Sinetron oh sinetron…


Kalau lagi bosen dirumah dan kalau lagi ndak ada kerjaan atau memang lagi pengen santai, sofa dan televisi selalu menjadi teman setia saya. Pulang dari kantor, setelah beberes dan menyiapkan makan malam sebentar, saya selalu menyambar remote TV sambil selonjoran di sofa ruang keluarga. Kalau sore-sore masih banyak pilihan acara yang agak reasonable untuk di tonton, masih ada program berita ataupun music. Tetapi kalau sudah agak malaman, dari 21 program TV nasional yang ada, lebih dari setengahnya menayangkan sinetron-sinetron. Semalam saya mencoba menonton sinetron sebentar, mungkin aja bisa nyambung dan terhibur.

Sinetron ini menceritakan tentang anak SMA yang sepertinya sekolah bukan di sekolah pemerintah. Seragam yang dikenakan tidak lagi putih abu-abu melainkan mengenakan semacam blezer dan rok bermotif kotak-kotak di atas lutut panjangnya. Dalam jalan ceritanya, murid-murid SMA tersebut sedang menerima pelajaran di kelas. Lalu seorang perempuan (mungkin bintang utamanya, wajahnya blesteran ) tiba-tiba menatap seorang laki-laki teman sekelasnya yang ganteng (wajahnya blesteran juga). Jeengg jeeenggg.. lalu dengan gaya khas sinetron mereka saling menatap. Musik khas sinetron mulai terdengar selama beberapa saat. Tampilan layar TV saya hanya wajah kedua pemeran tersebut yang di zoom secara bergantian. Lalu satu persatu mereka mulai berbicara dalam hati dan saling mencibir. Mereka berduapun terhanyut dalam lamunan masing-masing, dengan pikiran masing-masing. Itu terjadi selama beberapa saat, terjadinya di sekolah, di ruang kelas dan lebih tepatnya pada saat pelajaran sedang berlangsung. Selesai di kelas, adegan berpindah ke kantin sekolah dan lagi-lagi menceritakan tentang cibir-cibiran serta marah-marahan antara beberapa anak SMA. Layar TV saya lagi-lagi memperlihatkan wajah-wajah pemain yang sebagian besar blesteran dengan cara di zoom bergantian sambil diperdengarkan musik-musik ala sinetron. Jengg.. jengggg… Jleppp.. akhirnya saya ganti channel ke program berita.

Lalu karena penasaran, saya ganti-ganti program di TV lagi dengan mengurutkan dari nomer 1 sampai 21. Saya selalu berhenti sejenak di program yang menayangkan sinetron. Saya amati pemainnya, lagi-lagi blesteran. saya amati sedikit jalan ceritanya, lagi-lagi menceritakan tentang anak sekolah. lalu saya ikuti alur ceritanya, lagi-lagi tentang geng anak sekolah yang kerjaannya saling mengejek. Lalu saya amati lagi tentang lifestyle para tokoh, kok ya semuanya kaya raya dan tinggal di rumah gedongan, mobilnya sport pula. Anak sekolah boooo’…

Begitukah kehidupan anak muda jaman sekarang khususnya di kota besar? Apa iya sih anak Sekolah jaman sekarang kerjaannya saling iri dan mengejek saja di sekolah? Apa iya sih anak sekolah jaman sekarang kerjaannya ngelamun aja di kelas saat pelajaran berlangsung? Apa iya sih apa yang ditampilkan dalam jalan cerita sinetron itu sesuai dengan realita yang ada di anak-anak muda jaman sekarang?

Sinetron ohh sinetron.. Kenapa cerita yang diangkat selalu cerita-cerita yang tidak realistis. Kenapa selalu menceritakan tentang kelakuan anak sekolah yang tidak sepatutnya dicontoh? Kenapa selalu menonjolkan cerita percintaan anak sekolah yang selalu dibumbui oleh hal-hal yang tidak logis? Kenapa selalu menceritakan tentang kehidupan orang-orang kaya dengan lifestyle yang terlalu berlebih?

Kenapa sih masih saja ada yang doyan nonton sinetron padahal ceritanya tidak logis?!!!

Semoga kedepannya sinetron Indonesia menjadi lebih logis lagi dan sesuai dengan realita yang ada di kehidupan sehari-hari.

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on November 21, 2014, in experince. Bookmark the permalink. 13 Comments.

  1. Wah itu juga pemikiran aku mbak. Kalo ga sinetron remaja, nonton sinetron komedi pun gak kalah absurd nya. Humornya kasar, jalan ceritanya pun gak masuk diakal. Anehnya konon rating sinetron2 gak masuk diakal itu tinggi loh, berarti penggemarnya banyak. Aku kok kalo nonton yang ada malah tambah stress daripada terhibur๐Ÿ˜€

  2. Mari kita bikin sinetron sendiri…sinetron tandingan…heuheuheu

  3. hehehe, ngomongin sinetron indonesia gak ada habisnya…
    makin jelek kualitasnya, makin geje ceritanya… tapi kalo tetep diproduksi berarti peminatnya masih banyak juga dong. ini lebih mengkhawatirkan

  4. udah lama banget gak nonton jadi gak pernah tau sekarang sinetron Indonesia kayak apa.

  5. kunjungan perdana ni bu, salam perkenalan ya๐Ÿ™‚

  6. Konon, di negeri pemuja tidur, komoditi paling laris adalah mimpi.
    PS: Eh tapi ini konon lho ya..:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: