Enyahkan becak dari muka bumi ini?! #loo#


Judul yang saya ambil kali ini mungkin akan me-makjleb-kan serta menusuk-nusuk lalu mencabik-cabik secara membabi buta #lohh lebay# hati para bapak pengayuh becak dijalanan kota metropolitan ini. Kesannya, saya ingin memusnahkan dan membumi hanguskan seluruh becak yang ada di dunia ini yaa.. hoohoo.. Bagaimana coba, satu hal yang sering bikin saya gemes dijalanan adalah adanya tukang becak. Bukan tukang becaknya sih yang bikin saya mangkel, tapi kecepatan sebuah becak dijalanan  itu lohh yang bikin gemes. Lebih gemes lagi kalau posisi mobil saya adalah jalan lambat-lambat dibelakang tukang becak beserta becaknya. Jalannya lambaat.. lambaaat… terontel-ontel..daaan membuat saya geregetan apalagi kalau saya dikejar sama urusan ini itu. Jadi membuat rada emosi jiwa. Tapi menjadi tidak seberapa emosi lagi setelah melihat perawakan tukang becak yang mengayuh becak tersebut, kurus, hitam,berpeluh dan tampak sedang berusaha menjalankan becaknya dengan sengebut-ngebut menurut kecepatan sebuah kendaraan becak. Jadi kasihan… Kalau dilihat dari seberapa susahnya mengayuh becak, mengapa mereka masih memilih jalan hidup sebagai seorang pengayuh becak? Tuntutan profesikah, Hobbykah, keterpaksaan ekonomikah atau tidak ada pilihan lain? Entahlah, sebelum menyimpulkan motif pekerjaan ini, mari kita simak sejarah perkembangan becak di banyak negara.

Becak pertama kali ditemukan di Jepang secara kebetulan saja. Tahun 1869, seorang pria Amerika yang bernama Goble dan menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jepang berjalan-jalan menikmati pemandangan kota Yokohama. Suatu ketika ia berpikir, bagaimana cara istrinya yang kakinya cacat bisa ikut berjalan-jalan ? Tentu diperlukan sebuah kendaraan, pikirnya. Kemudian mulailah ia menggambar kereta kecil tanpa atap diatas secarik kertas. Rancangan tersebut ia kirimkan kepada sahabatnya yang bernama Frank Pollay. Pollay membuatnya sesuai dengan rancangan Goble lalu membawanya ke seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler. Dari gambar yang telah disempurnakan itu kemudian dibuatlah becak. Orang-orang Jepang yang melihat kendaraan pribadi yang ditarik manusia itu, menamakannya “jinrikisha“. “Jin” artinya “Orang“, “riki” artinya “Tenaga“, dan “sha” artinya “Kendaraan“, yang kalau digabung artinya “Kendaraan Tenaga Manusia“.

Penarik jinrikisha menarik perhatian masyarakat Jepang pada waktu itu, khususnya para bangsawan. Namun pada tahun 1950-an becak yang ditarik manusia ini mulai menghilang dari bumi Jepang. Pada tahun 1900-an jinrikisha akhirnya diketahui juga oleh masyarakat Tiongkok. Hingga dalam waktu singkat jinrikisha dikenal sebagai kendaraan pribadi kaum bangsawan dan kendaraan umum di Tiongkok. Kendaraan ini dalam bahasa Inggris diberi nama rickshaw, sementara penghelanya dinamakan hiki. Mulai 1970, para aktivis kemanusiaan melarang rickshaw beroperasi di seluruh jalan-jalan di negeri Tiongkok. Sementara jinrikisha di Jepang sebelumnya sudah lama dilarang.

Perkembangan Becak di Berbagai Negara

Pada tahun 1930-an becak berkembang di India dan Pakistan. Dan awal tahun 1940-an becak mulai dikenal di Singapura, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Berbeda dengan jinrikisha dan rickshaw yang beroda dua dengan ban mati, becak yang dikembangkan di Asia Tenggara sudah lebih modern. Rodanya tiga dan menggunakan ban angin, mengemudikannya di kayuh dengan kedua kaki. Becak tersebut berkembang dengan cepat karena dirasakan manfaatnya besar bagi orang kaya setelah itu. Bahkan dibeberapa negara Eropa juga memiliki becak yang didesign dengan lebih rapi dan menarik. Namun becak-becak tersebut tetap mempertahankan prinsip kerjanya yakni dengan jalan di kayuh. Becak-becak ini banyak digunakan sebagai kendaraan wisata. (sumber)

Sejarah perkembangan becak di Indonesia
Sama seperti Awal mula becak, tak jelas juga kapan becak dikenal di Indonesia. Lea Jellanik dalam Seperti Roda Berputar, menulis becak didatangkan ke Batavia dari Singapura dan Hongkong pada 1930-an. Jawa Shimbun terbitan 20 Januari 1943 menyebut becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia Akhir 1930-an. Ini diperkuat dengan catatan perjalanan seorang wartawan Jepang ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar. Dalam catatan berjudul “Pen to Kamera” terbitan 1937 itu disebutkan, becak ditemukan orang Jepang yang tinggal di Makassar, bernama Seiko-san yang memiliki toko sepeda. Karena penjualan seret, pemiliknya memutar otak agar tumpukan sepeda yang tak terjual bisa dikurangi. Dia membuat kendaraan roda tiga, dan terciptalah becak. (sumber)

Becak masa kini

Cerita diatas adalah cerita sejarah perkembangan becak di seluruh dunia maupun Indonesia yang berkembang pada masa lampau. Namun, becak masa kini menjadi sebuah moda transportasi uzur yang semestinya sudah tidak layak digunakan di jalanan kota besar yang sudah terlalu penuh sesak dengan kendaraan bermotor dan mass rapid transport system. Moda transportasi system memang mengalami perkembangan yang sangat drastis. Kondisi tersebut tak lepas dari kebutuhan masyarakatnya akan kegunaan transportasi yang ada. Sehingga becak sebagai salah satu sistem angkutan darat tidak bermotor tidak lagi menjadi sebuah alternatif perjalanan. Selain memang kecepatan becak yang relatif lambat dapat menyebabkan kemacetan, juga travel time yang dapat ditempuh oleh moda ini menjadi sangat lama. Mungkin becak masih dapat dimanfaatkan sebagai moda transportasi jarak dekat di kota-kota kecil maupun pelosok-pelosok desa yang minim angkutan bermotornya.

Namun, terlepas dari dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh becak yaitu kemacetan jalanan, becak masih memiliki segi positif. Tidak menggunakan bahan bakar dan hanya bergantung pada tenaga manusia menjadikan becak sebagai salah satu tranpostasi angkut ramah lingkungan selain sepeda. Selain itu, di beberapa kota, becak juga menjadi sebuah icon suatu kota seperti halnya dokar. Semestinya, apabila becak bisa didaya gunakan dan dikembangkan menjadi suatu sistem tranportasi disuatu wilayah yang mengusung tema ramah lingkungan, akan dapat menjadi suatu icon eco-green untuk wilayah tersebut. Namun, sepertinya hal itu sulit untuk direalisasikan. Kondisi tersebut tak lepas dari semakin meningkatkan jumlah penduduk suatu wilayah yang berbanding lurus dengan semakin banyaknya kebutuhan akan moda tranportasi cepat.

berarti pertanyaannya adalah, apakah becak memang harus dimusnahkan seperti yang dilakukan pemerintahan DKI Jakarta ditahun 90an? Atau justru kendaraan bermotor yang menyebabkan macet dan polusi yang harus dimusnahkan? :p Entahlah, yang pasti kalaupun becak dimusnahkan, harus ada solusi untuk menghindari adanya pengangguran akibat ketiadaan pekerjaan si bapak tukang becak..

yah.. bersabarlah bagi pengendara bermotor yang merasa diperlambat oleh pengayuh becak yang sedang berusaha mengayuh becaknya tepat didepan kendaraan anda yang sedang melaju. Mau marah, kok ya kasihan, mau sabar kok ya sedang buru-buru jadi harus ngebut.. hehe.. bagaimana yaa semestinya?! Kalau saya sih berusaha untuk berpikiran positif, toh juga si bapak pengayuh becak sedang berusaha mengais rejeki dengan satu-satunya kemampuan dan tenaga yang dimilikinya sebagai pengayuh becak. Mungkin mereka tidak ada pilihan lain selain menjadi pengayuh becak karena minimnya pendidikan yang mereka miliki. Minimnya pendidikan tak lepas dari pemerataan kesejahteraan sosial dan pendidikan bagi penduduk di kota ini. Mungkin pekerjaan ini jauh lebih terhormat dibandingkan dengan menjadi pengemis ataupun pencopet…

Yah, semoga pemerataan pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan baik sehingga pemerataan kesejahteraan sosial penduduknya juga dapat terus berlanjut dengan baik. Semoga nantinya saya punya cukup rejeki,semangat dan tenaga untuk dapat andil dalam pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat di bidang pendidikan.🙂

sumber gambar

27 jan 2014 (Tantri)

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on January 27, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Kalau disini gak ada becak, yang ada truk-truk petani yg jalannya lelet sekali. Untungnya yg naik mobil boleh nyalip mendahului truk petani😀 ada rambu laluilintas yg menerangkan klo kita boleh nyalip truk petani, kalau harus nunggu jalan di belakang truk duuuhhh yg ibu hamil bisa lahiran dijalan kali😀 .

    • dan di sana khan tidak sepadat meranbat disini volume lalu lintasnya ya… kalau disini, padatnya sudah emejing banget.. apa lagi di Jegardah city, wuzzzz degrre saturated volume jln sdh lebih dari 100% nih…🙂

  2. apa perlu dibuatkan jalur khusus untuk becak ya, agar tidak saling mengganggu gitu

    • ya.. selama volume lalu lintas masih mencukupi, boleh juga diberi lajur khusus.. tapi, kayaknya lajur becak tidak seurgent proyek pembangunan mass rapid transport system yaa pak.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: