Megaproyek Palm Island di Dubai


Palm island dan beberapa mega proyek lainnya di Dubai merupakan suatu proyek ambisius yang diprakarsai oleh putra mahkota Dubai untuk menjadikan Dubai sebagai negara tujuan wisata dan bisnis dunia karena diramalkan persediaan minyak bumi dinegara ini hanya cukup sampai dengan tahun 2020an. Selama 10 tahun terakhir Dubai menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat, dari dibangunnya Burj Dubai, pembenahan dan pembangunan Bandara internasional Dubai yang super megah sebagai pintu masuk Dubai hingga pembangunan artifisial island, palm island di tengah laut. Pertengahan 1990, Crown Prince Dubai : Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoom mencetus ide pembangunan suatu kawasan wisata dunia yang megah yang menghadap pantai dan laut arabian yang indah dan biru. Namun sayangnya, Dubai hanya memiliki 70 km pantai sehingga terinspirasilah pembangunan suatu pulau dengan bentuk seperti pohon palm yang menjorok ke tengah lautan sehingga dapat memandang laut arabian dari segala sisinya. Sehingga proyek ambisius pembangunan palm tree island pun segera direalisasikan. Pulau yang dibangun pertama adalah Palm island Jumeirah (2000). Pembangunan palm island Jumeirah ini dilakukan dengan mereklamasi pasir dengan volume 80×106 m3.

PROSES PELAKSANAAN

  1. Membuat pondasi
  2. Reclamation
  3. Dredging
  4. GPS
  5. Problem dan solusinya

 Pembangunan pondasi dilakukan dengan pemasangan break water (BW) disisi pulau yang akan dibangun untuk melindungi area yang akan direklamasi dari ombak laut yang besar ataupun angin akibat badai. BW dibangun dengan menggunakan lapisan-lapisan yang terdiri dari pasir, water permeability sheet (batuan kecil dan 2 lapisan batuan besar yang beberapa diantaranya memiliki berat hingga 6 Ton. BW adalah suatu struktur yang berfungsi untuk memecah gelombang  air. BW biasanya lebih dipilih menggunakan batuan biasa dibandingkan batuan beton karena dianggap lebih artifisial sehingga dapat menyerupai karang. Batuan yang digunakan untuk pembangunan BW tersebut nantinya dapat berfungsi sebagai karang-karang launt untuk pertumbuhan biota laut seperti rumput laut sehingga ekosistem ikan-ikan laut serta hewan laut lainnya dapat berkembang dengan baik.  Dibangun semacam pintu atau daerah terbuka pada dua sisinya untuk mencegaj air supaya tidak tersendat. Setelah BW selesai dibangun, maka pembangunan pulau yang disisi dalam BW dapat mulai dilaksanakan.

Klasifikasi BW

  1. Reef Breakwater (Rc/Hs << 0)
  2. Submerge BW (Rc/Hs <0 )
  3. Low crested /overtopper BW (0 < Rc/Hs <1)
  4. Non Overtopped/High Crected BW (Rc/Hs >1)

Yang harus diperhatikan dalam pembangunan BW adalah kekuatan BW khususnya pada bagian yang menghadap lautan lepas yang harus kuat menahan hantaman ombak. Sehingga ukuran serta desain BW perlu diperhatikan apakah desain tersebut sudah cukup kuat kalau hanya dibangun lebih rendah dari muka air laut ataukah harus lebih tinggi. Selain itu juga perlu diperhatikan kemiringannya, apakah dibutuhkan kemiringan yang besar atau tidak, ataukah apakah diperlukan pembangunan semacam counter weigth atau perlu dibangun 2 BW dengan tinggi yang berbeda. Sehingga perlu diketahui tinggi gelombang pada area yang akan dibangun dan iklim dikawasan Dubai dalam jangka waktu sekian tahun.

Wave climate di Dubai.

Gelombang yang extreme dan tinggi muka air di Dubai dipengaruhi oleh badai yang berasal dari kawasan Utara agak ke barat. Badai ini dikenal dengan nama Shamal, yang berkembang dari daerah barat laut kawasan teluk arabian dan bergerak ke arah tenggara yang bisa terjadi dalam beberapa hari. Angin yang kencang tersebut dapat menimbulkan tinggi gelombang yang siknifikan pada perairan dalam sehingga dapat meningkatkan water level dikawasan tenggara diakhir dari teluk arabian di sepanjang pantai Dubai. Kondisi gelombang yang extreme dapat dilihat pada tabel berikut ini

Return Period (year)

Hs (m)

Tp (s)

Direction (deg)

10

4.6

9.6

300

25

5.0

9.9

300

50

5.4

10.2

300

100

5.8

10.4

300

250

6.2

10.7

300

Ukuran pembangunan BW pada proyek pembangunan palm island dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Return period (year)

Hs (m)

Tp (s)

SWL mCD

10

3.71,2,3

8.81,2,3

2.121,2 / 2.173

50

4.33

9.33

2.43

100

4.11,2 / 5.14

9.91,2,4

2.421,2 / 2.54

Untuk memperoleh tanah (pasir) untuk membuat suatu pulau ditengah laut diperlukan upaya pengerukan. Dalam pengerukan di proyek ini diperlukan 10 pengerjaan pengerukan. 94 juta m3 carbonate pasir digunakan untuk pembangunan pulau ini. Pasir diambil dari arabian gulf seabed yang terletak 11 km dari garis pantai Dubai. Pasir Carbonate merupakan suatu pasir yang memiliki kandungan calsium carbonat dari pelapukan kerang-kerang dan koral laut. Pasir yang diperoleh dari proses pengerukan inilah nantinya digunakan untuk mereklamasi/ membangun pulau ditengah laut. Pasir yang digunakan bukanlah sembarang pasir, namun pasir yang sudah memenuhi standard-standard untuk material reklamasi. Pada pembangunan palm island ini pasir yang digunakan berbeda denganpasir yang digunakan untuk bangunan reklamasi dibawah muka air laut dan pasir diatas muka air laut. Pasir dibawah muka air laut memiliki nilai qc = 2-3 Mpa dan kepadatan relativenya (Dr) adalah = 40% sedangkan tanah reklamasi yang berada diatas Muka air laut lebih padat dengan nilai qc = 8-9 Mpa dan Dr = 100 %.

Terdapat banyak metode pengerukan sesuai kapasitas material yang akan dikeruk sehingga pada proyek pembangunan palm Jumaerah ini diperlukan alat pengerukan yang berkapasitas besar sehingga mampu mencukupi kebutuhan material reklamasi. Sehingga dalam proyek ini digunakanlah Trailing Suction Hopper Dreggers (TSHD). Pakar lingkungan, geologi dan polotik mempertimbangkan untuk menghasilkan suatu proses pengerukan dengan jarak pelayaran yang panjang pada laut yang dalam. Sehingga pengembangan alat keruk TSHD dengan kapasitas pengerukan yang besar dan efisien terus dikembangkan khususnya apabila TSHD ini mampu melakukan pengerukan yang besar di 1 kawasan saja tanpa harus melakukan pelayaran terlalu jauh untuk memperoleh banyak material, sehingga akan lebih ekonomis. Hingga tahun 1992 TSHD memiliki kapasitas keruk 10000 m3. Setelah tahun 1992, tren yang terjadipun berubah. Tahun 1994 dibangunlah Jumbo Hopper Dredger, The Pearl river dengan kapasitas 17000 m3. Kemudian tahun 1998 dibangun Volvox terranova dengan kapasitas 20000 m3 , pada tahun 2001 dibangun Ham 318 dengan kapasitas 23700 m3 dan kemudian yang terakhir dibangunlah Vasco da Gama dengan kapasitas 33000 m3 . Vasco da gama dengan merupaka mega hopper dredger yang pertama. Semua mesin pengeruk diatas merupakan bagian dari TSHS yang dibangun oleh IHC Holland.

Bencana alam yang dapat terjadi di arabian gulf

Ada berbagai macam tipe bencana alam yang dapat terjadi di teluk arab. Pada masa lalu maupun masa yang akan datang. Secara garis besar bencana dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu geologi dan atmospheric. Bencana geologi adalah bencana yang termasuk gempa bumi, tsunami/gelombang tinggi, erosi yang disebabkan oleh aliran air deras di teluk arabian. Atmospheric adalah bencana seperti tropical cyclones. Terlepas dari 2 bencana diatas, masih banyak macam bencana yang dapat terjadi misalnya masalah serius yaitu penipisan air tanah, erosi pantai, kekurangan dan bahkan kehilangan biodiversity dan hutan mangrove. Efek global warming yang merupakan gabungan dari 2 macam bencana diatas yang dapat menyebabkan problem lain misalnya erosi dan banjir.

Permasalahan gempa bumi menjadi masalah utama  yang akan dirasakan pada pulau ini. Iran merupakan suatu negara yang berdekatan dengan Dubai, merupakan salah satu negara dengan zona gempa tinggi. Pada 26 Desember 2003 terjadi gempa bumi dikota Bam,Iran. Gempa dasyat tersebut merusak Bam city dan beberapa desa disekitarnya. 26000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, 30000 terluka dan 75000 kehilangan tempat tinggal. Gempa bumi dapat menyebabkan bahaya liquifaction pada tanah pasir. Karena material reklamasi adalah tanah pasir maka bahaya liquefaction dapat berdampak buruk pada pulau ini. Pada saat terjadi gempa, water saturated soil (kadar air jenuh tanah) dapat kehilangan kekuatannya dan sehingga dapat bersifat seperti cairan. Untuk menghindari terjadinya bahaya Liquifaction, maka proses pemadatan tanah pasir perlu dilakukan. Metode yang digunakan adalah Vibro-compaction (VC). VC merupakan proses pemadatan menggunakan sistem getar untuk membuat lubang didalam tanah dengan menggunakan mesin vibroprobe. Getaran pada alat tersebut selain berfungsi untuk membuat lubang,juga berfungsi untuk memadatkan tanah kemudian lubang hasil pemadatan tanah tersebut dimasukkan tanah lagi.

Ocean currents (arus air laut) juga merupakan permasalahan yang terjadi dari bangunan reklamasi tengah laut ini. Karena dibangun ditengah laut yang luas, pulau hasil reklamasi ini dapat rusak/gagal akibat kencangnya arus laut apalagi jika pembanguan BW dan pulau ini dilakukan memanjang garis pantai sehingga dapat merubah bahkan menutup aliran air dikawasan tesebut. Sehingga penggerusan disatu sisi serta penumpukan sedimen disisi lain bisa terjadi. Untuk itu, solusi yang dilakukan adalah menyewa kapal keruk full time untuk menjaga garis pantai.

Pelaksanaan Navigasi

Karena pembangunan dilaksanakan ditengah laut maka diperlukan sistem komunikasi dan navigasi yang canggih. Sistem ini dilakukan dengan bantuan DGPS (Digital global positioning system) yang digunakan untuk mengecek akurasi/ ketepatan peletakan pasir sebagai material reklamasi. Pelaksanaan dilapangan dilakukan dengan bantuan pekerja/ manusia yang bertugas membawa alat GPS tersebut pada daratan/pulau hasil reklamasi. Alat GPS tersebut berhubungan langsung dengan satelit diangkasa untuk kemudian mengirimkan data secara langsung kedaratan. Pekerja yang membawa alat GPS tersebut harus berjalan menyusuri pinggir pantai area reklamasi. Alat GPS akan bekerja dan menghasilkan data untuk menyimpulkan apakah daratan yang sudah dibangun tersebut lokasinya sudah sesuai dengan perkiraan desain.

Referensi :

1. Low-Crested, Low overtopped breakwaters- An Overview of selected nakheel projects, Mohammad, L.A. (2005)

2. Reclaimed islands and new offshore townships in Arabian gulf : potensial natural hazards. Kumar, A., Current science. Vol. 96. No.4. 25 Februari 2009.

3. Man-made land features The palm Jumeirah and Dubai’s artificial islands. Austin, T., Geog 2320, Geomorphologi.

4. Assesing The Enviromental impact of palm Jabel Ali in Dubai.

5. Low crest breakwater design for Dubai island projects.  Steve, J.H.,Ronald, Royal Haskoning, Maritime division, The Netherland.

6. Dredging and reclaimation : Trends and future, Van Muijen H. IHC MTI Holland.

7. Project report, Palm Island, Jebel ali, Dubai.

About tantri

I am nobody who really want to be somebody. Extremely introvert cheerful and easy going girl.. :) Thanks for visiting this blog... ^^

Posted on May 4, 2011, in pengetahuan. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. keren juga nich…..tapi perlu banyak modal….

  2. woww.. so this is what my super duper multi-talented neighbor of mine doing now? Great writing tuu..🙂

    • 2 times visit this country should exploring my mind to know more about this project and wishing to be a part of this superstructure project in middle east..or enough, just exploring the project methods from youtube and a lot articles and international paper work… heheheh…

    • bytheway my tetangga.. thanks for the great comment…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: