu alasan kenapa kemampuan bahasa kita yang cenderung minim. BAHASA DAERAH..  Ya’.. mungkin keragaman bahasa daerahlah yang membuat otak orang Indonesia full of bahasa. Sehingga kita orang Indonesia cenderung malas belajar dan menggunakan bahasa Inggris yang notabene merupakan bahasa Internasional. gemana enggak, contohnya saya nih. Saya hidup disuatu kota yang bukan kampung halaman saya dan menggunakan bahasa Jawa ala Suroboyo dalam berkomunikasi dengan temen-temen kota ini. Tetapi, dirumah dominasi bahasa yang dipakai adalah bahasa kampung halaman yaitu Bali selain bahasa Indonesia. lalu, teman-teman saya sebagian besar berasal dari luar jawa sehingga mereka menggunakan bahasa Indonesia dengan logat masing-masing daerah. Yang akhirnya mengkontaminasikan otak saya dengan beragam kata-kata serapan baru. Jadi jarang sekali saya menggunakan bahasa Inggris dan Belanda saya disini yang berakibat pada degradasi kemampuan otak… Heheheh.. Kalau saya bandingkan dengan kemampuan bahasa asing warga di kawasan perbatasan 3 negara (Jerman,Belgia dan Belanda) tempat tinggal saya dulu sama saja dengan kemampuan bahasa daerah warga perbatasan seperti saya di surabaya ini (bahasa madura, jawa surabaya dan jawa kromo ala jawa tengahan). Mereka sama-sama menguasai lebih dari satu bahasa tohh…🙂

Ya sudah.. karena cerita sudah merembet tentang bahasa, jadi saya akan mengulas tentang perkembangan bahasa di Indonesia.

Indonesia dengan luas kawasan 1.904.556 km² dan menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat yang dikeluarkan tanggal 20 Julai 2007 menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah sekitar 222 juta jiwa yang berasal dari berbagai etnis. Dengan keragaman etnis dan suku, di Indonesia terdapat sekitar 706 bahasa daerah yang digunakan sebagai bahasa ibunda khususnya dalam berkomunikasi tidak resmi dengan ahli keluarga maupun masyarakat.  Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia (RI) sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia) dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, “jang dinamakan ‘Bahasa Indonesia’ jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’, akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia”, atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatera Utara, “…bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia”. 

Walau memang, sebenarnya bahasa utama Indonesia adalah bahasa Indonesia, namun bahasa daerahlah yang kebanyakan digunakan oleh warga kususnya di daerah-daerah terpencil di pelosok tanah air. Sekian ratus bahasa daerah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah :

Bali
Bahasa Bali, Bahasa Sasak
Jawa
Bahasa Jawa
Bahasa Madura
Bahasa Sunda
Kalimantan
Bahasa Bahau
Bahasa Bajau
Bahasa Banjar
Bahasa Iban
Bahasa Kayan
Bahasa Kenya
Bahasa Klemautan
Bahasa Melayu
Bahasa Milano
Bahasa Ot-Danum
Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur
Bahasa Alor
Bahasa Ambelan
Bahasa Aru
Bahasa Banda
Bahasa Belu
Bahasa Buru
Bahasa Geloli
Bahasa Goram
Bahasa Helo
Bahasa Kadang
Bahasa Kai
Bahasa Kaisar
Bahasa Kroe
Bahasa Lain
Bahasa Leti
Bahasa Pantar
Bahasa Roma
Bahasa Rote
Bahasa Solor
Bahasa Tanibar
Bahasa Tetun
Bahasa Timor
Bahasa Wetar
Wilayah Maluku Daerah Sekitar Halmahera Selatan
Bahasa Windesi
Wilayah Maluku Daerah Sekitar Halmahera Utara 
Bahasa Ternate
Bahasa Tidore
Wilayah Maluku Daerah Sekitar Sula Bacan 

Bahasa Bacan
Bahasa Sula
Bahasa Taliabo
Wilayah Nusa Tenggara Barat 
Bahasa Sasak
Bahasa Sumba
Wilayah Nusa Tenggara Timur
Bahasa Sasak
Bahasa Sumbawa
Bahasa Tetun
Bahasa Timor
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Bungku Langku
Bahasa Bungkumori
Bahasa Laki
Bahasa Landawe
Bahasa Mapute
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Gate 

Bahasa Buol
Bahasa Gorontalo
Bahasa Kaidipan
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Gorontalo

Bahasa Bulanga
Bahasa Balantak
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Loinan
Bahasa Banggai
Bahasa Bobongko
Bahasa Loinan
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Muna Butung 
Bahasa Bonerate
Bahasa Butung
Bahasa Kalaotoa
Bahasa Karompa
Bahasa Layolo
Bahasa Walio
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel
Bahasa Bugis
Bahasa Luwu
Bahasa Makassar
Bahasa Mandar
Bahasa Pitu
Bahasa Sa’dan
Bahasa Salu
Bahasa Seko
Bahasa Uluna
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut
Bahasa Bantik
Bahasa Mongondow
Bahasa Sangir
Bahasa Talaud
Bahasa Tambulu
Bahasa Tombatu
Bahasa Tompakewa
Bahasa Tondano
Bahasa Tontembun
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Tomoni

Bahasa Tomini
Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja
Bahasa Kail
Bahasa Leboni
Bahasa Napu
Bahasa Pilpikoro
Bahasa Toraja
Bahasa Wotu, Bahasa Bada’ Besona
Wilayah Sumatera
Bahasa Aceh
Bahasa Alas
Bahasa Angkola
Bahasa Batak
Bahasa Enggano
Bahasa Gayo
Bahasa Karo
Bahasa Kubu
Bahasa Lampung
Bahasa Lom
Bahasa Mandailing
Bahasa Melayu
Bahasa Mentawai
Bahasa Minangkabau
Bahasa Nias
Bahasa Orang Laut
Bahasa Pak-Pak
Bahasa Rejang Lebong
Bahasa Riau
Bahasa Sikule
Bahasa Simulur

Waaahhh… Indonesia kaya akan bahasa yaaa.. makanya, orang-orangnya pada males belajar bahasa asing..🙂 Kesimpulan yang terlalu cepat disimpulkan memang… :p . Namun sayangnya, menurut Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Drs. Abdul Rachman Patji M.A menyatakan bahwa bahasa daerah yang mampu bertahan hanya 10% saja, sedangkan yang lainnya sudah jarang digunakan karena banyaknya arus urbanisasi dan pernikahan antar etnis.  Ancaman kepunahan bahasa daerah cenderung terjadi pada rumpun Non-Austronesia, khususnya bahasa-bahasa yang digunakan oleh para penutur yang tinggal di Indonesia bagian timur. Abdul Rachman Patji menyebutkan, jumlah bahasa daerah yang terancam punah menurut referensi penelitian adalah 169 bahasa etnis. Nahloo… itulah kenapa, belakangan ini banyak bermunculan orang-orang yang sok keminggris.. sok-sok pakai bahasa Inggris campuran bahasa daerah.. heheh..

Tulisan saya kali ini bukan bermaksud untuk menggeser Bahasa daerah dalam benak kita semua. Bukan menyalahkan bahasa daerah sebagai pengkontaminasi otak yang mengakibatkan kita malas belajar bahasa asing. Tetapi, saya hanya berusaha menyadarkan diri saya tentang betapa kayanya Indonesia yang memiliki ratusan bahasa daerah dan betapa hebatnya Indonesia yang mampu menyatukan ratusan perbedaan tersebut dalam 1 keseragaman bahasa yaitu  Bahasa Indonesia. Tinggal kita saja sebagai bangsa yang baik,harus melestarikan keanekaragaman yang telah ada tanpa mengesampingkan bahasa nasional maupun bahasa Internasional. Bahasa daerah itu penting sebagai icon budaya yang majemuk ini sehingga harus dilestarikan. Bahasa nasional juga penting untuk menyatukan kemajemukan bangsa ini. sehingga wajib digunakan Bahasa Internasionalpun juga penting untuk memajukan bangsa dengan kerjasama positif dengan seantero bumi ini sehingga wajib untuk dipelajari.

Sekian ^Tan^

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on March 1, 2012, in experince. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: