Hidup dan target


Bagi beberapa orang, hidup dan target adalah suatu kesatuan unsur yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. pun itu terjadi juga pada saya dimana saya selalu menargetkan segala hal yang berhubungan dengan hidup saya. Hidup dan target menjadi bagian dalam pemikiran saya bermula sejak saya duduk di bangku sekolah menengah atas dimana berbagai macam kesibukan yang lebih serius dibandingkan ketika saya masih di bangku sekolah menengah pertama sudah mulai menaungi hari-hari saya. Beberapa target saya buat dan beberapa list kegiatan saya tata rapi. Dengan kebiasaan begitu, karakter tekun dan ulet yang ada pada diri saya semakin menonjol seiring ditempa waktu.

Hidup memang tidak melulu dipenuhi dengan kesantaian dan ke-hura-huraan. Ada yang bilang, masa muda adalah masa untuk bersenang-senang. Tetapi alangkah baiknya apabila bersenang-senang yang dilakukan pada masa muda adalah kesenangan yang dapat menjadi sebuah pembelajaran; kesenangan disisipi oleh target-target untuk meningkatkan jenjang kualitas kehidupan.

Target juga tidak melulu adalah sesuatu yang wah. Target bisa berupa proses yang akan meningkat seiring bergulirnya waktu. Target selalu berkejaran dengan waktu, dan waktu jualah yang akan membuat kualitas hidup seseorang menjadi baik ataukah malah menjadi buruk; itu tergantung dari bagaimana kita menetapkan target dalam kehidupan kita dan mengupayakan untuk mencapai target yang sudah kita tetapkan.

Saya menargetkan hidup saya mapan dan bahagia diwaktu muda, dan itupun terwujud dengan berbagai upaya dan kerja keras. Sayapun cukup  puas dengan apa yang saya rasakan dari target-target hidup yang sudah saya tata sedikit demi sedikit sejak dulu. Sehingga saya berkesimpulan bahwa Hidup memang harus dipenuhi dengan target-target positif demi menyongsong indahnya masa depan.

Walaupun hidup dan target adalah suatu kesatuan unsur yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup, namun ada kalanya target menjadikan seseorang sebagai sosok yang egois; sosok yang apatis dan anarkis dalam menyikapi kehidupan demi meraih target.Misalnya, si A menargetkan diri untuk menjadi seorang pemimpin negara, namun si A tidak berkompeten di bidang itu. Karena tuntutan target hidup yang terlanjur dia sematkan dalam pikiran, sehingga si A mati-matian dan menempuh segala cara demi target yang di raih. Atau si B yang menargetkan diri untuk terlihat keren di mata kawan-kawannya dengan menganakan barang-barang bermerk mahal. Tetapi sayangnya si B tidak cukup uang untuk itu. Karena terlanjur meyematkan target didalam list pikirannya, sehingga si B menghabiskan uangnya atau malah berhutang demi memuaskan egoisme target hidupnya. Itulah yang dapat terjadi apabila kita terlalu memasang target yang mengada-ada.

Namun, hidup tak melulu dipenuhi target baik positif maupun negatif. Kadang target justru akan membuat orang menjadi depresi. Kondisi itu bisa saja terjadi apabila sesorang tidak mampu melampaui target tersebut. Depresi akibat target yang berlebih itu pernah juga saya alami suatu waktu. Hal itu menjadi kejadian yang tidak mengenakkan dan dapat menurunkan kualitas hidup sesaat. Namun, apabila kita berpikiran positif maka bisa diambil suatu pembelajaran dari kondisi tersebut.

Hidup dan target adalah memang suatu kesatuan yang utuh yang sulit untuk dipisahkan. Tetapi kita sebagai penyusun target hidup kita sendiri harus pandai-pandai membuat target tersebut. Jangan sampai target yang dibuat adalah target negatif ataukah target yang terlalu tinggi yang sulit untuk dikejar yang malah membuat hidup menjadi tertekan. Jadi, susun matang-matang target dalam hidupmu demi hasil yang terbaik di masa depan….

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on October 7, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. waah tumben ini membahasnya lumayan agak berat yaa…hehe,
    ada yang saya suka lo penyataannya “Target juga tidak melulu adalah sesuatu yang wah. Target bisa berupa proses yang akan meningkat seiring bergulirnya waktu.” seberapa pun susahnya nanti, hasilnya layak untuk ditunggu dan dinikmati… betul bukan ibu tantri🙂

  2. sangat menyetujui sekali bahwa kita juga harus mempunyai target dalam menjalani kehidupan ini, tapi asal gak tertekan aja.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: