Lombok bukan cabe (part 4: Mutiara Lombok)


Sepulangnya ibu saya dari Lombok 1 bulan lalu, beliau membawakan berkotak-kotak perhiasan mutiara yang Indah dari lombok. Pada saat itu ibu saya dengan bangganya memamerkan keberhasilannya membeli beberapa jenis perhiasan mutiara murah tapi indah dari Lombok. Bayangkan saja, sebuah gelang yang dirangkai dengan 3 mutiara (yang katanya asli bukan imitasi) air tawar didapatkan oleh ibu saya dengan harga 10ribu. Sedangkan bros mutiara ukuran kecil didapatkannya dengan harga 12rb. Padahal setau saya, mutiara dihasilkan dari kerang laut dalam proses yang sangat lama. Bisa sampai tahunan dan satu kerang hanya dapat menghasilkan 1 butir mutiara saja. Nah loo, ibu saya kok bisa dapat murah ya. Karena acara jalan-jalan kali ini juga “hinggap” di beberapa toko perhiasan mutiara serta pasar seni yang menawarkan perhiasan mutiara juga, maka dari itu saya mencoba untuk membandingkan jenis-jenis mutiara yang beredar disana..๐Ÿ™‚

Lombok memang terkenal dengan budidaya mutiaranya, baik air tawar maupun mutiara air laut. Mutiara memang salah satu perhiasan kelas atas yang konon katanya juga sering dikenakan oleh bangsawan romawi ketika menghadiri perjamuan orang-orang terpandang di negara itu. Chleopatra yang merupakan icon kecantikan wanita dijamannya kabarnya juga doyan dengan jenis perhiasan ini. Makanya, sayapun juga berminat untuk memburu mutiara-mutiara asli, bagus dan murah tentunya. heehee… Setibanya saya diLombok, guide dalam bus kami sudah mengingatkan bahwa selain terkenal dengan mutiara, Lombok juga terkenal dengan pedagang asongannya salah satunya pedagang asongan yang menawarkan perhiasan mutiara. Memang, perhiasan mutiara yang ditawarkan pedagang-pedangan itu harganya relatif murah tapi siapa yang tahu keasliannya. Hanya mereka yang tau.. :pย  Pedagang asongan dipulau ini terkenal gigih. Mengapa demikian? Saya berkali-kali menemukan pedagang asongan yang sama setiap saya mengunjungi tempat wisata yang berlainan. Ternyata para pedagang asongan tersebut rela mengejar bus rombongan kami dengan sepeda motor untuk menggelar dagangan disetiap tempat pemberhentian rombongan kami. Dimanapun kami berada, baik Lombok utara-Selatan maupun sisi mana-mana tiba-tiba pedagang yang sama saya temui ditempat itu. hehe..mereka datang berombongan hingga kadang membuat saya sumpek karena selalu tergiur untuk belanja.. hoohoo..

Terdapat juga banyak gerai-gerai ekslusif yang menawarkan perhiasan mutiara yang (mungkin) lebih terjamin keasliannya dibandingkan dengan mutiara yang dijual di pedagang asongan. Seperti toko perhiasan mutiara yang saya kunjungi. Bertebaran perhiasan-perhiasan mutiara baik yang dirangkai dengan emas, perak maupun hanya stainless ditawarkan digerai tersebut. Kata pegawai di gerai tersebut cara membedakan mutiara asli atau hanya sekedar imitasi adalah dengan menggitnya, apabila terdapat butiran kasar dari gigitan tersebut maka katanya itu mutiara asli. Cara lain adalah digosok-gosok,apabila keluar serbuk halus maka mutiara itu asli. Lalu cara berikutnya adalah dibakar, apabila plastik maka mutiara tersebut akan meleleh. Jika tidak ya berarti mutiara itu asli. Setelah saya membandingkan antara perhiasan mutiara yang saya beli di pedagang asongan, pedagang di toko kecil di pasar seni dan gerai eksklusif yang harganya lebih mahal saya tidak menemukan perbedaannya. Semua yang saya beli menunjukkan tanda-tanda asli. hmmmm.. saya jadi merasa rugi karena membeli dengan harga 3-4 kali lipat dari pada harga dipedagang asongan. Kawan saya ada juga yang membeli mutiara air laut yang dirangkai dengan emas. Untuk meyakinkan pembeli akan keaslian mutiara tersebut, penjual digerai tersebut memberikan sertifikat yng menunjukkan keasliannya. Sertifikatnya sih menurut saya hanya scan-scanna biasa yang..hhmmm.. yang semua pedagan saja mungkin bisa membuatnya..hehe.. Tapi, entahlah. Mutiara lombok memang cukup membuat saya penasaran. Asli atau palsu bagus atau tidak yang penting saya sudah memuaskan keinginan saya untuk berbelanja pernak-pernik dari lombok. Selain itu, saya juga sudah membantu perekonomian pedagang asongan dengan membeli barang jualannya berupa aksesoris mutiara..hehe.. Sekarang saya sudah punya sekotak perhiasan yang berisi aksesoris mutiara.. horeee…

Yasudahllah.. Sekian cerita saya dari lombok. Nanti kalau ada kesempatan lagi,akan saya lanjutkan cerita menarik tentang Lombok..๐Ÿ™‚

Sekian

Tan

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on November 22, 2013, in experince. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Eh emak gw juga demen ama mutiara lombok, kalo belanja kalap karena harga nya murah trus bisa di bagi2in ke tetangga dan sodara๐Ÿ™‚

    • ndak cuma dilombok, emak gw kalap disegala wahana wisata yang menawarkan “keindahan”harga sovenirnya.. jadi, ibu2 emang lebih men-dewa-kan “keindahan harga” oleh-oleh dibandingkan dengan keindahan objek wisatanya yah.. hehe

  2. jadi ingat waktu kelombok s4 beli souvenir dpan hotel yg asongan gitu trnyata harganya bisa 3x lipat lbh murah dibanding bli ditoko yg sdikit exlusive tau gitu kan beli diasongan heheheheh
    tp kalau ditoko khusus yg besar itu #lupanamanya mungkin mhal krn diikat emas ya mbak…
    kata perhiasan mmg slalu bs narik perhatian…๐Ÿ˜€

    • widiih kalau ngeliat aksesoris yaa seluruh perempuan dari ujung belahan bumi manapun pasti megapmegap pengen beli.. Apalagi kalau harganya murahmeriah hiphip huray..megapmegapnya bisa sambil ngiler tuh..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: