Wanita-Emansipasi-Multitasking


April mungkin menjadi bulan yang sangat dibangga-banggakan ribuan bahkan lebih wanita di Indonesia. Karena dibulan itulah Indonesia merayakan hari Kartini,hari “kelahiran” wanita Indonesia. “Hari raya” penobatan wanita Indonesia untuk berhak mendapat kesetaraan yang sesetara-setaranya dengan pria. Setara dalam bidang pendidikan, setara dalam bidang pekerjaan, setara dalam bidang kehidupan dan bahkan setara dalam bidang gaya berpakaian. Perayaan hari Kartini ini kemudian berhasil mempopulerkan suatu kata yang sering kita sebut dengan istilah EMANSIPASI. Emansipasi itu sendiri berasal dari kata …. Yang diartikan sebagai kesetaraan dan kesamaan derajat. Berkat emansipasi inilah para wanita dapat mengembangkan diri dan masuk kedalam kancah-kancah yang ratusan tahun lalu sangat tabu digeluti oleh wanita Indonesia.

Jaman dulu,ketika Indonesia masih bernaung dibawah pemerintahan Kerajaan serta penjajah, dan ketika masa-masa sebelum lahirnya R.A Kartini, Dewi Sartika dan beberapa pahlawan wanita yang sepaham dengan beliau, kaum wanita masih disisihkan. Maksudnya, kaum wanita masih dianggap nomer buncit dari jajaran kepemimpinan dan nomer ke 100 dari 10 poin tertingi sebagai jajaran pengambil keputusan. Ketika itu, ketika pendidikan Indonesia memang belum maju,wanita hanya layak berada di dapur dan rumah. Kehidupan pingitanpun yang mungkin kala itu dianggap bermaksud baik dan melindungi wanita, terus dilakukan bagi wanita-wanita ningrat. Tak ada bangku sekolah untuk wanita Indonesia, tak ada lahan pekerjaan kependidikan untuk wanita kecuali wanita asing golongan penjajah. Selain itu tak ada kebebasan untuk memilih kehidupan bagi para wanita. Cara berbicara,cara bersikap dan cara berpikirpun dibatasi oleh penguasa yang tidak lain adalah pria. Sehingga wanita hanya dianggap sebagai sosok lemah yang tidak pantas dan tidak cukup tenaga untuk bergelut dibidang yang lebih tinggi lagi, dibidang yang lebih bernilai kependidikan. Jurang kesetaraan antara pria dan wanita masih sangat dalam dan terjal sehingga sulit untuk disejajarkan.

Gebrakanpun muncul. Sosok-sosok wanita berpikiran maju dieranya pun muncul dan berani bertindak untuk memperbaiki nasib kaumnya. R.A.Kartini muncul dengan gebrakan-gebrakan pemikiran yang lebih berani,menentang tetapi tetap bernilai luhur wanita Indonesia yang berpendidikan. Dewi Sartika yang juga sepaham dengan Kartini juga bergerak maju demi kesetaraan wanita disandingkan dengan pria. Sekolah-sekolah untuk wanitapun didirikan oleh beliau-beliau yang dimaksud untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan rasa kepercaya dirian wanita. Lalu pada akhirnya setelah tahun demi tahun terlewati serta perjuangan-perjuangan beberapa pejuang kesetaraan wanita dilakukan, kini sudah nampak hasilnya. Wanitapun sudah semakin setara dengan pria dalam segala bidang. Wanitapun sudah mampu berdiri sebagai pemimpin, berdiri sebagai pengambil keputusan dan berdiri sebagai wanita yang dihormati karea pendidikan.

Jaman ini, kepopuleran wanita sudah tumbuh bagai jamur. Banyak sosok-sosok perintis kebaikan dan perintis pendidikan serta panutan masyarakat berasal dari kaum Wanita. Tidak sedikit pula wanita berdiri diposisi teratas pada sebuah organisasi kepemimpinan maupun perusahaan. Hanya selang 100 tahun lebih dari era Kartini, wanita Indonesia sudah jauh lebih maju. Butuh waktu kurang lebih 100 tahun untuk menapaki masa-masa keemasan wanita seperti sekarang ini. Kini, usaha Kartini dan kawan-kawanpun sudah menjadi terang setelah sekian lama berada dikegelapan. Yaa.. Emansipasipun berhasil dan wanita sekarang sudah semakin berani menampakkan jadi diri keperkasaan sebagai wanita Indonesia

Namun sayangnya, emansipasi yang semestinya ditandai dengan semakin baiknya kualitas hidup wanita malah menjadi boomerang bagi wanita itu sendiri. Coba kita lihat, bagaimana kehidupan wanita masa sekarang, bagaimana keberaniaan tanpa batas wanita untuk mengekspresikan diri hingga berujung kearah keliaran. Kesetaraan gender atau emansipasi itu kadang malah disalah artikan sebagai suatu kebebasan yang mutlak. Kebebasan wanita untuk memanfaatkan me-time yang mengatas namakan emansipasi sehingga lepas tanggung jawab terhadap keluarga. Kesetaraan yang malah berujung pada ketidak hormatan kepada pria dan kelalaian tanggung jawab terhadap keluarga. Kesetaraan juga disalah artikan sebagai kebebasan berpakaian, kebebasan untuk mengekspresikan gaya busana barat yang berujung pada tindakan asusila yang memfatalkan masa depan wanita. Kesetaraan juga disalah artikan sebagai lepasnya tanggung jawab terhadap anak yang berujung pada suramnya masa depan penerus bangsa ini. Kesetaraan juga disalah artikan sebagai kebebasan mutlak sebebas-bebasnya oleh wanita,padahal semestinya bukan iu esensi dari emansipasi.

Esensi dari emansipasi yang sebenarnya adalah : wanita Indonesia harus multitasking.. Setara dalam hal pendidikan dengan pria serta setara dalam hal pekerjaan dengan pria namun tetap berada pada tradisi luhur Indonesia bahwa pria adalah nahkoda dalam kehidupan keluarga dan wanita adalah cahaya penerang dalam pelayaran kehidupan. Tetap menjalankan pendidikan tinggi ,pekerjaan yang layak serta kehidupan keluarga dengan seimbang.

That’s the point…🙂

Sekian ^Tan^

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on June 1, 2012, in experince. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. great!! u are just right. emng bnr kok , so far lots of misunderstanding from the principal things like this.maybe we should try to understand how to control the ego when we got a chance to explore the real meaning of emancipation itself.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: