akhir-akhir ini..


Akhir-akhir ini tiba-tiba minat menulis blog-saya sudah mulai kendur. Bukan karena apa-apa sih, mungkin karena malas; bisa juga karena terlalu banyak urusan yang menumpuk di atas meja kerja saya atau mungkin juga gara-gara terlalu capek ngurus kerjaan sehingga waktu senggang saya lebih saya gunakan untuk bersantai-santai ria melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak seberapa menguras pikiran. Alhasil, blog saya beberapa bulan mangkrak tanpa tulisan. Kegiatan tulis menulis saya masih berlanjut tetapi tulis menulis lainnya yang berbau-bau rutinitas pekerjaan. Sebenarnya banyak sekali hal yang harus saya tulis di blog ini karena banyak sekali hal-hal baru yang saya lihat di tempat baru pada saat saya jeda menulis blog ini. Tema tulisan untuk blog memang sudah lama mangkrak di pikiran, dan perlu juga dimuntahkan dalam sebuah cerita. tetapi kalau saya posting satu-satu dari sekian banyak cerita sepertinya saya malas banget.. Jadinya, beberapa hal yang pengen saya ceritakan akan saya ceritakan dan rangkum jadi satu disini.🙂

Trowulan, Mojokerto. Berawal dari habisnya destinasi wisata yang sudah saya dan suami kunjungi di Surabaya baik dengan sepeda masa-masa pacaran dulu, sepeda motor maupun mobil, akhirnya kami memilih Mojokerto sebagai tempat kami jalan-jalan di akhir minggu. 1.5 jam perjalanan dari Surabaya apabila di tempuh dengan mobil. Kami pergi ber-5 bersama ibu dan adik-adik saya. Tempat wisata yang kami kunjungi adalah kawasan peninggalan Majapahit yaitu di Trowulan. Hampir semua candi, museum dan makam kami kunjungi di sana. Hal unik dan aneh yang kami temui di sana adalah :

  • Terdapat kawasan yang ditengarai merupakan lokasi perumahan orang pada masa kejayaan Majapahit. Bukti otentik yang dapat dilihat adalah, pondasi yang masih tersisa yang ditemukan oleh orang sekitar secara tidak sengaja pada saat menggali lahan.
  • Terdapat kawasan pemakaman putri Campa yang kebetulan pada saat kami kesana sedang duduk seorang juru kunci makam sepuh dan kebetulan tidak dapat melihat. Tiba-tiba beliau meminta saya untuk mencari nomor HP istrinya di HP yang beliau bawa. Katanya begini “Ndukkk, coba carikan istri saya di sini” katanya sambil memberikan saya HP. “Namanya Tika” begitu katanya. Sayapun mencarinya beberapa saat dan ternyata tidak ada. Lalu tiba-tiba si mbak juru kunci bilang “Itu istri saya dulu waktu saya jadi tentara di Bali tahun 1945 dan ndak pernah kontak sampai sekarang”.. Jedyaaarr.. nah kookk saya disuruh nyari nomornya di HPnya…
  • Banyak anak-anak dengan bebasnya main petasan yang suaranya berisik di lokasi dalam candi tikus. Berisik banget dan sangat menggangu pengunjung. Semestinya pihak pengelola melarang bocah-bocah itu untuk bermain petasan, tapi tidak ada larangan sama sekali dari pihak pengelola.

Medan. Saya memulainya dari kota besar di pulau Sumatera ini yang berjarak kurang lebih 3 jam perjalanan lewat udara. Kepergian saya ke Medan dalam rangka sebuah pekerjaan dan pergi berombongan dengan kawan-kawan sekantor. Kejadian ini berlangsung sudah 3 bulan yang lalu. Dalam perjalanan direct flight yang berdurasi panjang, syukurlah saya dapat teman duduk yang asik di ajak ngobrol non-stop selama perjalanan. Kawan ngobrol saya ini adalah seorang wanita muda, cantik bak model berusia kurang lebih 33 tahun. Kami bercerita banyak dan inti yang saya tangkap dari beberapa diskusi dengan mbak-mbak cantik ini adalah :

  • Travelinglah selagi muda. Habiskan uangmu untuk traveling ke tempat-tempat yang baru untuk mempelajari budaya dan kebiasaan setempat. Si Mbak ini sudah pernah menjelajahi banyak negara bersama suaminya. Dari ceritanya, mereka sudah pernah berkunjung ke semua negara di Asia tenggara, Jepang, Cina, Korea, Maladewa, Turki dan sedang merencanakan berlibur ke New zealand akhir tahun ini. Namun sayangnya, dia belum pernah mengunjungi Kalimantan sama sekali.
  • Buat apa punya anak, kalau anak itu hanya akan jadi beban bagi orang tua. Buat apa punya anak kalau belum siap dan hanya untuk ikut-ikutan lingkungan sekitar yang habis nikah lalu punya anak. Pemikiran ini yang sedikit membuat saya “makjleb”. Baru kali ini saya menemui orang Indonesia yang tidak mau punya anak seumur hidup. Menurutnya mindset orang-orang Indonesia sering menjadikan wanita yang sebenarnya belum siap punya anak memaksakan diri untuk punya anak. Misal nih ya, setelah nikah pasti banyak sekali yang nanyain tentang kapan punya anak. Kalau lama belum punya anak, akan dianggap aneh. Padahal setelah punya anak, sudah pasti kalau orang yang heboh nanyain kita “kapan punya anak?” ndak bakal merasakan bagaimana repotnya kita yang punya anak. Katanya si mbak, “punya anak itu jangan karena ikut-ikutan kebiasaan lingkungan deh. Punya anak itu karena memang sudah siap memiliki tanggungan seumur hidup”. (Entah kenapa tiba-tiba saya dipertemukan oleh si Mbak ini pada saat saya lagi merasa down karena hampir setahun menikah tetapi belum juga hamil).

Di Medan saya hanya 2 hari 1 malam dan sebagian besar digunakan untuk rapat sehingga tidak ada destinasi pariwisata yang saya coba di kota ini kecuali : Ucok durian yang namanya sudah sangat tersohor di seantero jagad Medan.hehe.. Medan memang terkenal dengan duriannya. Mau tau alasannya? silahkan saja browsing-browsing, banyak sekali ulasan tentang durian Medan. Beberapa hal yang saya sukai tentang Medan dan yang saya lihat di sini yaitu:

  • Bandaranyaaa boooo’.. Bandara Kuanalamu kereen banget. Rapi, bersih, modern dan keren. Ditambahlagi, adanya kereta api yang langsung menghubungkan Bandara dengan pusat kota. Kereta apinya juga seperti kereta api luar negeri yang lengkap dengan jadwal keberangkatan yang kurang lebih 30 menit hingga 1 jam sekali tergantung jam. Pembelian tiket juga bisa dilakukan via mesin tiket yang tersedia di sana. Serasa di Dusseldorf Jerman atau Schipol Belanda deh. Eh ndak usah jauh-jauh, seperti di Changi, S’pore lah kira-kra. Toplaahh…
  • Medan Macet dan suasananya kurang khas. Ruwet dan kurang tertata. Tempat wisatanya juga mencar jauh-jauh dari pusat kota.

Balikpapan. Seminggu setelah rapat di Medan, saya harus ikut rapat juga di pulau lainnya yaitu Kalimantan. hehehe… Bosen deh sama Balikpapan, saya sudah 5x an rapat dikota ini dan beberapakali transit juga di kota ini. Tapi, setelah hampir setahun tidak mengunjungi kota ini ternyata banyak sekali perubahan yang terjadi khususnya pada Bandaranya. Yeiiyyy, Sepinggan sudah disulap jadi cantik banget. Bandara yang sudah seperti mall, sepi dan suasanya menyenangkan. Tapiiii, masing lebih bagus kualanamu dooonkkk.. hehe.. Tidak banyak yang saya ceritakan disisni, karena memang tidak banyak cerita menarik selain rapat. fyuhhh…

Yogyakarta. Kali ini adalah short weekend trip bersama suami saya. Sebenarnya sejak dulu kami sudah ingin jalan-jalan ke Jogja. Tetapi dulu pada saat belum menikah. Berhubung “agak berbahaya”  kalau kluyuran ke luar kota berdua tanpa status yang jelas akhirnya kami batalkan jalan-jalan ke Jogja kala itu. Daan akhirnyaaa kami ke Jogja jugaaa.. cihuiyyyyy… Mungkin karena libur tahun baru Islam, jogja jadi ramai sekali. Hotel jadi penuh dan rate-harganya lumayan mahal. Tiket kereta Ekonomi& Bisnis via online habis. Jadi, kamipun memilih untuk liburan dengan menggunakan KA eksekutif pulang-pergi dan menginap di hotel berbintang 4 walau tetap bawa ransel dan kemana-mana naik trans jogja dan naik becak. hehehe… Beberapa kesimpulan yang dapat saya lihat saat short weekend trip kali ini adalah:

  • Jogja termasuk kota kecil dengan jalan utama yang relatif sempit. Sehingga pada musim liburan ini, Jogja cenderung macet parah. Ditambahlagi becak yang terlalu membabi-buta mengambil jalur kendaraan yang tergolong sempit. Jalan utamanya mbulet di situ-situ saja sehingga dalam 2 hari 1 malam kami disana, kami sudah hafal jalanan di pusat kota Jogja.
  • Tarif becak di jogja relatif murah meriah, kecuali kalau anda naik becaknya setelah keluar dari hotel berbintang. Tarifnya menjadi tarif bule.
  • Trans Jogja masih ada sampai sekarang.. hehe.. saya pikir nasibnya akan seperti Sarbagita di Bali yang jadwalnya molor dan gak jelas. Di sini Bus Trans Jogja terjadwal dan bagus pelayanannya. Ndak keren-keran aman sih, tapi lumayanlah ke Prambanan dari pusat kota Jogja hanya Rp.3000/orang. Karena banyak yang ke Prambanan sehingga bus sering penuh, jadi kami menghabiskan waktu hampir 2 jam perjalanan dengan lama waktu menunggu bus datang adalah 1.5 jam. Fyuuuhhh….
  • Malioboro ramaii, sumpek, panas dan yang dijual dari sepanjang jalan itu ya itu-itu saja. Terkesan membosankan sih. Mungkin karena Malioboro adalah tujuan akhir kami sebelum menuju stasiun untuk bertolak ke Surabaya, jadi kami merasa sumpek banget di Malioboro. Tidak ada yang bagus untuk di beli, karena uang sudah habis untuk belanja sebelumnya.hehehe…

2 hari di Jogja rasanya kurang bangeeet… Awal Desember deh merencanakan ke Jogja lagi..hmm atau Solo yaaa… hehehe…

Kendari. Kali ini bukan untuk rapat tetapi untuk mengikuti seminar geologi internasional. Setelah Sumatera, bergeser ke Kalimantan lalu bergeser lagi ke Sulawesi. Tapiiiii sayangnyaaaa, karena alasana kesehatan dan ada beberapa dokumen penting yang harus saya setor ke jakarta di hari yang sama dengan keberangkatan sy ke Kendari, walhasil saya gagal terbang ke Pulau Sulawesi. yaaaaahhhh……

Tanjung redeb, Berau. Lagi-lagiiii Berau lagii lagii Berau… Sudah kunjungan kesekian kalinya saya ke tempat ini dan sudah bosanlah saya dengan kota ini. Gara-gara adanya MoU antara pemerintah daerah ini dengan lab tempat saya bekerja, akhirnya membuat saya sering sekali bolak-balik Berau. Buat apalagi kalau bukan untuk rapat dan presentasi study di depan pak Bupati atau pemerintah daerah setempat. Tidak ada yang asik sih hanya saja seperti biasa, dalam forum ini saya selalu menjadi satu-satunya wanita yang hadir… hehe..

Nusa dua Bali.. Coming soon… pelatihan geoteknik sama orang Austria di Bulan Desember. Yeiyyyy….

Yahhh… begitu deh kegiatan keluar kota saya akhir-akhir ini… Cukuplah untuk menuh-menuhin isi blog saya.. hehehe…

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on November 19, 2014, in experince and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. ngeblog itu emang gak bisa dipaksa🙂 kalau dipaksa malah nulis yang aneh2 hehe

  2. Ke solo mbak,,hehe….
    Kalau ke solo lumayan juga untuk kulineran disana,

    aku malah ini pengen ke solo (lagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: