Cincin Api: Alam yang subur nan indah VS negara Zona bahaya letusan gunung


Pagi itu, seperti biasa saya memulai aktifitas sehari-hari sebagaimana wanita-wanita lainnya di Indonesia. Saya bangun pagi, lalu bersiap untuk menuju pasar untuk belanja ini itu mempersiapkan keperluan sarapan. Setelah membuka pintu depan lalu langkah pertama saya menginjak lantai teras, saya merasakan ada yang aneh dari pijakan kaki saya. Permukaan lantai teras licin. Terasa debu-debu halus seperti bedak pada telapak kaki saya di setiap langkah kaki saya di teras. Selain itu, mobil yang saya parkir di carport dalam yang sebagian terbuka juga tampak sangat berdebu. Pagar rumahpun mengalami nasib yang sama. Kotor dan berdebu semua. Udarapun terasa berdebu. Selain itu, matahari masih enggan untuk bersinar sebagaimana mestinya. Pagi itu Nampak seperti mendung, tetapi berdebu juga berkabut dan lebih parahnya lagi mata terasa pedih. Mungkin karena kegemaran saya membaca buku-buku tentang geologi yang berisi tentang kegempaan dan kegunung apian, saya sudah bisa menebak bahwa ada salah satu gunung aktif yang meletus dini hari atau malam sebelumnya. Awalnya saya kira G. Sinabung yang sudah berbulan-bulan “menderita batuk kronis”. Tetapi sejauh itukah dampak semburan di Sumatera hingga terasa di Surabaya? Saya mulai berpikir lebih kronis lagi bahwa Sinabung “murka” layaknya Krakatau maupun Tambora dengan jelajah abu vulkanis yang relative jauh. Namun dugaan saya keliru, ternyata G.Kelud yang memuntahkan isi perutnya serta “berbaik hati menyumbangkan” abunya ke kota lain termasuk Surabaya.

Gunang Kelud adalah salah satu gunung api yang mulai “bangun tidur” serta menaikkan status kesiagaannya setelah Gunung Sinabung “terbatuk-batuk” selama berbulan-bulan. Sebelumnya sudah pernah meletus sebagian hingga memunculkan “anak” kelud yang membentuk mangkok terbalik pada tahun 2007 lalu kemudian gunung ini tidur sebentar. Sebelumnya gunung ini sudah berkali-kali meletus hingga mendapatkan gelar sebagai gunung teraktif di Jawa Timur. Hingga geliat Gunung Sinabung kembali membangunkan Gunung Kelud yang sempat tertidur. Memang, “kesetiakawanan” aktifitas gunung api perlu diacungi jempol. Mereka selalu saling “membangunkan” dari tidur panjangnya. Apabila satu gunung aktif, gunung yang lainpun seolah-olah tidak mau kalah untuk terbangun dan kembali aktif dan malah menjadi hiperaktif. Nah itulah yang sering terjadi di Indonesia. Sebuah negara kepulauan yang dilewati oleh cincin api pembentuk deretan gunung api yang kurang lebih berjumlah 127 yang tersebar sepanjang Sumatera-jawa-Nusa tenggara-Sulawesi-Papua_Maluku dan pulau-pulau Lainnya. Hanya Pulau Kalimantan yang relative aman dari keberadaan Gunung Api. Mengapa bida demikian? Seberapa bahayakah keaktifan gunung api di Indonesia?

ring.of.fire

(sumber)

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang merupakan zona tumbukan dari tiga lempeng besar dunia : Eurasia, Hindia-Australia dan pasifik. Selain itu ada juga dua lempeng kecil. Lempeng Pasifik yang bergerak dengan kecepatan sekitar 120 mm per-tahun kearah barat-barat daya menabrak tepian utara dari Pulau Papua Nugini-Irian Jaya dan terus ke arah barat sampai ke daerah tepian timur Sulawesi.  Sedangkan Lempeng Hindia-Australia Bergerak ke Utara menumbuk Lempeng Eurasia dengan kecepatan 50-70 mm per tahun. Zona tumbukan 2 lempeng berada di sepanjang palung laut sumatera, Jawa, Bali hingga Lombok. Lempeng (benua) Australia kemudian menabrak busur kepulauan di sepanjang tepi kontinen dari tepian selatan timor-timur terus ke timur dan melingkar berlawanan arah jarum jam di Lautan Banda.

Map, Plate Tectonics World Map

(sumber)

Tabrakan dan pergeseran lempeng-lempeng besar inilah yang menghasilkan deretan busur kepulauan dan jajaran gunung api, tanah yang subur, kekayaan hayati, pemineralan yang kaya dan  khas, pengendapan sumber energy yang melimpah, rupa bumi dan kehidupan diatasnya yang menakjubkan. Namun, berada di daerah tumpukan lempeng benua merupakan suatu bencana. Indonesia juga merupakan negara dengan pulau-pulau gunung api yang paling berbahaya dan berada di jalur gunung api teraktif di dunia : Cincin api Pasifik. Jalur gunung api yang terbentuk di sepanjang tepian lempeng pasifik ini melingkar dari Amerika Selatan, Kanada, Jepang, Filipina, membuat simpul di Indonesia hingga ke kepulauan Pasifik. Jumlah gunung api tang tersebar di kepulauan Indonesia adalah yang terbanyak di dunia. Sebagian besar gunung api itu berada di pulau Jawa kemudian disusul Sumatera dan kawasan Timur Indonesia. Kawasan itu merupakan daerah yang padat penduduk sehingga dampak dari gunung api apabila meletus akan besar. Dapat dilihat dari dampak pada meletusnya Gunung Kelud maupun Gunung Sinabung belakangan ini.

Selain memunculkan lingkaran gunung api, tumbukan antar lempeng ini juga menjadi rumah bagi 90% gempa di bumi dan 81% diantaranya memiliki kekuatan yang terbesar di dunia. Sebagian gempa raksasa ini terjadi di laut dan memicu terjadi tsunami. Selama kurun waktu 1629-2012 tidak kurang dari 117 tsunami terjadi di Indonesia dimana 73% diantaranya terjadi di bagian timur Indonesia yaitu di wilayah yang terbentang dari selat Makasar hingga papua. Tsunami vulkanis raksasa terjadi setelah meletusnya gunung Krakatau 27 Agustus 1883 yang menewaskan 36417 jiwa. Tsunami tektonik super raksasa melanda pantai barat Aceh pada 26 desember 2004 yang menewasnya lebih dari 300000 jiwa dan merupakan bencana pembunuh peringkat pertama dalam sejarah manusia modern.

Indonesia memang merupakan negara kaya raya. Alam yang indah, hasil bumi serta kekayaan alam yang melimpah. Kondisi alam yang sangat memukau hingga diakui keindahannya oleh dunia memang dimiliki Indonesia. Namun dibalik keindahannya itu, Indonesia juga memiliki sumber bencana serta sumber bahaya yang tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Tercatat sudah cukup banyak bencana-bencana vulkanis maupun tektonis yang terjadi di Indonesia. Erupsi Gunung Kelud hanya sebagian kecil dari beberapa kejadian vulkanis yang telah dan akan terjadi di Indonesia. Semoga beberapa kejadian-kejadian vulkanis maupun tektonis di Indonesia yang telah terjadi di Indonesia menjadi sebuah pelajaran bagi penghuni zona bahaya di Indonesia untuk mencari metode mitigasi demi meminimalisir jumlah korban-korban yang berjatuhan akibat bencana alam yang benar-benar tidak dapat direkayasa ini.

Semoga tidak banyak korban lagi untuk terjadinya bencana alam di kemudian hari dan semoga kejadian-kejadian vulkanis belakang ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk dapat cepat pulih pasca bencana.

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on February 15, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. ilmu geografi nya T.O.P ya mbak..🙂

    • looo kok geografi sihh mbak… Geologi kaleee..hihi… beda mahh mbaa..😀 padahal bidang saya sebenernya di Geoteknik, tp entah kenapa sy kok suka bgt sama geologi juga (bukan geografi..hihi..)….

  2. mbak Tantri dosen Geologi toh ya? Pantesaan penjelasannya mantap pisaan hihi😀 pokoknya kalau meletus sekaligus semua gunung api di negara tercinta kita ini, saya yang di Kalimantan ini pun sudah pasti wassalam juga lah mbak😀

    • bukan Geologi mbak.. saya Geoteknik.. yah keluara Geo-geo-an lah.. hehe.. Kalimantan mah masalah krusialnya biasanya longsor2an gitu ya mbak kayaknya krn topografi yg naik turun trus suka bikin jalan di pinggir belokan sungai… tahun lalu sy bolak-balik ke Kalimantan cuma untuk rapat sehari ttng longsor.. stempel kaki doank.. haahaa… mbak Messa Kalimantan mana?

  3. Yep, kita tinggal di daerah cincin api, harus lebih aware soal ini dan cara-cara darurat kalau ada bencana🙂

    • iya..supaya seperti Jepang, mitigasi bencana dan kesadaran masyarakat akan bencana dinegaranya sudah bagus.. mitigasi Indonesia sdh mending dibanding thn2 lalu,tp kesadaran masy kayaknya perlu ditingkatkan..😀

  4. Mantap ni penjelasannya🙂

  5. Wow, nampaknya Mba Tantri emang suka baca buku geologi ini. hehehehe..
    Btw, mba masih di Bali? aku tanggal 28 – 30 Mei 2014 di bali, menghadiri acara nikahan temen ajah sih, sapa tau bisa bersua walau sebentar.😀

    -Yuna-

    • aku domisili surabaya mbak Yuna.. akhir mei rencana ke Bali di minggu yang banyak hari kecepitnya..🙂 ayukk mbak Yuna, kalau sempat kita ketemuan yah..🙂 japri via email tantrigeoteknik@gmail.com atau twitter @tantrigeoteknik ..🙂

      • Wuaa,,mantap..mantap,
        aku juga baru ngeh itu banyak kejepit setelah liat tanggalan, maklum orang site, gak pake tanggal merah, hitam semua. Sip. udah di-saved. sebentar aku hubungi via gmail yah, atau kalo main twitter aku follow. Thank you.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: