Keinginan terakhir..


universe

judul yang agak mengerikan yah… sepertinya saya akan meninggalkan dunia ini esok hari atau malah seusainya saya menulis ini..#loooh#.. hehehe.. ndak kok, cuma bercanda.. Entah saya akan meninggal kapan, tetapi yang pasti suatu hari nanti saya akan meninggal,entah dengan cara baik-baik saja serta harum semerbak mewangi bak pahlawan ataukah meninggal dengan cara tragis. Hanya Tuhan yang tau khan.. Saya tidak bisa memilih..🙂

Berbicara tentang keinginan terkahir, pasti saya akan berpikiran bahwa keinginan ini akan datang sebelum saya mengakhiri nafas saya. Karena saya terlalu banyak keinginankeinginan yang saya targetkan dalam suatu waktu untuk saya raih jadi saya belum tau apakah sesuatu yang saya inginkan kali ini adalah merupakan keinginan terakhir saya, karena saya belum tahu kapan Tuhan akan mengambil saya dari dunia ini. Nah, kalau misalnya saya dan anda-anda sekalian tau jadwal kematian kita sendiri. Lalu apakah keinginan anda-anda sekalian??

mari.. berikan waktu saya berpikir sejenak tentang keinginan terakhir saya.. #saya ke kampus dulu untuk berpikir keras tentang keinginan terakhir saya… heehee…#

hmmmm……#sedatangnya saya dari kampus,saya lanjutkan tulisan ini#

Apabila secara tiba-tiba Tuhan muncul didepan saya dan mengatakan bahwa hari ini adalah hari terakhir bagi saya untuk menghirup aroma dunia,jadi besok adalah hari kematian saya, pasti saya kaget.. hahaaa.. siapa yang ndak kaget kalau tiba-tiba kita harus meninggal mendadak begitu yaah. Nah, kalau hal tersebut benar-benar terjadi pada saya,pasti beberapa dialog spontan terjadi antara saya dan Tuhan:

“ya…ampun Tuhan, jangan besok deeeh… besok saya masih harus mempersiapan rapat untuk audit internal. Belum lagi saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan-pekerjaan proyek dan penelitian yang belum selesai. Besok saya juga harus ngeprint sertifikat kegiatan, lalu jam 11 saja harus ngajar. Tuhan.. jangan ambil saya besok yaaa.. bagamana kalau dipending???” tawar saya.

“Tidak bisa.. jadwalmu adalah besok. Saya tidak bisa me-rearrange lagi jadwal saya karena sudah terlalu padat merayap dan merambat” Jawab Tuhan.

Lalu saya pun kembali beralasan.. “Tuhan, saya khan sudah berbuat baik, kenapa harus secepat ini saya meninggal dunia, Tuhan.. saya belum menikah..belum memcicil rumah. Asuransi saya juga belum jalan setahun. Deposito juga belum berbunga banyak. Bagaimana kalau Tuhan mengganti jadwal kematian saya dengan jadwal yang lain” Sayapun menawar dengan semakin brutalnya.

“Tidak bisa!! Pokoknya harus besok. Tidak bisa ditawar” Kata Tuhan sambil berlalu pergi.

#Kejadian dialog konyol semacam ini memang tidak mungkin terjadi. Ini hanya andai-andai saya semata#

Tetapi, kalau dialog diatas benar-benar terjadi dan saya harus mempersiapkan detik demi detik waktu saya menuju kematian maka apakah yang harus saya persiapkan untk itu???

Sayapun harus berpikir keras tentang apa yang harus saya persiapan untuk kematian saya. Dengan waktu yang sangat singkat itu, tentunya saya harus berpikir dan menimbang-nimbang lalu memutuskan tentang apa yang sebaiknya saya lakukan untuk terakhir kalinya. Berikut urut-urutan keinginan saya yang ingin saya raih sebelum saya pergi:

  1. Sebenarnya saya ingin ke Pulau Derawan dan ke Raja ampat karena saya ingin merasakan pesona Indonesia yang sudah diakui dimata internasional itu .Tetapi dengan waktu sesingkat itu,pastilah saya tidak bisa kesana. Lagi pula ini bukan keinginan tertinggi saya, tetapi keinginan inilah yang tiba-tiba muncul pertama kalinya ketika saya menulis ini.
  2. Saya ingin melanjutkan kuliah s3 di Eropa, karena saya sangat menyukai eksotisme negara-negara Eropa dan saya sangat suka dengan high education system yang diterapkan dinegara-negara barat tersebut. Tetapi, dengan waktu sesingkat ini pastilah keinginan ini tidak akan terwujud. Ya sudahlah, toh saya sudah pernah jalan-jalan gratis di eropa selama setahun.
  3. Saya ingin menikah dan memiliki keluarga yang bahagia,damai dan sejahtera. Mungkin ini adalah impian setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Tapi, lagi-lagi,dengan waktu yang sesingkat ini, saya tidak akan bisa meraih mimpi ini.
  4. Saya ingin beli rumah… saya ingin beli mobil.. saya ingiinn… hmmmm… apa lagi yaahh?!

mmmm… ternyata beberapa keinginan saya tidak bisa saya raih dengan cepat. Karena mimpi-mimpi saya diatas adalah mimpi jangka panjang yang baru dapat diraih dengan upaya dan usaha yang berproses sehingga membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Baiklah… hmmm.. Mungkin, hal yang paling mudah yang dapat saya lakukan diwaktu yang sangat singkat ini adalah: berbuat baik, menyenangkan banyak orang yang ada disekitar saya. Mungkin itu lebih mudah. Saya bisa ke atm,menarik uang saya lalu saya sumbangkan ke orang-orang yang memang membutuhkan. Lalu, menyiapkan voucher belanja untuk ibu dan adik saya karena memang ibu dan adik saya suka belanja. Mungkin saya tidak menyiapkan apa-apa untuk ayah saya,karena secara materi beliau sudah lebih. Mungkin prestasi dan segala yang saya lakukan selama ini sudah cukup buat beliau. Nah, sisa uangnya akan saya siapkan untuk upacara pemakaman saya. Deposito dan asuransi secara langsung akan pindah nama ke Ibu saya apabila saya meninggal, jadi saya tidak perlu pusing memikirkan itu. Selebihnya saya akan mendekatkan diri kepada Tuhan… Fyuhh.. akhirnya saya siap menuju hari terakhir saya walau dengan beberapa keinginan yang tertunda.

Nah.. Kejadian ini mungkin sangat jarang terjadi pada kehidupan real kita, karena kita tahu bahwa Kematian adalah salah satu rahasia kehidupan yang Tuhan persiapkan kepada kita. Tidak ada satupun yang tahu waktu kematian kita pun-juga tidak ada satupun yang berharap bahwa kematian mendadak terjadi pada orang-orang yang kita sayangi. Namun, setelah saya berandai-andai, bahwa apabila jadwal kematian kita sudah ditentukan oleh Tuhan secara mendadak, perasaan bingung pasti akan berkecambuk dalam hati. Bingung melakukan mana yang terlebih dulu ingin dilakukan dan bingung mengatur jadwal ini itu belum lagi beberapa penyesalan-penyesalan yang mungkin akan terjadi kalau missal dalam kehidupan ini kita jarang berbuat baik dan jarang mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tuhan memang maha adil. Tuhan tidak akan menunjukkan kita waktu kematian kita karena Tuhan tidak ingin kita bingung untuk mempersiapkan itu. Kematian akan datang secara tiba-tiba dan entah apakah disaat kita sudah merasa cukup menikmati kehidupan ini ataukah belum. Entah apakah disaat kita sudah meraih segala impian-impian kita atau belum. Entah disaat sudah cukupkah kebaikan yang kita tabur dalam kehidupan ini demi membahagiakan orang disekitar kita atau belum. Entah disaat sudah cukup dekatkan kita dengan Tuhan ataukah justru sama sekali tidak pernah mengingat Tuhan. Kematian datang sangat mendadak,sehingga persiapan matang harus betul-betul dilaksanakan mulai sekarang. Bukan persiapan materi yang harus kita lakukan, bukan pula persiapan fisik atau persiapan-persiapan aneh lainnya layaknya bersiap hendak kepesta.

Persiapan yang termudah yang bisa dijadikan bekal kita apabila tiba-tiba kita dipanggil Tuhan adalah bekal : Kebaikan. Perbuatan baik akan membahagiakan orang lain dan juga akan mententramkan hati kita. Dengan berbuat baik pula kita akan merasa lebih dekat dengan Tuhan. Percuma kalau kita hanya rajin membaca Kitab suci dan rajin sembahyang, tetapi tanpa berbuat baik dan tidak pernah membahagiakan orang disekitar kita.Percuma juga kalau kita sering menyebut nama Tuhan tanpa pernah sekalipun membantu orang-orang yang kesusahan atau malah lebih sering menyusahkan orang lain.

Jadi, berbuat baiklah dari sekarang. Tebarkan senyum kepada orang-orang disekitar kita maka Tuhan akan tersenyum manis kepada kita. Sehingga bekal budi-baik kita untuk menghadapi kematian yang tiba-tiba, akan cukup🙂

Selamat berbuat baik kawan!🙂

jawaban_tuhan

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on December 9, 2012, in experince. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. kalau bingung pengen nya apa aja,,buat dream board aja tan,,tulis semua keinginan dan harapan di board tersebut…kebanyakan kegagalan dalam hidup adalah tidak tahu apa yang diinginkan dan di cita-cita kan semasa hidup…
    *keep blogging tan* hahahaha…klo ngga gitu aku ga ada temannya ngeblog…

    • weleeh, bisa2 dreaming board-ku penuuuh, kebanyakan maunya sih..haahaa.. iyaa donk,maunya ngeblog iseng-isengan sehari sekali..tp ternyata hrs bagi waktu dng tulisan2 seriusan en kerjaan ini itu..😀.. jd ngeblognya pas lowong ajah.. :p tentunya dng tema tulisan ndak sedasyat en setinggi level tulisanmu Nyom… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: