Keranjingan baca buku dan apa aja…


buku-klasik

akhir-akhir ini saya sedang keranjingan buku. hmmm.. bukan hanya akhir-akhir ini sih sebenarnya, dari dulu saya memang sudah keranjingan buku. Sampai-sampai kaca mata saya tebel banget gara-gaya kebanyakan baca buku #sambil tiduran#.. hehehe.. Kalau jaman saya TK dulu saya doyannya baca majalah Bobo #kayaknya nih majalah beken anak-anak dijamannya dan pastinya semua anak-anak bangsa Indonesia mengenal jenis majalah ini..haahaa#, lalu donald bebek dan paman gober. Semakin berusia semakin banyaklah bacaan saya. Kalau jaman SD saya doyannya baca komik Doraemon, serial cantik sebangsa Candy-candy, Sailor moon lalu bacaan lainnya : ghostbum (gmn nulisnya yakzz…), novel-novel terjemahan karangan R.L Stain,dan lain-lain. Lalu, jaman berganti jaman,umur berganti umur, otak berkembang menjadi lebih kritis, bacaan saya merambah ke bacaan-bacaan yang lebih waah.. selain bacaan-bacaan wajib sesuai status #pelajar,mahasiswa dan pekerja#, saya masih doyan banget melototin buku-buku bacaan ringan, agak fiksi, non fiksi hingga buku-buku biografi orang-orang top. Jaman SMA saya suka baca novel-novel terjemahan, sok-sok an baca buku Kahlil Gibran yang jujur yah saya ndak ngerti. Bukan aliran saya sepertinya. Nyoba-nyoba baca bukunya Anand Khrisna dan buku-buku waah lainnya yang berjejer rapi di lemari buku dirumah saya. Ayah saya doyan banget baca, koleksi bukunya kalau dihitung jari pastinya kapasitas jari ndak memungkinkan. Jadinya kalau saya bisa jelaskan, buku Ayah saya sejumlah 3 rak buku besar penuh. Koleksi buku sayapun ndak kalah banyaknya. 3 rak buku juga, ukuran mini tapinya. heehee… Ditambah lagi, adik saya juga doyan baca buku, jadi otomatis buku-buku dirumah banyak sekali. Selera bacaan kami berbeda, Ayah saya doyan melahap buku-buku religius, filsuf-filsuf kelas berat dan buku-buku sejenisnya; Adik saya doyannya buku inspirasi hidup based from true story; Kalau saya lebih kearah biografi orang-orang Top, sejarah,budaya dan traveling. Setiap bulan minimal saya berlangganan 2 jenis majalah baik serius maupun santai. Reader digest, Intisari dan Chic langganan saya. yang intinya, saya keranjingan bacaan.. karena buku adalah jendela dunia dan banknya informasi.. tuuul ndaaak?! :p

lalu, dikala buku belum diciptakan, bagaimana yah caranya menyalurkan suatu informasi dan suatu ilmu kepada orang lain? Mengapa yah tiba-tiba buku muncul dan berkembang dan bermanfaat hingga kini? Kalau saya bayangkan jaman dulu, sebelum adanya buku, ilmu bisa berkembang dibawah pohon. Dimana ketika itu dibawah pohon murid-murid mendapatkan ilmunya yang diceritakan oleh gurunya. Kalaupun pohon ditebang, mereka masih ada sang Guru yang memberikan informasi dan ilmunya. Lalu kalau Gurunya ditebang   ehh meninggal atau pergi atau hilang atau musnah atau apalah pokoknya gurunya tiba-tiba hilang, maka informasi dan ilmu tidak bisa tersalurkan. hmm.. kalau ndak ada buku, lalu sang murid tiba-tiba lupa dengan penjelasan gurunya.. gemana donk…#bingung mencari korelasi dan inti pada pagraf ini.. ngooookk…# … #mulai bingung mau nulis apa….#

Yadeehh.. pokoknya gara-gara saya doyan sama buku, saya ceritain sejarah berkembangnya buku didunia ini deh… Begini ceritanya…. #masang tampang serius#..

Pada Zaman kuno, tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. Penyampaian informasi, cerita-cerita, nyanyian, doa-doa, maupun syair disampaiakn secara lisan dari mulut ke mulut. Karena hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. Lama kelamaan masyarakan kuno merasa kewalahan untuk menghafalkan terlalu banyak hal sehingga terpikirlah untuk menuangkannya secara tulisan dalam sebuah buku yang kala itu dosebut sebagai buku kuno. Buku kuno bukan tercetak dengan sejenis kertas seperti masa sekarang melainkan berupa tulisan-tulisan diatas keping batu/prasasti atau juga kertas yang terbuat dari papyrus.

Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut Hieroglif yang dituliskannya diatas bebatuan ataupun dikertas papyrus yang pada jaman itu berbentuk gulungan. Buku kuno pada masa itu bentuknya bukan seperti tumpukan buku pada masa sekarang melainkan berupa gulungan-gulungan. Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. Panjang gulungan papyrus ada yang mencapai puluhan meter. Karena merasa kewalahan untuk membawanya, beberapa papyrus ada yang dipotong kecil-kecil. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang panjangnya mencapai 450 meter.

Karena perkembangan jaman, papyrus yang semula berbentuk gulungan kemudian berubah menjadi codex (lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras). Perkembangan selanjutnya adalah di Timur tengah yang menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan yang dikenal sebagai Perganum dan berubah nama menjadi Perkamen yang artinya kertas kulit. Perkamen lebih kuat dan mudah dipotong dan dilipat-lipat sehingga lebih praktis. Lalu kemudian perkembangan buku yang semula berbentuk gulungan menjadi bentuk lipatan mulai berkembang pesat di Jepang dan Cina. Bentuknya seperti kain korden. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. Buku-buku jaman dulu semuanya ditulis tangan. Kalau di Indonesia, perkembangan awal buku adalah terbuat dari kertas daun lontar. Daun lontar kemudian dijilid dan berbentuk sebuah buku.

Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun yang telah mengantarkan bangsa China mengalami kemajuan pesat. Sehingga pada abad ke-dua Cina menjadi pengeksport kertas satu-satunya di dunia. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas, penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg.  Gutenberg mulai membuat mesin cetak pada abad ke-15.

What we have to know

Incunabudun. Diambil dari Bahasa Latin Incunabula yang artinya buku pertama yang dicetak sebelum tahun 1501. Buku ini bukan tulisan tangan seperti Manuskrip tetapi sudah dicetak. Terdiri dari dua macam yaitu block dan tifpgragfi. Block book terbuat dari pahatan yang sering disebut juga Xylographic sedangkan tipografi adalah cetakan yang ditekan dan dapat digerakkan.

Nah.. Buku yang saya doyanin ini ternyata memiliki sejarah yang panjang hingga akhirnya terciptalah suatu mahakarya apik dan sangat berguna ini. Tanpa buku kita tidak bisa tau tentang informasi-informasi, tanpa buku pula kita tidak bisa menyimpan terlalu banyak hal didalam meori otak kita. Walau buku kini sudah bermetamorfosa menjadi buku dengan bentuk-bentuk lain seperti electronik book dan sebangsanya. Yang jelas, buku apapun bentuknya masih sangat bermanfaat untuk mengisi waktu luang saya untuk mengasah otak dengan siraman-siraman informasinya. yaahh.. Buku sangat bermanfaat bagi hidup kita, masa depan kita.. tentunya buku yang dibaca loh yaa, bukan buku yang dibiarkan saja teronggok di lemari.

Mari rajin membaca buku kawan.. Karena buku adalah jendela dunia… ^^

Stitched Panorama

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on May 23, 2013, in experince. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Banyak sekali bukunya. itu raknya sendiri bukan ya>?

  2. Samaaa…bobo, doraemon, candy-candy, novel, dll. cuma R.L Stine aku gak suka. mmm, sama chick-lit kurang begitu masuk. cuma sekarang belajar baca semua genre, Favori aku Agatha Chritie ama John Grisham so far pastinya komik tetep baca walau setua ini🙂
    btw, itu poto koleksi bukunya? raknya kereeen. isinya bikin jeles😀

    • haahaa.. ternyata pecinta buku juga yakz.. doyan nge-novel ria juga yakz.. hmm.. aku sdh ndak doyan baca komik.. baca sesuatu yang loncat kanan-bawah kiri-trus kanan lagi didalam kotak-kotak bergambar rasanya membingungkan deh mbak.. hehe..😀 aihh bukan mbak, itu cuma sekedar rak buku model aja.. koleksiku mah ndak sebanyak itu…😀

      • Yupsss, isi lemari udah full banget, itu gak masuk itungan yang dipinjem tanpa dikembaliin😀
        ah, same here, 2 minggu terakhir baca komik udah gak secepat dulu lagi. dulu i hari berapa komik sekarang kebalikan beberapa hari untuk satu komik. tapi kalo novel kalo gak sibuk kerjaan sehari habis 1 buku *tergantung tebal juga sih*.
        ahhh, kerenlah yg punya rak ituh. hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: