Lombok bukan cabe.. (Part 3: Gili Trawangan)


Gili trawangan adalah salah satu tujuan wisata utama bagi para pewisata di pulau Lombok. Pulau ini adalah salah satu pulau kecil yang paling banyak di”hinggapi” pewisata dibandingkan dengan pulau kecil lainnya yaitu Gili Meno dan Gili air. Sebelumnya saya sudah pernah berkunjung kepulau ini,kira-kira 10 tahun lalu ketika bom Bali baru meledak. Karena wisata Lombok merupakan tujuan wisata ke-dua setelah Bali, sehingga dampak dari bom Bali kala itu yaitu merosotnya jumlah wisatawan juga berdampak parah hingga ke Lombok salah satunya Gili Trawangan. Ketika saya berkunjung ketempat ini kala itu, suasana pulau masih teramat sepi. Wisatawan takut berkunjung lantaran banyaknya travel warning untuk tujuan Bali maupun Lombok. Tapi kini, ketika saya berkunjung kesana. Pariwisata trawangan menggeliat. Banyak sekali kami jumpai wisatawan domestic maupun mancanegara disana. Ada yang membawa koper besar karena sengaja ingin bermalam dibanyak penginapan maupun resort tepi pantai dipulau ini. Ada juga wisatawan seperti saya yang hanya a view hour visit untuk menikmati indahnya pulau ini.

Boat ke Gili Trawangannuju Gili Trawangan Pesisir Gili trawangan

Moda transportasi menuju pulau ini hanyalah boat. Perahu bermotor yang hanya dapat ditumpangi oleh kurang lebih 20-25 penumpang. Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai kepulau ini. Durasi akan semakin lama tergantung gelombang laut. Semakin besar gelombang, semakin perahu kecil yang kami tumpangi terombang-ambing kekanan dan kiri sehingga menghambat jalannya perahu. Kurang lebih 35 menit perjalanan laut, akhirnya boat kami merapat kesebuah pulau cantik itu. Puluhan perahu sejenis dengan yang kami tumpangi lebih dulu merapat dipulau ini. Beberapa wisatawan asing saya lihat asik berfoto dan asik berenang dipesisir pulau yang memang cantik ini. Warna laut biru muda, ada beberapa kawasan yang warna lautnya biru turquoise. Seperti di Phi-phi island Thailand, cantik dan lautnya indah. Namun sayang, menurut saya terlalu ramai dan ter-explorasi terlalu banyak wisatawan. Lautnya indah seindah laut-laut tujuan wisata lain di Indonesia. Wajar kalau wisatawan mancanegara sangat mencintai keindahan Indonesia dan kawasan asia Tenggara lainnya.

Pantai GiliCafe pinggir pantai jalanan sepanjang pantai

Banyak sekali pilihan cara untuk menikmati indahnya pulau ini. Ada yang menawarkan Cidomo (cikar-dokar-motor), sejenis andong yang akan mengantarkan kita berkeliling pulau seharga 120-150rb untuk 3 orang; Ada juga yang menawarkan glass bottom boat untuk melihat indahnya pesona bawah laut dari perahu kaca seharga 60 rb; Ada yang menawarkan snorkeling dengan harga 50ribu; Ada juga pilihan lainnya yaitu diving yang membutuhkan kursus terlebih dahulu; Selain pilihan itu, kami juga boleh bersantai dipinggir pantai atau sekedar berjalan-jalan maupun bersepeda mengitari pulau. Saya dan Dene lebih memilih bersepeda santai mengitari pulau. Sudah lama kami tidak pernah bersepeda keliling Surabaya. Kali ini bersepedanya keliling Gili Trawangan. Kebetulan harga sewa sepeda per-jamnya adalah 15-25 rb tergantung jenis sepeda. Saya dan Dene menyewa sepeda ganda dengan harga sewa perjamnya 25rb saja.

Jalanan setapak selebar kurang lebih 2 meter dibuat mengitari pulau kecil ini. Jalanan yang terletak ditepi pantai itulah yang merupakan akses bagi pejalan kaki, cidomo maupun pesepeda untuk mengitari pulau. Jalanan hanya ramai dititik-titik tertentu saja. Dikawasan lain dipulau itu masih tergolong sepi dan bahkan ada lokasi private yang bisa disewa secara khusus untuk menikmati indahnya pantai ini. Ada kawasan yang khusus berjajar cafe-cafe pinggir pantai dimana disana kita dapat menikmati indahnya pantai serta saling berbaur dengan kawan atau kenalan baru disana. Ada juga kawasan elit dan privat yang menawarkan lokasi berjemur diatas pantai pasir putih dengan fasilitas yang sangat elit. Disana saya lihat banyak wisatawan mancanegara yang bersantai serta berjemur dibawah teriknya matahari. Semakin memacu sepeda kekawasan pelosok pulau, semakin sepi dan sunyi suasana yang kami dapatkan. Ada pemandangan hutan kelapa. Ada juga pemandangan pepohonan kering dipesisir pantai dimana saya lihat ada satu-dua wisatawan mancanegara yang duduk menikmati kesunyian. Ada juga beberapa yang bersiap untuk snorkeling. Semakin kepelosok menjelajahi keramaian, kami temui banyak homestay-homestay maupun vila-vila mungil ditengah pulau yang menawarkan kenyamanan dan kehidupan layaknya warga lokal pulau ini. Tipe bangunan penginapan yang didesain selokal mungkin namun dilengkapi dengan instalasi pemandian air hangat serta instalasi listrik yang baik juga banyak kami lewati saat bersepeda. Tidak butuh waktu yang sangat lama untuk mengitari setengah dari pulai ini. Cukup 30 menit saja waktu tempuh mengitari setengah pulau dengan kecepatan ngebut ala pesepeda amatir seperti kami.hehe..

Kawasan private giliKawasan private TrawanganPesisir gili trawanganPesisir

Bersepeda dibawah terik matahari siang itu cukup membuat kami berkeringat. Lama tidak bersepeda, menjadikan kami cepat-cepat mengudahi bersepeda. Selain karena lelah juga karena lapar karena tibalah sudah waktu untuk bersantap siang. Kami sempat berfoto dibeberapa spot menarik. Setelah puas bersepeda mengitari pulau dan berfoto, tibalah saatnya makan siang. Yeiiyyy makaan.. Lagi-lagi menu yang ditawarkan adalah : Plecing kangkung, Tahu lombok, ikan laut dan krupuk. Entah mengapa, selama kami dilombok menu makan siang dan malam kami selalu seputaran itu-itu saja ditambah lagi ada menu ayam taliwang dan sambal khas lombok yang saya lupa namanya. Mungkin karena mereka ingin menunjukkan menu khas lombok pada kami sebagai wisatawan domestik. Tapi kok yaa setiap hari ituu ituu saja.. hehe.. Akhirnya sesampainya di Surabaya saya berjanji bahwa selama seminggu tidak akan memasak kangkung.. (halaaahh lebay..) . Yahh oke.. setelah perut kenyang dan mata kenyang memandang indahnya gili Trawangan, kamipun kembali menumpangi boat untuk kembali kepulau utama Lombok. Tujuan berikutnya adalah belanja mutiara…

Bersepeda ganda Kembali dengan boat

(bersambung…)

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on November 20, 2013, in experince. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Yang sangat gw suka dari ke 3 gili ini, banyak nya resto yg menyediakan tempat berjemur yg sangat nyaman. Ah … jadi kangen mengila di trawangan🙂

    • sebagai orang Indonesia aseli yg kulitnya sdh cukup eksotis (baca: agak sedikit gelap), sy menghindari berjemur..hehe.. atau berjemur dng properti lengkap, baju dan celana panjang,kaos kaki,topi,kacamata hitam,sunblock..hehe..but overall, Trawangan is nice..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: