Kenangan mungil


Siang itu kami kembali duduk di sebuah rumah mungil, tempat tinggal pertama kami yang kami sewa dari kawan lama. Rumah ini bercat putih dan berukuran mini namun sangat mampu menciptakan aura hommy di dalamnya. Kemegahan rumah baru kami belum mampu menggantikan kenangan yang tercipta dari rumah mungil ini. Dan kini, kami kembali lagi kerumah ini, rumah yang sudah hampir sebulan kami tinggalkan. Rumah sewaan yang sedari awal cukup mampu menyihir kami dengan aura kekeluargaannya kini harus benar-benar kami tinggalkan untuk kami kembalikan ke pemiliknya.

Berawal dari rencana berumah tangga; berawal dari pemikiran kami bahwa berumah tangga berarti sebuah kemandirian; Berawal juga dari keinginan kami untuk tidak numpang di rumah orang tua ataupun mertua setelah menikah, kamipun mulai bergerilya mencari tempat tinggal. Entah rumah apabila memang cocok, ataupun menyewa sementara sembari membangun rumah kami yang sebenarnya. Setelah berkeliling surabaya, membandingkan harga, mensurvey lokasi hingga menghitung jarak serta traveltime dari kantor kami masing-masing, dengan pertimbangan ini-itu kamipun memilih untuk menyewa sebuah rumah mungil di sisi pesisir Surabaya. Pertama kali kami melihat rumah itu, kami sudah langsung jatuh cinta. Rumah mungil itu bercat putih bersih, memiliki area taman yang cukup lapang serta memiliki garasi mobil yang cukup menampung si merah mobil tua saya. Mungkin karena aura yang terpancar dari rumah itu adalah aura keluarga baru, kamipun menyukai rumah itu. Ditambah lagi, ternyata pemilik asli rumah itu adalah kawan lama saya. Rumah itu hanya pernah digunakan sebulan setelah kawan saya menikah. Lalu mereka kembali kerumah orang tuanya setelah ayahnya meninggal sehingga ibunya sendirian di rumah. Rumah ini sudah dilengkapi furniture sehingga kami tak perlu terlalu memberi banyak barang untuk mengisi rumah pasca kami menikah. Lingkungan rumah ini juga kekeluargaan sekali. Tetangga kami didominasi oleh keluarga muda sehingga celoceh bocah balita selalu menghiasi pagi dan sore kami di rumah itu. Kloop deh pokoknya.

Namun, rumah sewaan tetaplah rumah sewaan yang pada akhirnya harus kami kembalikan. Rumah asli kami sudah berdiri dengan luas jauh lebih besar dibandingkan rumah sewaan mungil ini, namun kenangan yang ada didalam kemungilan rumah ini masih lebih besar dibandingkan besarnya rumah baru kami. Kami duduk kembali dirumah mungil ini untuk sekedar bernostagia sebelum ia kami kembalikan. Namun rupanya nuansa dan kenyamanan rumah mungil ini masih belum mampu membuat kami rela untuk mengembalikan ke pemiliknya. Tetapi tetap harus kami kembalikan karena kami sudah memiliki rumah sebenarnya yang akan menjadi tempat tinggal kami dengan waktu yang tak terbatas…πŸ™‚

Terima kasih untuk segala kenangan yang tercipta di dalam rumah mungil ini.. Terima kasih kecoak yang sudah beberapa kali menemaniku sebelum suami pulang..hehe.. Terima kasih banjir yang sering datang sehingga semakin membuat kami rajin bersih-bersih..haha.. Terima kasih Quinn dan adeknya, bocah kecil Hilmi (anak tetangga sebelah) yang doyan nongkrong dirumah kami.. :)Terima kasih semuanya….

Semua itu akan menjadi kenangan mungil yang berarti bagi kami…πŸ™‚

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on May 16, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Semoga di rumah yang baru akan tercipta kenangan2 baru yang lebih menyenangkan ya mbakπŸ™‚

  2. ah iya, bagian kecoaknya pernah mbak Tantri tulis dulu di blog iniπŸ˜€ congrats for your new home mbakπŸ™‚

  3. kalau sudah membicarakan kenangan banyak kenangan dari kita kecil sampai besar . ada manis ada pahit kenangan

  1. Pingback: Liebster Award – Blogger Kece | Hot Chocolate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: