udah isikah? : sebuah pertanyaan serius atau sekedar basa-basi…


Gileee.. Belakangan ini saya lagi rada sensitif dengan pertanyaan yang sesuai dengan judul posting saya kali ini. Kalau pertanyaan diatas maksudnya adalah : apakah dompet saya udah isi (duit)? hehe.. nyantai aja saya jawab, ” belum isi nih.. mau ngisi..monggo!!” #sambil senyum manis#. Tapi sayangnya, pertanyaan itu bukan ditujukan ke dompet saya, tapi ditujukan pada perut saya sodara-sodara… Bukan isi nasi, isi makanan atau isi minuman, tapi isi bayi.. #huuhuuhuu#. Ditambah lagi, kalau lagi iseng blog walking kok ya ternyata temu cerita temen-temen bloger tentang kehamilannya, baru melahirkan kek dan lain-lain yang sudah sukses membuat saya semakin trenyuh yangΒ  membabi buta..#halahh mulai lebay#. yakzz.. setelah pernikahan kami yang menginjak bulan ke-7, saya belum dinyatakan hamill.. hehehee.. sedih hatikuu.. #sedih kok cengar-cengir#.

Sebenarnya biasa aja sih kalau selama 7 bulan menikah saya belum hamil, toh alasannya jelas yaitu : saya terlalu sibuk.. hehee.. alasan yang sekedar mencari alasan dan menghibur diri yah kawan. Tapi, memang sih menurut saya waktu 7 bulan itu masih waktu yang standard sebagai orang yang hidup dikota dengan segala kesibukannya sehingga belum hamil. Tetapi akan menjadi tidak standard kalau dalam beberapa waktu menerima pertanyaan yang sama dari orang-orang yang berbeda yaitu : “sudah isikah (hamil maksudnya)”? beberapa pertanyaan itu sebagian besar datang dari kawan-kawan lama. Entah sekedar basa-basi atau memang sebuah pertanyaan serius. Pertanyaan pertama seperti itu saya terima 2 bulan setelah pernikahan kami. Suatu hari saya bertemu dengan kawan lama saya di sebuah pusat perbelanjaan. Biasalaah kami ngobrol dikit. Lalu ditengah obrolan tentang kabar, si kawan saya ini bertanya gini

“Gimana Tan, sudah isikah” tanya dia.

Dengan santainya saya jawab “Belumlah, baru juga 3 bulan menikah kok ditanya gitu” jawabmu santai.

“Kamu nikahnya kapan sih?” tanya dia lagi.

“Oktober pertengahan” jawab saya

“Aku Oktober akhir, ini sudah isi 1 bulan” katanya dengan nada bangga.

“ooo..selamaat yaaa..” kata saya sambil pamit.

Yang terintas dalam pikiran saya kala itu adalah, ya ampun kawanku itu kok gaya bener sih. Tanya-tanya gitu maksudnya untuk pamer kali’ yaa kalau dia lebih unggul dalam bidang reproduksi dan peranakpinakan.hehehe… yaweslah, santai aja. Setelah itu, beberapa kali saya menerima pertanyaan pertanyaan seperti itu yang awalnya saya tanggapi dengan santai tapi lama kelamaan gemes juga kalau ditanya seperti itu. Hingga suatu ketika saya sebel dan marah teramat sangat disetiap tengah bulan karena menemukan bahwa saya masih mengalami menstruasi yang artinya bahwa saya belum juga hamil. Sempat saya berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh pada saya, kenapa orang-orang yang memang belum siap untuk hamil ternyata bisa hamil (kasus kehamilan diluar nikah). Sedangkan saya yang memang sudah siap secara mental (dilihat dari usia yang cukup) dan memang sudah menikah tetapi kok belum juga hamil. Sayapun rajin membaca artikel tentang wanita, kesehatan, kehamilan, parenting dll. Suami saya bukan perokok dan memiliki gaya hidup sehat, sayapun juga begitu. Tidak mengkonsumsi alkohol, tidak punya penyakit keturunan yang fatal, tidak pernah memelihara kucing sehinga negatif terhadap penyakit penyakit yang kontra dengan kehamilan serta beberapa alasan-alasan positif lainnya. Hingga pada akhirnya setelah saya membaca sekian banyak artikel-artikel itu, saya menyadari bahwa bisa jadi faktor kesibukan yang membuat saya masih sulit hamil. Tingkat stress yang tinggi dalam hal pekerjaan juga bisa menjadi faktor susahnya pembuahan. Akhirnya, saya sedikit demi sedikit mengurangi aktifitas yang memicu stress dan berusaha untuk menciptakan stress healing sendiri dalam pikiran saya.

Disamping itu, saya juga percaya dengan kuasa Tuhan sebagai mencipta dan penentu segalanya. Mungkin Tuhan menganggap saya belum cukup siap untuk menerima “titipan” anak dari-Nya, sehingga Tuhan memberikan saya beberapa waktu untuk bersiap-siap. Mungkin juga Tuhan menganggap bahwa apabila saya “dititipkan” bayi pada saat tingkat stress saya tinggi, bayi saya akan terlahir dengan tidak normal. Sehingga Tuhan memberikan saya waktu untuk belajar dan bersabar. Beberapa kasus yang ada disekitar saya membuat saya belajar tentunya. Kawan yang usianya jauh lebih muda dari saya yang belum menikah, tiba-tiba hamil diluar nikah. Padahal mereka belum siap untuk menjadi orang tua. Saya anggap itu adalah sebuah buah Karma dari perbuatan free sex mereka yang tidak pertanggung jawab, sehingga mereka di”titip” kan tuhan seorang bayi sebagai “hukuman” bagi mereka untuk belajar lebih dewasa dan bertanggung jawab. Kawan saya yang bertahun-tahun menikah lalu hamil, ditengah kehamilannya dia masih terlalu sibuk dalam pekerjaan sehingga membuatnya stress sehingga bayinya keguguran. Masih banyak kasus-kasus lainnya yang membuat saya sedikit banyak belajar tentang arti bersyukur dan bersabar. Tuhan masih memberi saya waktu untuk lebih belajar lagi dalam hal kehidupan sehingga nantinya saya sudah siap dan bahkan sangat siap untuk menjalankan hidup dengan status baru yaitu menjadi ibu sekaligus istri dan tetap bekerja.

Tuhan memang tidak memberi apa yang kita mau, tetapi Tuhan memberi apa yang kita butuhkan. Baiklahhhhh… mari menikmati hidup dan nevermind so deep dengan pertanyaan-pertanyaan basa-basi mereka…πŸ™‚ hehehe….

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on May 9, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. sama dong kita mbak Tan, aku pun lagi rada sensi sama pertanyaan itu. padahal kalau ntar kita udah punya anak, toh kita juga yg urus dan membesarkan, bukan merekaπŸ˜€

    • Mbak Messs.. maaph maaph.. komentarnya keselip lupa di approve kmrn.. hehe.. Iyaa mbak.. toss dulu deehh,kita samaa…πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚ Semoga segera yaah en kalau bisa samaan deh khan bisa saling posting di blog seperti blognya mbak Eka yang udah mulai isinya ttng kehamilan..hehe..#iriii#..πŸ™‚

  2. Saya kurang tahu apakah hanya di Indonesia saja orang2nya suka berbasa-basi nga penting “kapan nikah, sudah punya anak belum, kapan nambah anak?”, *emang klo sdh punya anak mau bantu support keuangan??*πŸ˜†. Yg belum hamil malah tambah setress dg berbagi pertanyaan tsb😦 .

    Beda di LN ga ada yg nanyai, bahkan mertua juga ga pernah usil sama sekali nanya2 kapan mau punya anak, pas hamil juga akan diberitahu tohπŸ˜‰ .

    • nah gitu deh.. orang Indonesia memang suka pengen tahu urusan orang, jadi sukanya nanya-nanya gitu.. hehe… Gemeees rasanya ditanyain gitu sih… Awalnya berasa nyantai aja seperti di pantai lama-lama gemes juga jadinya mbak.. heehee

  3. Pertanyaan beruntun di Indonesia banget mb. Akupun juga sekarang sudah cukup bersabar dgn pertanyaan kapan nikah, jdnya aku jawab “mohon doanya ya” xD
    Setujuuu mb. Tuhan pasti akan memberikan di waktu yang tepatπŸ™‚

    • ho’oh dehh… itu jawaban saya sebelum nikah #sambil cengarcengir# “mohon doanya aja”.. Lalu gilirang pertanyaannya berubah jadi “udah isi belum?” jawabannya #dengan muka o’on# ” udaaah.. barusan saya isi jus apokat”..πŸ˜€ Yess.. Pasrah dan berdoa saja… ^-^

  4. Komentarku koq hilang ya mbak Tan?

  5. hahaaaaa tenangggg, you re not aloneπŸ™‚

  6. Weeeww,,, curcol nih…aku gak prnh nanyain lo ya..hakhakhak..msh mending km ditanyain isi..hihihi…curcol jg

    • hahahaa… iya nih mulai curcol..πŸ˜€ heeh. ayok kapan km main kerumah.. kpn gitu bikin acara kumpul en bakar2 ikan dirumah… hehe..

  7. Kadang orang-orang kayak gitu pengen banget tak jawab: emang tabunganmu sudah cukup buat biayain anak?

    • hehe… iya ya mbak..πŸ™‚ mungkin msh berprinsip “banyak anak banyak rejeki” jadi ndak perlu tabungan.. cliiing.. ntar dateng sendiri tabungannya… ^^

  8. Pradowo Sudiarto

    Ibu Tantri, Pak Dene sudah isi?

  9. haii..lamo ga jumpaa..hehe, aku lama belum posting nulis..gara-gara sibuk ini itu..haisshh..hehe

    well, hehe, selalu kayak gitu yaa pertanyaannya, tapi setidaknya dirimu sudah mampu menjawab pertanyaan”kapan menikah” laa daku?? hahaha…

    have fun dulu cintaa berduaan dengan abang dene nya..mumpung dikasi waktu lebih barengannya…ntar kalau udah bisa punya buntut..ga bisa berdua-dua an..

    btw..#miss you#

    • hoiii.. gmn kerjaannya ente? sudah melanglang buaya..eh buana..keke.. kemana aja?
      yess… have fun doonk selagi masih enjoy berdua.. hehe.. hayuk mampir ke rumah.. *_^ baidewe..miss you too en miss you rumpirumpi lagi.. ayok kalu ke suroboyo kabar2 yah.. kite wajib jumpajumpa nih…πŸ˜€

  10. Yahh samaa ini pernikahanku udah yg ke 8 bulan kadang tiap malam nangis tapi selalu ingat kata2 la tahzan “jgn bersedih Allah pasti bersama kita dan yakin memberi yg terbaik hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: