Cantik Vs Bokek


yaakk….saya ini adalah jenis perempuan yang ndak terlalu heboh memikirkan masalah kecantikan dan haha-hihi nongkrong disalon, sauna, spa atau sebangsanya. Saya juga jenis perempuan yang sama sekali ndak rela kalau uang dipasrahkan untuk mem-permak diri menjadi menawan bak Cleopatra. Tapi, saya adalah perempuan yang produksi minyak di kulit wajah berlebih. Mungkin kalau ada alat memeras minyak dikulit wajah, dalam seminggu wajah saya bisa menghasilkan minyak seliter. Kalau minyak itu bisa di pertinggi kadar oktannya dan diproses menjadi bahan bakar minyak,mungkin saya tidak perlu membeli bensin lagi untuk mobil saya. Atau kalau minyak produksi wajah saya bisa diproses menjadi minyak goreng, tentunya saya ndak perlu beli minyak goreng yang harga seliternya mencapai kisaran belasan ribu hingga puluhan ribu. Hemaat khan jadinya.. hehehe.. #ngaco ihh#. Tapi nyatanya, minyak-minyak di wajah saya tidak bisa berubah menjadi BBM atau minyak goreng. Minyak itu malah berubah bak power ranger #ngaco lagi# menjadi rentetan jerawat yang kadang muncul kadang sirna dari wajah saya. Untuk menghilangkannya tentunya saya harus mempunyai trik khusus sodaraaa-sodaraaa… dan sayangnya, trik khusus itu belum saya temukan hingga detik ini…

Teori-teori per-jerawatan sudah saya pelajari demi menghindari adanya jerawat di wajah saya.heehee… memang sih, saya tidak terlalu berjerawat dan jerawat itupun tidak melulu intens nangkring di wajah saya. Hanya saja, minyak-minyak yang berakumulasi menjadi komedo atau hanya sejenis kilapan-kilapan pada wajah selalu saja terjadi. Saya ingat, dulu semasa saya masih di-suplai kehidupan (maksudnye, masih dikasi sangu sama ibu saya..heehee..), ibu saya selalu berhasil menyeret saya kesalon untuk melakukan “ritual-ritual” kewanitaan di salon. Dan pastinya kala itu, ibu saya yang mbayar. Seiring berjalannya waktu, ketika saya sudah punya penghasilan sendiri dan merasakan betapa susahnya cari duit, akhirnya saya jadi pikir-pikir ulang kalau mau “ber-ritual-ritual ria” ke salon. heehee..

akhirnyaa, atas nama pengiritan dan atas nama males ngantri disalon apalagi dikala weekend, walhasil saya menyediakan beberapa perlengkapan ritual untuk mempercantik kulit wajah dirumah. Jadiii, saya punya scrub yang dipake 2 minggu sekali, saya punya masker dengan berbagai fungsi dan warna yang dikususkan untuk kulit berminyak, saya juga punya berbagai jenis cream-cream untuk kulit berminyak, selain itu saya juga punya pembersih wajah berminyak lengkap. Sebelumnya, saya sudah coba untuk ke dokter tapi efek ketergantungan memperparah kondisi wajah saya kalau saya berhenti menggunakan produk si dokter. Jadi, sayapun memulai “ritual-ritual” di rumah.. heehee..Karena saya beranggapan bahwa putri-putri keraton dijaman yang belum ada salon dan spa aja bisa cantik menggunakan cara tradisional, kenapa kita tidak?!! Laluuu seiring berjalannya waktu, atas nama kesibukan dan kemalasan (penyakittt yang ndak sembuh-sembuh..), usaha pengiritan untuk mempercantik diri dirumahpun tersendat-sendat, mulai kembang kempis dan beberapa minggu ini jarang dilakukan. Selain itu, saya merasa segala macam ritual wajah yang saya lakukan ndak seberapa ngefek. Mungkin hanya mengurangi minyak 10% dari kemampuan produksi kelenjar minyak wajah saya.. fyuuhhh.. walhasil perlengkapan ritual saya mangkrak diatas meja saya.. berdebu dan usang tanda jarang dibelai..#berleebihaaan..heheh#…Kalau dipikir-pikir tujuan pengiritan sebagai tujuan utama ritual saya menjadi tidak tercapai. dan mungkin malah bukan ngirit, tapi rugi besar.. #tepok jidat#.. Penyakit malas yang menurut hipotesa saya #sok detektip# disebabkan oleh anggapan-anggapan bahwa produk yang saya beli itu harganya ndak seberapa mahal. Kalau harganya terjangkau tentunya saya jadi malas make, dan berpiriran kalau toh kalau saya tidak memakainya kerugian yang saya tanggung ndak besar-besar amat.. mungkin gitu yaak pikiran alam bawah sadar saya.. hueehee… Lalu, sayapun berusaha untuk hidup sehat saja dengan banyak minum air putih, minum madu,minum vitamin E dan cara-cara dari dalam untuk menetralkan hormon penghasil minyak ditubuh. Tapi tetaaap saja,efek nyata tak tampak…

walhasill.. bersama kawan saya di Jakarta yang beberapa hari mampir ke kota saya,kami membeli suatu produk perawatan wajah yang rada branded. Kalau yang namanya brand tentunya harganya ndak waras alias keluar dari radar jangkauan dompet perempuan macam saya yang lebih suka sok-sok-an ngirit..heehee.. Suka ndak suka, rela ndak rela karena ingin membuktikan ketokceran produk perawatan wajah yang biasa dipake artis-artis dan konsumen mendunianya ini akhirnya kamipun membeli. Produk lengkap untuk kulit berminyak yang dibanderol harga… tiiiiiittt..#sensor#. Ini merupakan satu-satunya produk wajah termahal seumur hidup saya yang pernah saya beli.. whaahaa.. dan setelah saya pakai.. well done. Memang sih harga ndak pernah bohong.. dan karena harga mahalnya ini, saya pun ndak mau merugi sehingga saya jadi ruajiiin makai. Baru beberapa kali makai,hasilnya sudah lumayan kelihatan.. #semoga bukan semacam sugesti atau penghiburan diri aja yah.hehe#. Sejauh ini, kelenjar minyak diwajah saya jadi stabil berproduksi dan mungkin itu akibat pertolongan dari produk branded yang saya pakai..^_^

Yaahh, beginilah kalau mau cantik.. Ini baru 10% dari kecantikan wanita yang harus ditanggung, belum lagi ngurusin kecantikan kulit tubuh dan lain-lain. Baru juga kulit wajah, belum lagi kulit-kulit yang lainnya.. fyuuhh.. Mau cantik memang bikin bokek yaah… dasaaarr wanitaa… #geleng-geleng kepala#

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on May 17, 2013, in experince. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: