Kebahagiaan yang terbahagia itu adalah menjadi manusia yang bahagia:)


ndak sengaja hari ini saya blog-walking dan menemukan blok lawas yang created by temen lawas saya yang judulnya sempat menyentil hati kecil saya. judul yang terpampang di tampilan blog temen saya itu adalah :  “What happiness mean”.

Saya sempat agak bingung juga, apa sih arti kebahagiaan itu. Saya hidup dengan kehidupan yang datar-datar saja (yang kata teman saya, lempeng ewes ewes) yang sejauh ini apa yang saya inginkan secara materi masih dapat terpenuhi. Selama ini juga saya sempat merasakan hidup ditempat yang mungkin orang-orang ingin hidup dengan jalan hidup yang lebih menyenangkan dengan keteraturan dan kebebasan berekspresi. Sejauh ini hidup saya tidak pernah jauh dari jalan lurus yang damai. Saya memiliki pekerjaan, saya memiliki kehidupan yang tampak menyenangkan dan saya memiliki mimpi-mimpi yang mungkin beberapa jengkal lagi sudah bisa saya raih. Kelihatannya, saya cukup bahagia. Kelihatannya hidup saya cukup menyenangkan dan kelihatannya masa depan sayapun seolah putih indah membentang. Sehingga teman saya (yang mungkin memiliki jalan hidup yang lebih terjal dari saya) menobatkan saya sebagai ” the most happy women of the world” atau istilah kerennya adalah wanita beruntung…

tapi,berkebalikan dengan penobatan oleh teman saya itu, saya merasa bahwa hidup saya masih tidak bahagia. Saya punya target, saya punya mimpi dan saya punya keinginan. Tetapi sayangnya, beberapa target saya meleset. Beberapa mimpi saya hilang tidak teraih dan beberapa keinginan saya urung tergapai. Hingga akhirnya saya merasa tidak bahagia. Sangat tidak bahagia dan tidak puas dengan kehidupan saya. Hingga pada akhirnya saya menyesal dengan beberapa langkah yang telah saya pilih ini. Perasaan tidak bahagia saya itu terus muncul apabila saya melihat keatas. Melihat bahwa banyak sekali kawan-kawan yang dulunya berada dilapisan bawah kehidupan saya kini mereka telah melambai-lambai terbang kelapisan atas. Lapisan yang kelihatannya membahagiakan. Jika saya terus melihat dan melihat kelapisan lebih atas lagi, masih banyak lagi mereka-mereka yang berada disana. Melambai dan tampak bahagia. Semakin saya melihat keatas, saya semakin merasa kerdil, semakin merasa tidak bahagia dan belum cukup puas dengan kehidupan saya.

suatu ketika, saya melihat ulang ke sisi yang lainya. Saya melihat sisi bawah saya. Sisi yang mungkin semakin jarang saya lihat. Saya melihat kehidupan yang jauh terasing dan terlunta jauh dari saya. Saya melihat juga kehidupan yang susah secara materi, susah secara penghidupan. Kehidupan yang sangat memprihatinkan. Pedagang koran tua renta yang masih semangat berjualan koran diperempatan jalan dibawah terik matahari yang mungkin akan membakar habis kulit tipis tuanya yang membalut tulang tuanya. Pedagang siomai keliling yang terus berjualan walau panas dan hujan menghadangnya. Pedagang sate keliling dan pedagang-pedagang lainnya yang sangat banyak jumlahnya. Mereka semua hidup susah, mereka semua berada diantara himpitan ekonomi yang terus menyiksanya. Tetapi, sisi lain yang saya lihat dari mereka adalah.. mereka masih sering tersenyum, tertawa bahkan hingga terbahak menceritakan derita hidupnya. Mereka tertawa serta tersenyum menceritakan betapa susah menghidupi kehidupannya. Mereka tersenyum,tertawa, bercerita dan berbagi yang artinya mereka senang, mereka bahagia.

lalu, ada kawan lain yang bercerita kepada saya bahwa dia bergelimang harta tetapi dia tidak bahagia. Kawan saya yang lain juga bercerita, dia bahagia dengan hidupnya yang amat sederhanya. Sehingga dari situ saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan bukan berasal dari seberapa gunung emas berlian yang sudah saya miliki, seberapa juta mimpi dan target yang sudah saya raih. Tetapi bahagia adalah seberapa besar kemampuan saya untuk mensyukuri apa yang telah saya raih selama ini. Mensyukuri bahwa dibawah saya masih ada orang-orang yang jauh lebih menderita dan patut saya bantu. Mensyukuri bahwa masih ada yang jauh diatas saya yang bisa saya contoh supaya bisa menjadi seperti mereka.

Bahagia adalah sederhana, Mensyukuri kehidupan saya akan membawa saya jauh lebih bahagia. Apabila hati saya bahagia, mungkin saya bisa lebih dapat membahagiakan orang-orang disekitar saya.🙂

Cheers,

^Tan^

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on July 20, 2012, in experince. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: