Pemikiran a la bocah dan kedewasaan dalam berpikir


Semestinya postingan kali ini saya publish kemarin dalam rangka hari anak nasional. Tetapi karena kemarin masih sibuk ini itu, jadi belum sempat melanjutkan tulisan yang tertunda ini. Ya sudah deh.. siang ini saya baru sempat ngelanjutin tulisan ini….

Tanggal 23 Juli diperangati sebagai hari anak nasional  sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Sedangkan Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Negara lainnya merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain, dan perayaan ini bertujuan menghormati hak-hak anak di seluruh dunia. Peringatan hari anak Nasional kali ini memang terasa kurang gaungnya karena peristiwa 22 Juli yang penuh intrik dan politik lebih mewarnai kemeriahan dunia pertelevisian dibandingkan dengan acara anak-anak.

Kalau dulu ketika saya anak-anak, hari anak nasional merupakan hari nonton TV sedunia menurut pemikiran ala bocah saya masa lalu. Bagaimana enggak, televisi sepanjang hari menayangkan film-film anak yang lucu-lucu sehingga membuat saya betah di depan TV seharian. Selain itu, tanggal 23 Juli juga bertepatan dengan libur panjang kenaikan kelas yang artinya bahwa saya bebas bermain-main sesuka hati. Kebetulan di komplek perumahan tempat tinggal saya banyak sekali bocah-bocah sepermainan yang kebetulan usianya sebaya dengan saya. jadi klop deh, peringatan liburan plus hari anak nasional menjadi betul-betul menyenangkan bagi saya kala bocah dulu.

Dalam postingan saya kali ini, saya tidak akan membahas hal-hal yang terlalu serius tentang peringatan hari anak nasional. Saya akan sedikit mengenang masa lalu, masa ceria saya sebagai bocah tulen yang amat imut (halah ngelantur). Beberapa hari lalu ketika saya berkunjung (alias numpang makan karena males masak) ke rumah ibu saya. Iseng-iseng saya membuka album foto kala saya masih bocah. Foto-foto penuh ekspresi dan penuh keceriaan membuat saya teringat banyak hal-hal lucu dan pemikiran-pemikiran lucu ala bocah. Jadi, dalam postingan saya kali ini, saya ingin membahas tentang cara berpikir saya ketika masih bocah lalu beberapa diantaranya akan saya korelasikan dengan sebab akibat yang membuat saya berpikir seperti itu.

Beberapa pikiran ala bocah saya:

1. Makan mie setiap hari akan membuat rambut saya menjadi kriting seperti mie. (Pikiran ini muncul gara-gara teman sepermainan saya yang keturunan Arab memiliki rambut kriting seperti mie. Kebetulan dia suka banget makan mie rebus. Hampir setiap hari makan mie rebus.)

2. Gigi berlubang disebabkan oleh salah makan permen yang mengandung cacing perusak gigi. (Kenyataannya permen tidak mengandung cacing. Pikiran ini muncul entah gara-gara apa).

3. Ultraman, power ranger dan satria baja hitam itu benar-benar ada di negara Jepang dan Inggris. Jadi saya dulu berpikir bahwa kedua negara itu setiap hari minggu pasti akan diserang monster lalu diselamatkan oleh jagoan mereka masing-masing. (Entah pikiran ini datang dari mana)

4. Kota Balikpapan adalah sebuah kota yang cocok digunakan untuk sembunyi oleh para penjahat. (Pikiran ini muncul gara-gara saya mendengar berita di TV”Komplotan pencuri motor diringkus oleh polisi di Balikpapan”. Saya berpikir bahwa pencuri ini sembunyi di baliknya papan).

5. (Hanya dengan) Tidur (hanya tidur loo..ndak ngapa2in..) dengan orang lain (laki-laki atau perempuan) seorang perempuan bisa hamil. (Pikiran ini muncul gara-gara ibu saya suka nonton telenovela dan saya ikut-ikutan. Dalam salah satu dialog di telenovela tersebut  bilang “Rosario hamil karena dia tidur dengan iksnasito”)——> ini adalah dampak buruk bocah diijinkan nonton telenovela.

6. Segala jenis hantu akan muncul lewat jendela di malam hari. (Pikiran ini muncul gara-gara saya nonton serial si manis jembatan Ancol ketika masih bocah. Om saya suka menakut-nakuti saya, sehingga sayapun menjadi anak yang penakut)

7. Menurut pelajaran PPkN dan Agama, Indonesia mengakui 5 Agama dan masing-masing Tuhannya beda-beda. Sehingga saya berpikir bahwa 5 Tuhan itu sembunyi di awan untuk mengawasi masing-masing umatnya. (Pemirikan ini muncul dengan sendirinya karena memang tidak ada yang mengarahkan tentang keBhinekaan beragama. Kalau sekarang pemikiran saya sudah berubah, dalam keyakinan saya menyebutkan bahwa : Tuhan itu hanya satu tetapi para arif bijaksana menyebutnya dengan banyak nama🙂 ).

8. Dimana ada cicak berbunyi, disitu ada hantu. (Pemikiran ini entah datangnya dari mana. Setiap cicak berbunyi,pasti saya takut).

Sekian saja beberapa pemikiran saya kala bocah yang masih saya ingat hingga sekarang. Selain beberapa pemikiran tersebut masih banayak sekali tingkah laku saya kala masih bocah yang bisa menjadi sebuah pelajaran baik bagi saya nantinya. Pemikiran-pemikiran saya kala itu tentunya berawal dari sesuatu yang saya lihat, lalu saya cerna tanpa ada pembimbingan yang baik dari orang sekitar saya sehingga beberapa hal yang masuk dalam memori saya menjadi sesuatu yang diintepretasikan keliru. Tapi kekeliruan itu menjadi hal yang wajar ala bocah apabila tidak berdampak buruk bagi pemikiran dan cara pandang bocah serta kedewasaan bersikap dan berpikir bocah tersebut ketika dewasa.

Kondisi ini mengingatkan saya tentang peristiwa pemilihan presiden beberapa hari yang lalu. Dalam sebuah pemilihan pasti ada yang menang dan kalah. Kedewasaan pemikiran bagi orang yang terpilih akan terlihat dengan bagaimana mereka menanggapi kemenangan mereka dengan cara yang dewasa. begitu juga sebaliknya, bagi yang kalah kedewasaan berpikir akan terlihat dari bagaimana mereka mengakui kekalahannya dan melakukan instrospeksi diri atas kekalahannya bukan malah menyalahkan dan menuduh orang lain yang menjadi biang kekalahannya. Kedewasaan berpikir seseorang dikala usia dewasa tentunya merupakan dampak dari pola pikir dan pola asuh orang tersebut kala masih bocah. Bocah tidak semestinya diberikan pemikiran-pemikiran negatif ataupun dimanjakan dengan hal-hal yang menyenangkan saja sehingga mereka tidak bisa menerima kekalahan dalam kehidupannya. Hidup tidak melulu menang. Hidup juga tidak melulu kalah. Hidup itu harus seimbang. Menang berarti berani bertanggung jawab dan berani berbuat lebih baik. Kalah berarti instrospeksi dan berusaha menjadi lebih baik.

Pemikiran yang dewasa dan bijaksana akan muncul dari bagaimana pendidikan awal dan lingkungan seseorang ketika masih anak-anak. Maka, bagi yang memiliki anak : didiklah anak-anak kita menjadi pribadi yang baik, santun serta siap menjalani belantara kehidupan yang entah seberat apa.🙂 Selamat hari anak nasional. Semoga anak Indonesia bisa lebih membanggakan…🙂

anak-lucu

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on July 24, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. Hehehe… ada2 aja ya pikiran anak kecil…
    Btw bedanya hari ana internasional dan universal apa ya?

  2. aku kelupaan loh kalo kemaren hari anak😦

  3. bagaimana bisa ya anak-anak indonesia dituntut untuk bisa dibanggakan bangsa sedangkan dicontohin begituan sama capres-capres *tujnjuk berita tv

    • makanyaaaa.. Om Alam selaku anak Indonesia maupun bapaknya anak2 Indonesia harus bisa memberi contoh yang baik demi menjadi kebanggaan nusa dan bangsa..hehee

  4. yang nomor 4 koq bisa mbaaak? haha😀 memang kejadian tgl 22 kemarin memalukan banget mbak. tapi justru banyak yang menganggapnya heroik…. ya ampun…. entahlah mbak… dan ternyata umur memang tidak menentukan apakah seseorang itu dewasa atau belum….

    • Betuuuulll… Makanyaaa, beberapa event menulis akhir2 ini sering bikin tema semacam.. Tua belum tentu dewasa..dll semacam itu.. Nyindir kali yaa…
      ahh..peristiwa 22 Juli apalagi peristiwa interview di TV asing, betul betul dehhh… *entahlaaah*… 3 Jari dehh, takut dikepruk ormas liar gara2 komen tentang peristiwa ini..heheh

  5. pemikiran yang sederhana tapi kadang kalau dipikir-pikir “kog bisa ya?”
    anak-anak memang luar biasa, mereka bisa berpikir di luar kotak orang dewasa.

    • iya..kok bisa yaa.. daya imajinasi anak yang msh belum terkontaminasi pikiran2 dan stres2 tentang kehidupan, jadinya masih polos dan kreatif gitu…🙂

  6. Beberapa anggapan saya waktu kecil antara lain :
    1. Kunang-kunang itu berasal dari kuku orang yang sudah meninggal.
    2. Kalau mata bintitan itu disebabkan karena sudah memberi sesuatu keseseorang dan diminta lagi
    3. Kalau mandi pakai air dingin itu bisa bikin cepat tinggi
    Kalau dipikir-pikir anak kecil itu memiliki imajinasi tak terbatas otak kanan yang dominan, semakin dewasa semakin tahu realita yang ada dan menjadi lebih logis, lebih mengerucut cara berfikirnya dan menjadi realistis. Salam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: