Edisi 2014: Resolusi saya….


Setelah sekian lama tidak menulis, pagi ini saya baru ada waktu untuk ngebuka blog saya lalu meng-klik add new untuk konten post yang sudah hampir sebulan tidak saya singgahi. Lalu kali ini saya berniat untuk memposting sesuatu.. hehe.. Postingan saya terakhir adalah tahun lalu, tahun 2013. Sedangkan sekarang sudah masuk di tahun 2014. wuhhheee.. semestinya saya sudah menulis postingan tentang resolusi di tahun yang baru ini yaa.. Sebenarnya saya juga menulis postingan tentang ucapan selamat hari raya Natal 2013 dan Tahun baru 2014. Tapi, kesibukan akhir tahun menjadikan hari berlalu begitu saja, dan waktu termakan oleh tumpukan pekerjaan dan tumpukan kewajiban. (ceileeeh) jadinya ndak sempet nulis dehh..(sok sibuk ihhh…) hehe.. Meskipun agak terlambat, tapi ndak apalah saya ngucapin sekarang…

SELAMAT HARI NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014. SEMOGA SEGALA PENCAPAIAN BAIK DI TAHUN 2013 DAPAT MENJADI HIKMAH TERSENDIRI DAN MENJADI MOTOR PEMICU SEMANGAT UNTUK MENJALANI 2014. SEMOGA SEGALA MIMPI YANG BELUM TERCAPAI DI TAHUN 2013 DAPAT DIRAIH PADA TAHUN 2014 INI. SEMOGA SEMUANYA DAMAI DAN BAHAGIA SELALU…๐Ÿ™‚

Berbicara tentang resolusi ditahun yang baru ini, sudah pasti setiap orang didunia sudah mempersiapkan dengan baik tentang rencana-rencana yang ingin dijalani di tahun yang baru ini. Entah rencana baik maupun rencana yang buruk. Misal nih yaa, kalau kita lihat di inpoteitmen-inpoteitmen yang sering nongol di jam-jam santai di TV, pastilah para artis diwawancarai tentang resolusi. “Guweeh ingiin karir di dunia showbizz ini makin terang benderang. Lancar karir dan lancar jodoh.. blaa..blaa..blaa” begitulah secara garis besar resolusi para artis. Kalau resolusi KPK beda lagi kali yaa.. “Ingin menangkap koruptor-koruptor dan ingin segera memperluas penjara KPK bagi koruptor”. Kalau koruptor, resolusinya mungkin akan begini “Semoga tahun ini, makin banyak “lahan basah” yang bisa dijadikan sumber-sumber untuk masuk ke rekening pribadi. Semoga tahun ini ndak ketangkep KPK”. dan resolusi-resolusi lainnya yang sudah ada dibenak setiap orang dengan perbedaan kerakter dan kehidupannya masing-masing. Sayapun juga punya beberapa resolusi di tahun 2014 ini tentunya..

Resolusi saya sebenarnya ada banyak, tetapi resolusi-resolusi itu sebagian besar adalah resolusi biasa aja. Ndak ada yang terlalu istimewa. ya gitu gitu aja.. standart resolusi seorang perempuan muda yang ingin menjadi orang sukses…๐Ÿ™‚ ya gitu deehh, biasa bangeet.. Hanya sajaa, adaย  resolusi terbaru yang harus saya tunaikan di tahun 2014. Resolusi baru ini harus naik pangkat menjadi sebuah resolusi di tahun 2014 setelah tahun-tahun sebelumnya tidak pernah bertengger di list resolusi tahun baru saya. Karena saya sudah berganti status menjadi istri, jadinya resolusi inilah yang terpilih untuk menjadi resolusi terbaru saya. Apakah itu??? 1) Saya ingin di tahun 2014 ini, saya tidak takut kecoak lagi ; Weleeehh.. apa sih hubungannya antara resolusi baru saya dengan perubahan status saya sebagai istri. Adaa banyak hubungannya. Begini ceritanya…

Suatu hari dirumah tempat tinggal yang baru, setelah menjadi sepasang suami istri (ecieeh cieeeh) sang istri sedang ribet didapur. Sang suami sedang sok-sok baik (eheeemhemm..) berkebun ditaman depan. Tiba-tiba sang istri teriak-teriak histeris sambil minta tolong. Suaranya melengking dari arah dapur. Sebagai suami baru yang baik, sang suami langsung berlari menuju dapur untuk melihat keadaan sang istri yang sedang menjerit histeris. Sang suami sudah siap membawa pentungan siap untuk memukul siapa tahu ada maling yang berupaya menculik sang istri yang sedang memotong bawang di dapur. (padahal ndak ada pintu dari dapur.. malingnya masuk lewat mana yaah? #agak fiktif#hehe..)

“Ada apa sayang?” tanya sang suami. “ituuu..ituuu… ” kata sang istri sambil menunjuk kearah sudut dapur dengan muka ketakutan. “Apaa itu, manaa-manaa? kamu lihat apa disanaa? ” Kata sang suami sambil melihat kearah yang ditunjuk sang istri sembari mencari-cari hal-hal yang membuat ngeri sang istri di sudut dapur. “Kecoaak… ” Kata sang istri sambil masih menjerit ketakutan bersiap untuk lari menjauh. “ealaaaahhhh… cuman kecoak… ” Kata sang suami. Diambilnya semprotat pembunur serangga lalu menyemprotkannya ke arah kecoak lalu membunuhnya dengan pentungan yang dibawa. Kecoakpun mati. Sang istri selamat dari “sergapan” kecoak malang itu.

Seterusnya, sang istri (yaitu saya sendiri saudara-saudara) masih saja terus berteriak-teriak ketika ada kecoak. Hingga sang suamipun sudah malas untuk menanggapinya dengan serius. Pernah suatu kali, hujan lebat dimalam hari. Dene (nama sang suami itu) belum pulang dari kerja. Saking derasnya hujan, air merembes masuk lewat lubang kamar mandi dan lewat dapur. Entah mengapa, rombongan kecoak yang berjumlah 5 berusaha “menyerang” saya yang memang pobia dengan kecoak. Alhasil saya menelepon Dene sambil berteriak teriak ketakutan bahwa ada kecoak banyak di rumah. “Bilang aja ke kecoaknya, suruh main ke rumah tetangga dulu” kata Dene santai. Sayapun kesel dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa duduk ketakutan diatas sofa sambil membawa semprotan pembunuh serangga. Apabila ada kecoak “menyerang” saya langsung menyemprotkannya dengan cairan itu. Alhasil dalam 2 jam, saya sudah menghabiskan sebotol cairan serangga untuk membunuh 5 ekor kecoak yang berusaha “menyerang” saya.

Semalam lagi-lagi hujan menyebabkan kecoak bermunculan lagi dirumah kami. Entah masuknya dari mana, yang pasti setiap hujan. Gerombolan kecoak pasti masuk entah lewat lubang mana dan berusaha menyerbu saya. Kali ini Dene ada dirumah, tetapi dia sedang tidur. Sayapun lagi-lagi “diserang” oleh gerombolan kecoak itu. Sayapun menjerit-jerit minta tolong (seperti biasa), berharap Dene bersedia bangun dan menjadi pangeran berkuda dan bersenjata semprotan obat serangga lalu menyelamatkan saya dari sergapan hewan yang ber”wajah” mengerikan itu. Jeritan pertama, tak ada tanggapan dari Dene. Jeritan saya yang kedua dan semakin keras membuat Dene bergeming lalu berkata. “Sayang, kecoaknya besar atau kecil?” tanya Dene dengan suara mengantuk. “Kecil.. ada 5.. tolooongg!!” teriak saya di dapur. “yaa kalau masih kecil dan imut, bilang saja ke mereka nanti kalau sudah besar jangan sering main ke sini, bisa disemprot obat serangga looo” kata Dene lalu melanjukan tidurnya. Sayapun kesal dan berusaha berjuang sampai titik darah yang tidak mungkin habis (halaah..) untuk mengenyahkan kecoak dari sekitar saya. Huuufff.. kecoak junior itupun berhasil saya musnahkan. Lega rasanyaa…

Dari sekian banyak cerita serangan kecoak yang saya alami dalam sekitar 3 bulan pernikahan kami, serta berdasarkan segala kondisi yang ada serta ketidakmauan Dene untuk menjadi penolong saya tatkala si kecoak datang menyerang akhirnya saya merasa bahwa kondisi ini harus segera saya musnahkan. Sehingga saya jadikan Menghilangkan Pobia terhadap kecoak menjadi salah satu resolusi penting saya di tahun 2014 ini. Entahlah bagaimana caranya.. Semoga resolusi mulia saya kali ini dapat berhasil dengan sempurna.

Selain resolusi itu, resolusi lainnya yang kalah tidak pentingnya adalah : “(maaf) buang air besar tanpa membawa bacaan ke kamar mandi”. Yaa.. saya mengalami kesulitan pup dan tidak bisa pup dengan lega dan lancar tanpa membawa buku bacaan atau sesuatu hal yang dibawa sembari nongkrong di kamar mandi. Kebiasaan ini akan baik kalau saya tidak dikejar waktu. tetapi kebiasaan ini tidak hilang pada kondisi-kondisi genting dan saya dikejar oleh banyak kegiatan dan perut saya mules. Kegiatan membaca sambil nongkrong di toilet sungguh menyita banyak waktu saya di toilet. Apalagi kalau buku yang saya baca lagi seru-serunya, bisa lama banget saya nongkrong di toilet. Dene sampai berkali kali nggedor pintu kamar mandi gara-gara saya kelamaan baca buku sambil nongkrong di toilet dan gara-garanya perut dia mules dan ngantri juga ke toilet.

Yangg semoga 2 resolusi baru saya kali ini dapat tercapai pada 2014 ini. Doakan saya yaaa kawan-kawaann…๐Ÿ™‚

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on January 6, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 19 Comments.

  1. Selamat Tahun Baru, dan semoga resolusi-nya berhasil di tahun 2014 ini ๐Ÿ™‚

    • Selamat tahun baru 2014 juga buat Pak Christ dan keluarga.. Semoga resolusi saya di tahun 2014 ini dapat berbuah manis..heheh…๐Ÿ™‚ Terima kasih..^^

  2. Selamat tahun baru mbak Tantry. Btw, suaminya kocak juga. Kecoak disuruh main ke tetangga sebelah aja lain kali kalau fatang mbak hihihiii๐Ÿ˜€ you can do it mbak๐Ÿ™‚ semangat!

    • Selamat Natal dan Tahun baru yaah mbak Messa..:) iya, kadang kocaknya kebangetan mbak dan lbh kearah ndak logis..hahaa.. yeiyy..semangaat semangaat.. I can do it… :p

  3. selamat tahun baru..selamat berusaha menggapai resolusi kecoaknya..jangan lupa saya sama windhu minta tulisannya buat buletin lentera…wkwkwkwk

  4. Happy New Year mba, hehehe pobia sama kecoak yaa… sama mbaeeee … apalagi kalau kecoa terbang huaaaaaaa langsung kabuuur๐Ÿ™‚

    Amieeen yaa mba, semoga resolusi tahun 2014 ini terwujud semua ..๐Ÿ™‚

    • Happy new year juga mba..๐Ÿ™‚ Huaaaa.. kita samaa.. hiiii apalagi kalau yg terbang.. buset daah..bisa pingsan sambil berdiri saya.. hehe.. ^^

  5. Mg resolusinya bs cpt trwujud ya heheeh, gawat jg klu smp segitu pobianya heheheheh

  6. OMG…takut kecoak..samaa..fobia gitu,.ga bisa liat ada kecoak lalu lalang didepan mata. Tapi yaa gitu para lelaki dengan santainya menghadapi fobia kita yaa..Rouil juga loh mbak…kalau ada kecoak lewat huu pasti dia bakalan godain aku pake ngarah-ngarahin kecoa biar lebih deket sama aku..
    semoga berhasil resolusi mu..hhmm kalau aku sih bakalan ga bisa ilang fobia nya. tapi kalau misalkan pada akhirnya kamu bisa menghilangkan fobia mu. Ajarin yaa๐Ÿ˜‰

  7. Toss dulu dong kita.. Sama2 fobia kecoak,gegara pernah kecoa 1 menclok di rambut ku pas lg enak2 bobok di malam hari, dan wkt itu kita lg tdr di rmh kontrakan yg udh lama kosong, sjk itu aku fbia kecoak hihihihi… Btw.. Klo aku ga betah lama2 di wc, jd klo pup pengennya cpt selese, ga kepikiran buat baca hahahahaha… Soal resolusi.. Aku ga pernah bikin resolusi, soalnya seringnya ga tercapai qiqiqiqi…

    • yeeiyyy.. saya banyak temennya yg sama2 fobia kecoak.. tooosss lagi kita donk..heheh..๐Ÿ™‚ Sejarah knp saya fobia kecoak sih rasanya faktor turunan..haha.. jadi kita bersaudara jd nda doyan sama kecoak yg nurun dari fobianya ibu.. :p baidewe,kalau perlu saya bikin perpustakaan di Toilet..haahaaa…

  8. Semoga sukses resolusinya

  9. Saya pun ga suka sama kecoa, meski belum bisa dibilang fobia. Tapi pernah suatu kali kecoak nongol pas saya mandiin anak di kamar mandi. Karena kaget dan takut saya teriak, walhasil anak saya jadi takut kecoak juga๐Ÿ˜ฆ . Saya jadi merasa bersalah Mbak, menularkan ketakutan itu. Mulai saat itu, kalo lihat kecoak saya berusaha lempeng, tanpa ekspresi, trus ngacir nyari semprotan serangga, atau sendal/sapu buat mukul si kecoa.

    Jadi semoga resolusi nya terwujud yaaa๐Ÿ™‚

    • hehe… kecoak memang biang kerok peluapan emosi jiwa dan raga dalam hati dan batin saya.. *halaahh apasihh* hahaaa… saya juga takut kecoak gara2 “baka turunan” dari ibu saya sejak dulu kala..๐Ÿ˜€

      wah, mood saya langsung kacau balau kalau sudah ngeliat kecoak mbak.. kemaren aja sampe males masak gara2 ada kecoak didapur.. *haaa alesan nih..aslinya mah males masak ajah..haahaa*

      ya gitu deh, kecoak telah mengusik rumah tangga kami..*loooo…:p *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: