Category Archives: netherland

Museum kereta api Utrecht, Netherland


Musim semi 2010

Udara masih terasa dingin namun tidak menusuk dan kota Utrecht masih memancarkan pesonanya di musim ini. Musim semi di utrecht memang tidak seindah musim panas, namun bukan berarti ketidak sebegitu indahan di musim semi ini melunturkan niat saya untuk menjelajah beberapa kawasan unik di kota ini. Setelah menjelajah di beberapa kawasan terkenal di kota Utrecht dengan gratisnya, kini giliran saya mencoba memasuki sebuah museum yang Indonesia juga memilikinya dengan merogoh kocek sebesar 14 e. Yaitu : Museum Kereta api atau dalam bahasa Belanda disebut Spoor weg Museum. Kalau di Indonesia ada juga Museum kereta api sejenis ini yang terletak di Ambarawa.  Penjelajahan diawali dari utrecht central (UC) station menaiki bus menuju gang penghubung lokasi museum. Lokasi museum jaraknya agak sedikit jauh dengan tempat pemberhentian bus. Saya lupa, bus nomer berapa yang saya naiki ketika itu, tetapi yang saya ingat hanyalah sopirnya adalah orang Indonesia sehingga dengan tenangnya saya duduk di bus tersebut tanpa kawatir tersesat atau turun di Halte yang salah. Langkah saya menuju museum tersebut dari halte bus agak sedikit tersendat lantaran angin dingin yang terus berhembus. Mataharipun belum menyapa saya siang itu, malah rintik hujan yang duluan menyapa saya di paginya sebelum berangkat menuju museum. Langkah saya melewati gang demi gang diatas jalanan berpaving batu dengan dirimbuni bangunan bergaya khas eropa klasik semakin mantap setelah saya melihat papan petunjuk arah lokasi museum tersebut. Akhirnya saya sampai di pintu gerbang museum yang dibangun tahun 1927 dan sempat ditutup karena keperluan renovasi dan penambahan koleksi lalu kemudian dibuka kembali tahun 1954. Gedung yang megah yang menurut saya mirip dengan bangunan tua di kota tua Jakarta, Surabaya dan Semarang itu sudah menyapa saya dengan warna cerah nya.

Saya harus merogoh euro saya sebesar 14 e untuk memasuk museum ini. Sebenarnya jika saya memiliki kartu khusus untuk masuk semua museum belanda, saya dapat masuk dengan gratis. Setelah menyelesaikan urusan ticketing penjelajahan kereta kuno eropa jaman dulupun dimulai. Memasuki pelataran museum yang menyuguhkan kereta api jaman kerajaan, saya sudah disambut oleh beberapa penjaga berpakaian kolonial yang menyambut saya dengan senyum ramahnya. Beberapa koleksi foto kereta api jaman perang juga dipajang disana. Kemudian, karpet merah layaknya sambutan untuk keluarga kerajaan terbentang dan mengarahkan saya untuk memasuki kereta api jaman kerajaan yang beroperasi sekitar tahun 1800an. Interior kereta kerajaan sangatlah apik dan nyaman namun tidak seberapa modern karena memang kereta itu diperuntukkan pada masa 1800an. Beberapa sofa memanjang untuk istirahat sang ratu juga terdapat disitu, serta toilet dan dapur juga tersedia di kereta kerajaan itu. Saya tidak berlama-lama berada di dalam kereta tersebut lantaran antrian pengunjung terlihat panjang untuk memasuki kereta kuno tersebut.

Langkah saya berlanjut menyeberangi rel kereta kerajaan dan masuk menuju ruangan lain yang juga memajang kereta api jaman dulu. Kereta yang dipajang di ruang tersebut tidak melulu ditempatkan di bawah namun juga ditempatkan di bagian atas ruangan sehingga terkesan menggantung. Ruang ini disebut royal class dimana kereta-kerata yang dipajang adalah jenis kereta jaman kerajaan.  Saya disambut oleh beberapa petugas berpakaian kerajaan Belanda yaitu 2 orang pengawal kerajaan, 1 orang raja dan 1 orang putri kerajaan yang tersenyum ramah dan menyapa dengan gaya khas kerajaan dimana sang pangeran mencium tangan saya dan mempersilahkan saya untuk seolah-olah naik kedalam kereta kerajaan. Hal tersebut juga dilakukan oleh beberapa pengunjung dari negara lain seperti saya. Saya hanya bisa mengintip interior kereta dari luar, karena pengunjung tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam kereta.

The Royal Wagon of D. Maria Pia yang diberikan oleh sang ayah, King Vítor Emanuel II of Italy, ketika dia menikah dengan King Luis I of Portugal, pada tahun 1862.

The locomotive D.Luiz (Lisbon, 31 October 1838 – 19 October 1889 in Cascais) adalah jenis lokomotif yang unik dan pernah memenangkan medali emas pada pameran revolusi internasional di London

Setelah puas berfoto di sudut royal class dimuseum tersebut, langkah saya berlanjut menuju ke arena lain yang terletak di luar ruangan. Disana saya bisa melihat beberapa jenis kereta yang digunakan pada masa revolusi industri serta beberapa kereta angkutan barang di era awal tahun 1900an. Selain itu juga terdapat tempat berpindahnya arah lokomotif yang berbentuk bundar dengan rel kereta api yang melintang diatas papan bundar yang bisa berputar tersebut.Museum ini juga dilengkapi dengan toko souvenir yang menjual barang-barag yang bernuansa kereta api, restauran yang tentunya menjual makanan belanda, beberapa ruang pameran, ruang theater yang menampilkan film bernuansa kereta api, ruang permainan kereta api dan beberapa ruangan lagi yang tidak saya kunjungi karena terlalu padat pengunjung.

Saya sempat berpikir untuk menggunakan kereta api pada stasiun kecil di museum itu menuju UC station. Tetapi langkah saya terhenti setelah mengetahui harga tiket tersebut adalah 2.7 e untuk hanya beberapa menit perjalanan. Saya memilih untuk berjalan saja menuju UC station sambil menikmati suasana di sudut kota Utrecht, Belanda yang cantik di kala musim semi.

Sejarah berdirinya spoor weg museum

Museum ini diresmikan pada tahun 1927 dan dulunya berlokasi di salah satu gedung utama Netherlandse Spoorwagen (Kereta api Nasional Belanda) di kota Utrecht. Pada masa itu, koleksi yang ada di museum tersebut adalah gambar, dokumen dan objek-objek kecil yang berhubungan dengan perkereta apian. Pada tahun 1930 dimulailah dibuat suatu langkah awal untuk memuseumkan dan mengoleksi barang-barang bersejarah tentang perkereta apian. Sayangnya, beberapa koleksi tersebut hilang pada era perang dunia kedua.
Banyak koleksi museum ini disimpan di Rijksmuseum di Amsterdam, tetapi pada tahun 1950 museum tersebut beserta koleksinya dipindahkan ke Utrecht. Stasium Maliebaan yang sudah ditutup sejak tahun 1939 digunakan sebagai tempat menyimpan koleksi barang sejarah perkereta apian di Utrecht karena dianggap memiliki ruangan dan tempat yang cukup luas dan banyak untuk menyimpan koleksi tersebut. Kemudian dilakukan perombakan gedung dan penataan serta penempatan barang-barang sejarah perkereta apian di gedung tersebut hingga akhirnya museum tersebut dibuka pada tahun 1954.

Perluasan dan Renovasi
Beberapa tahun kemudian, beberapa perlengkapan railway dan juga tram ditempatkan di musem tersebut dan pada tahun 1960, plaza yang lokasinya di bagian depan gedung tersebut dipenuhi oleh beberapa rolling stock kuno yang agak sedikit rusak akibat musim. Tahun 1975 dilakukan perbaikan atap platform di bagian belakang gedung. Tahun 1977 dilakukan pengembangan lagi dengan membangun jembatan penghubung yang menjadi akses untuk menghubungkan area pameran pada sisi satu dengan jalan kereta api di bagian belakang bangunan tersebut. Awalnya, museum ini hanya menyuguhkan jenis-jenis kereta api tua serta peralatan pendukungnya, namun ditahun 1980 mulau di pertontonkan juga jenis kereta api baru yaitu jenis spinter atau kereta api cepat. Kemudian pada tahun 2002 dilakukan penataan ulang dan penambahan bagian ruangan lagi di museum tersebut, 1 ruangan yang ditambahkan adalah Royal waiting room dimana diruangan ini berusaha ditampilkan eropa pada abad ke 19 dan kereta api yang dipajang adalah kereta api kerajaan yang beroperasi di abad 19an.

Bagian-bagian yang ada di gedung stasiun/museum sebelum direnovasi:

  •     Station hall
  • Freight hall
  • Dining room
  • Waiting room, 3rd class
  • Waiting room, 1st and 2nd class
  • Royal waiting room

Bagian-bagian yang ada di gedung stasiun/museum setelah direnovasi:

  •     Conference hall and foyer
  • The Open Depots
  • Automated Audio Tour “world 1”
  • Theater “world 2”
  • Track “world 3”
  • Plaza “world 4”
  • Warehouse “Nijverdal”
  • Model Trains Cellar
  • Exhibition Area
  • Museum Shop
  • Restaurant

file:///C:/Documents%20and%20Settings/toshiba/My%20Documents/My%20Pictures/MP%20Navigator%20EX/2011_09_27/

Advertisements

Volendam the Netherland


Volendam merupakan suata nama kawasan di Belanda yang berlokasi di pelabuhan dekat dengan Edam yang merupakan ujung awal dari sungai IJ. Tahun 1357, penduduk edam membangun kanal yang lebih pendek yang mengalir menuju Zuiderzee yang memiliki pelabuhan yang terpisah. Lalu kemudian, dilakukan reklamasi dikawasan tersebut untuk memfungsikan pelabuhan lama dikawasan tersebut. Penduduk dikawasan itu rata-rata bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan yang membentuk suatu komunitas yang akrab dikawasan tersebut.  Pada awal abad 20an, lokasi ini menjadi kawasan yang digunakan sebagai jujugan seni dimana Picasso dan Renoir pernah menghabiskan waktu dilokasi ini. Mayoritas penduduk memiliki keyakinan dengan Gereja Roman Catholic yang sangat berhubungan erat dengan budaya masyarakat setempat. Sejarah mencatat bahwa banyak missionaris dan bishops lahir dan tumbuh dikawasan ini. Disana terdapat Chapel Our lady of water yang memiliki hubungan sejarah dengan seorang visionaris yang kontroversial bernama Mrs. Hille Kok yang berlokasi di Village park.

Kawasan pelabuhan Volendam

Akses menuju kawasan Volendam ini tidaklah terlalu sulit. Melalu Amsterdam central station, kita bisa menaiki bus nomer 118 menuju Edam village dengan harga tiket 7.5e pulang-pergi. Kawasan ini merupakan salah satu jujugan para wisatawan asing maupun wisatawan lokal untuk menghabiskan liburan akhir pekan tidak terkecuali saya. Saya khusus datang ke Volendam untuk melihat kawasan wisata pantai yang agak sedikit mirip dengan daerah sunda kelapa kota tua jakarta. Disisi kiri kawasan tersebut banyak terdapat cafe-cafe dengan pemandangan menghadap laut yang dihiasi dengan jajaran perahu-perahu tua nelayan Volendam. Selain itu, disana juga terkenal dengan foto kostum a la warga Belanda, belum ke Belanda rasanya kalau belum bisa memamerkan foto berkostum ala nelayan belanda ini.

Salah satu gerai yang menawarkan foto berkostum Belanda

Selain itu, Volendam merupakan daerah produsen keramik-keramik kecil khas Belanda yang sebagian besar berwarna biru. Berbeda dengan di Amsterdam,dikawasan ini harga souvenir yang ditawarkan bisa sampai 3 kalilipat lebih murah. Souvenir kincir angin yang berukuran paling kecil diberi harga 1.95e padahal di amsterdam bisa sampai 5 euro. Selain souvenir kincir angin, sepatu kayu Belanda juga merupakan salah satu pilihan utama oleh-oleh. Souvenir ini dijual juga di gerai berfoto,jadi sembari menunggu antrian foto saya juga bisa memilih-milih keramik imut ataupun gantungan kunci yang saya jadikan oleh-oleh. Selain simple dan ringan, harga murah tentunya. Untuk berfoto, harga yang ditawarkan cukup variatif yang kalau saya boleh bilang, variatif yang kearah mahal. Mereka menawarkan harga 13.5 e sekali foto untuk 1 orang dalam satu scene. Tetapi harga akan berangsur-angsur lebih murah jika semakin banyak orang yang berfoto dalam 1 scene. Saya yang datang kesana bertiga,memilih paket yang seharga 21 e,sehingga masing-masing dari kami mengeluarkan uang 7 euro untuk sekali foto. Ada tempat foto yang melarang kami untuk melakukan foto dengan kamera sendiri distudio,tetapi ada yang mengijinkan. oh iya, ada 1 tempat foto di Volendam yang menjadi jujugan berfoto wisatawan Indonesia, oleh karena itu hampir semua pegawai di tempat foto tersebut sedikit paham dan bisa menggunakan bahasa Indonesia. Ditempat itu juga beberapa public figure pernah melakukan foto kostum. Megawati, alm.Gusdur dan beberapa artis kenamaan pernah berfoto disana dan foto-fotonya pun dipampang diruangan depan studi foto. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Indonesia, untuk itulah banyak wisatawan Indonesia yang saya temui berfoto ditempat itu. Ketika saya berwisata kesana,sedikitpun saya tidak merasa berada di Belanda. Bagaimana tidak,walau saya kesana ber-3 dengan teman-teman Indonesia, tetepi dibus menuju Volendam saya bertemu dengan 20 PNS Indonesia yang mengikuti short course 1.5 bulan di Belanda. Selain itu saya juga bertemu dengan banyak lagi orang Indonesia di Volendam dan bercakap-cakap dengan bahasa Indonesia. Sehingga rasanya seperti di kawasan wisata indonesia saja deh…:).

Saya sudah mengunjungi kawasan ini sebanyak 3x,tetapi masih belum bosan-bosan mengunjungi daerah ini.

Sekian^^

Summer 2010

Toilet umum di utrecht


yahhh… toilet umum merupakan hal yang penting yang harus ada di tempat umum tentunya… makanya, namanya adalah toilet umum bukan toilet pribadi.hehehe… Salah satu toilet umum yang unik dan berlokasi ditempat umum yang pernah saya jumpai adalah sekotak toilet yang berlokasi di tengah- tengah centrum di utrecht city the Netherlands. Mungkin untuk sebagian besar orang Eropa, ini tidak unik. tapi bagi saya ini unik.

toilet ini terletak di Bawah pohon besar, di tengah kota utrecht tepatnya di jalan Jankerhoof dekat dengan musium dan gedung yang merupakan tempat pendaftaran sekolah musim panas di utrecht university. Keunikan dari toilet ini menurut saya adalah, bentuknya.. kotak..modern..lucu..bersih dan terletak di pusat kota… kotak, karena memang bentuknya yang seperti kotak atau lebih tepatnya seperti pos satpam. Modern karena serba otomatis. Lucu karena letaknya ditengah kota dan hanya terdiri dari 1 kamar mandi ini saja yang menurut saya aneh dan lucu..:). Bersih, karena memang orang Eropa sangat mengutamakan kebersihan toiletnya.

Ini dia toilet kotak di tengah kota..:)

toilet ini tidak bisa dibuka dengan tangan… tapi dengan koin.. dengan memasukkan koin sebesar 0.5 e atau 50 cent maka pintu toilet ini akan terbuka dengan lebar yang muat untuk memasukkan kursi roda sekalipun untuk orang cacat. Lalu terdapat tombol penutup ditoilet bagian dalamnya. Toilet ini cukup besar yang didalamnya terdiri dari WC duduk,wastafel mini untuk cuci tangan dan gulungan tissue yang menggantung disisi WC duduk. Terdapat patokan waktu maksimal hingga pintu tersebut terbuka sesuai dengan nominal uang koin yang kita masukkan di luar. 50 cent merupakan waktu tercepat sedangkan 2 e merupakan waktu terlama tergantung kebutuhan. Jika kita sudah selesai “beraktivitas” didalam toilet sebelum waktu maximal yang ditentukan maka, kita bisa membuka pintu dengan menekat tombol pembuka didalamnya.

masukkan koin disini..:)

Bagian dalam toiletnya…:)

oh iya..sebelum memasuki atau mencoba iseng2 melihat toilet ini, sebaiknya melihat peringatan2 yang ada di luar toilet. Peringatan ditulis dalam bahasa Inggris,Belanda dan Jerman… so, beware with it before you step into it..heheh..

in English….^^ klo ini saya mah Ngartiii…

informatie met Netherlands taal.. ^^ klo ini mah saya ngarti dikitzz dikitzz wahe..:p

Beuhhh… Ini Bahasa Jerman… sama sekali tidak pahaaam..:(

sekian..^^

Transportasi umum di Belanda


Moda transportasi massal merupakan satu-satunya alat transportasi pilihan yang sering dan layak digunakan untuk menjelajah Negara Belanda ketika saya diBelanda dulu. Selain sepeda dan berjalan kaki, transportasi massal merupakan pilihan utama untuk berkeliling Belanda. Pertama kali, saya menginjakan kaki di Belanda transportasi bus lah yang berjasa mengantar saya dari Belgia kediaman sementara saya menuju Belanda. Kebetulan pada saat itu, saya bertempat tinggal di kota kecil di Belgia yang berbatasa nlangsung dengan negara Belanda bagian selatan dan negara Jerman. Saya akan menulis sedikit pengalaman saya tentang keunikan dan kemoderanan transportasi di Belanda…

here the story begin…..:)

Belanda merupakan negara indah, yang sedikit banyak sangat berkaitan dengan sejarah negara saya. untuk itulah saya menyukai negara kincir angin ini sekaligus menikmati pengalaman saya menjelajah negara indah ini. Hal yang membuat saya merasa nyaman untuk berkeliling belanda adalah sistem transportasinya yang modern. Berbeda dengan negara saya, warga negara ini menyukai dan lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum massal dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Bukan hanya karena lebih ekonomis jika dibandingkan dengan membeli bensin dengan kendaraan pribadi, namun juga dikarenakan oleh kenyamaanan transportasi massal dinegara ini. Berikut saya akan menceritakan jenis-jenis transportasi massal di Belanda yang pernah saya cicipi dulu:

1. Bus.

    Bus menurut saya, merupakan kendaraan ke2 bagi mahasiswa untuk berangkat ke kampusnya masing-masing selain mengendarai sepeda ataupun berjalan kaki tentunya. mahasiswa lebih memilih untuk menggunakan bus untuk mengantar mereka dari dormitory menuju kampus masing-masing. Pengalaman saya menjadi pengguna setia bus di belanda berawal dari ketika saya mengikuti sekolah singkat disalah satu universitas di negara tersebut yaitu di Utrecht. Saya harus bolak balik dari stasiun central yang sekaligus merupakan centrum dan pusat perbelanjaan menuju kampus saya dan asrama saya ketika itu.

    Salah satu bus di negara Belanda.

    Semua stasiun di Belanda pasti akan terkoneksi dengan halte bus,sehingga pengguna jasa kereta api tidak perlu repot-repot untuk menyewa taxi dengan harga mahal ataupun menunggu jemputan mobil pribadi seperti yang sering terjadi di negara saya. Bus, langsung terkoneksi dari setiap pintu keluar stasiun menuju tempat tujuan yang diinginkan. Bus dibelanda memiliki nomer masing-masing dengan tujuan yang berbeda setiap nomernya. sehingga pengguna bus diharapkan sudah mengetahui nomer bus yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan dan tempat pemberhentian bus di halte masing-masing.

    Salah satu halte bus di kota Utrecht

    Setiap bus di Belanda harus menaikkan dan menurunkan penumpang di halte, bukan disembarang tempat. Setiap halte memiliki nama masing-masing dan setiap halte juga memiliki jadwal bus dan bus apa saja yang akan melewati halte tersebut. Masing-masing bus memiliki mesin tiket yang digunakan untuk pembayaran, jadi penumpang hanya menempelkan OV-chip card nya ke mesin tersebut pada saat masuk ke pintu masuk bus dan menempelkan lagi kemesin tersebut ketika turun dari bus tersebut. Dengan otomatis mesin tersebut akan mengurangi saldo yang ada di kartu tersebut.

    Mesin otomatis untuk pengurangan saldo OV-chip card di bus maupun stasiun kereta api Belanda.

    OV-Chip card merupakan kartu pembayaran bus. Belanda menggunakan sistem otomatis dalam hal pembelian tiket transportasi. OV-chip card merupakan salah satu kartu otomatis dari sistem transportasi belanda yang merupakan kartu dengan saldo tertentu yang digunakan untuk pembayaran tiket bus maupun kereta api. OV-chip card terdapat 2 macam, yaitu untuk pendatang dan mahasiswa sementara yang tidak tinggal dalam jangka tahunan seperti saya dan kartu jangka panjang hingga tahunan. kartu tersebut dapat dibeli ditempat pembelian tiket dengan harga kartu kosong sekitar 7 e (untuk kartu sementara sebagai pendatang) dan dapat diisi saldo sesuai dengan keinginan kita. pembelian saldo dapat dilakukan dimesin pembelian otomatis yang terdapat di stasiun kereta api maupun di tempat pembelian tiket kereta api di stasiun kota.

    OV-chip card untuk pendatang yang tidak menetap dalam hitungan tahun di Belanda.

    OV-Chip card untuk warga atau pendatang yang tinggal lama di Belanda.

    Perbedaan dari OV-chip card biru dan kuning adalah kemudahan dalam mendapatkan tiket tersebut dan fasilitas yang didapatkan. OV biru lebih mudah didapatkan, dalam hitungan menit saya bisa memperoleh kartu ini di tempat pembelian tiket. Berbeda dengan OV kuning, perlu beberapa waktu dan beberapa syarat seperti menunjukkan kartu tinggal sementara atau menetap dibelanda dan harus bertempat tinggal di Belanda. Dengan kartu OV kuning ini, selain dapat lebih murah untuk memperoleh tiket bus, juga memperoleh diskon 40% untuk membeli tiket kereta api. Tetapi untuk memperoleh kartu ini, harus membayar sekitar 50 e maka kartu tersebut dapat digunakan selama setahun dengan memperoleh diskon 40% untuk pembelian tiket kereta api. Seperti halnya OV biru, OV kuning juga menggunakan sistem saldo pembelian. Saldo dapat dibeli di mesin pembelian tiket maupun di tempat pembelian tiket di stasiun.

    Mesin pembelian saldo OV chip card sekaligus mesin pembelian tiket kereta api secara otomatis.

    Selain menggunakan OV-chip card, saya juga pernah menggunakan tiket lain yang disediakan oleh sopir bus tetapi harganya tentu akan lebih mahal. selain tiket yang dapat dibeli di sopir bus, terdapat tiket lain yang dapat dibeli di supermarket. Sebelum adanya tiket yang bernama OV-chip card,strippen card ini merupakan tiket populer yang lebih murah dari pada tiket yang dijual oleh sopir bus. Tetapi dengan adanya OV-chip card,pengguna bus lebih memilih menggunakan OV yang relatif jauh lebih murah lagi. Tetapi, OV chip card tidak berlaku di beberapa kota diBelanda khususnya di daerah perbatasan dengan negara lain. Saya tidak tahu apa alasannya, tetapi yang pasti OV tidak bisa digunakan di Maastricht, salah satu kota di Belanda yang berbatasan langsung dengan Belgia dan Jerman.

    Bus dikawasan belanda akan datang dalam hitungan menit tergantung kepadatan kota. Jika dikawasan mahasiswa, bus dengan tujuan maupun nomer yang sama akan melewati halte tertentu setiap 7-15 menitan. Bahkan ada bus yang datang setiap 3 menitan ke halte tertentu. namun, di kota kecil yang tidak banyak penduduk dan pengguna busnya, bus akan melewati halte setempat setiap 1/2 hingga 1 jam sekali.

    2. Kereta Api

    Negara Belanda memiliki sistem transportasi kereta api yang sangat modern, dimana trsanportasi ini dinaungi oleh NS yaitu perusahanaan jasa perkeretaapian negara Belanda. Kereta api merupakan pilihan utama bagi penduduk Belanda yang bekerja di luar kota. Mereka lebih memilih untuk memarkir kendaraan pribadinya di stasiun terdekat,lalu kemudian menggunakan jasa kereta api untuk menuju ke kota lain. Kereta api di Belanda berjalan hampir 24 jam khususnya di kala weekend. Pengguna jasa kereta api bisa mulai menggunakan jasa ini sekitar pukul 6 pagi dengan jadwal yang akan sedikit berbeda setiap harinya. Khusus untuk jadwal kereta api, pengguna dapat mengakses langsung jadwal kereta api sekaligus koneksi kereta apinya melalui situs resmi NS yaitu http://www.ns.nl. Dengan menggunakan situs tersebut, saya dapat mencatat dan membuat trip dengan nyaman dan tentunya tidak terdapat keterlambatan sedikitpun berdasarkan jadwal yang ada di website tersebut.

    Sebagian besar kereta api di Belanda, akan melewati utrecht central statiun (UC) sebagai stasiun penghubung antara kota-kota besar di Belanda karena kota ini memiliki posisi ditengah-tengah negara Belanda. Selain Stasiun-stasin besar seperti UC, Belanda juga memiliki stasiun-stasiun kecil yang terdapat dikota kecil. Terdapat kereta api berjenis berbeda yang melewati stasiun kecil. Intercity merupakan jenis kereta api cepat yang hanya melewati kota-kota besar dan berhenti di stasiun-stasiun besar saja, sedangkan kereta api lainnya (saya lupa namanya, yang pasti warnanya putih dan biru biasanya) akan lebih lambat karena akan berhenti distasiun-stasiun kecil.

    salah satu sudut di stasiun Utrecht central.

    Salah satu Stasiun di kota kecil pinggiran Utrecht.

    Pembelian tiket kereta api seperti halnya pembelian saldo OV, bisa dilakukan di tempat pembelian tiket maupun di mesin pembelian tiket yang sama dengan mesin pembelian saldo OV. Tiket Kereta api dibelanda umumnya Berwarna kuning dan berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan tiket kereta api di Belgia. Selain pembelian tiket di stasiun, terkadang terdapat promo tiket kereta yang bisa didapatkan dengan harga jauh lebih murah sekitar 12.5 e yang dapat digunakan dalam sehari ke kota manapun dan berapa kalipun di Belanda. Biasanya promo ini berlansung dalam kurun waktu dan pada moment2 tertentu saja yang bekerja sama dengan supermarket tertentu di Belanda. Biasanya, jika terdapat promo tiket murah ini para mahasiswa dan penduduk setempat berbondng2 untuk membelinya. Karena harganya sangat jauh lebih murah, bayangkan dengan 12.5 e kita dapat berkeliling Belanda dari ujung ke ujung pulang-pergi yang mana dengan harga Normal bisa mencapai 50 e dari Belanda utara ke Belanda selatan. Tapi, penggunaan tiket ini biasanya baru boleh dimulai dari jam 9 pagi dimana tiket tersebut sudah harus di stempel terlebih dahulu dimesin stempel di stasiun. Jika ketahuan melanggar syarat-syarat penggunaan Dag-card ini maka akan dikenai denda sebesar 35 e (kalau tidak salah).

    mesin pembelian Tiket kerata api

    Tiket kereta api di Belanda

    Jadwal pemberangkatan kereta api dan tujuannya dapat dilihat pada papan atau board pengumuman di masing-masing stasiun. Atau jika board dirasa terlalu jauh atau kita tidak tau letak papan tersebut di suatu stasiun, kita dapat menanyakan langsung ke petugas yang biasanya stand by di stasiun tersebut. Pada board tersebut tertera tujuan kereta api, jenis kereta api (apakah itu kereta api antar kota atau kereta api yang melewati dan berhenti di kota kecil) dan gate atau pintu pemberangkatan kereta api.

    Papan pengumuman keberangkatan kereta api di Utrecht central station.

    Interior kereta api Belanda

    Selain bus dan Kereta api, terdapat transportasi tram dan metro yang melintas di kota-kota besar di Belanda. Saya tidak terlalu sering menggunakan trem maupun metro di Belanda, tetapi yang saya tahu tidak semua kota di Belanda memiliki metro maupun tram. Den haag,amsterdam dan Roterdam merupakan beberapa kota di Belanda yang jasa tram nya pernah saya cicipi. ^^ dan dari kesemua transportasi umum di Belanda, semuanya memilik daya tarik tersendiri bagi saya.

    Oh iya..selain transportasi masal seperti yang saya ceritakan diatas, masih ada satu jenis transportasi lagi yang menarik untuk dicoba di Belanda sebagai negara Kanal dunia, yaitu perahu. Hampir setiap kota di Belanda memilik transportasi ini untuk daya tarik pariwisata. Range harga yang ditawarkan adalah sangat beragam, ada yang 6 e setiap putarannya dan ada yang mencapai 13 e setiap putaran yang rata-rata berdurasi hampir 1 jam. namun sayangnya saya tidak pernah mencicipi wisata air di negara ini karena cuaca dan angin yang tidak memungkinkan bagi saya untuk mencicipinya. Tapi, saya sudah sangat menikmati dan mengambil banyak pengalaman berharga dengan melihat kemoderenan sistem transportasi di negara tersebut.

    :):):)

    sekolah musim panas dan wisata di kota cantik (Utrecht summer school)


    setelah saya memutuskan untuk mengikuti sekolah musimpanas di bulan Juli tahun lalu dinegara 4 musim nan cantik itu, sayapun harus mengurungkan niat saya untuk menjelajah beberapa negara dikawasan Eropa pesisir pantai. saya memilih negara belanda,lebih tepatnya kota Utrecht untuk menjadi kota tempat saya mengikuti sekolah musim panas kali ini. setelah surfing di beberapa web info summer school akhirnya saya memilih universitas utrecht sebagai tujuan saya yangmana sebelumnya saya sempat tertarik dengan tawaran summer school di Hungaria ataupun berusaha mencari sekolah singkat lain di kota Delft yang lebih berbasis ilmupengetahuan keteknikan yang saya geluti. sayapun memilih bidang Geoscience dengan judul yang agak nyeleneh yaitu “water on Planet Mars” atau dalam bahasa Indonesia adalah “Air di Planet Mars”. jangankan mempelajari air diplanet Mars, belajar tentang ilmu keplanetanpun saya tidak pernah..hehehe.. tapi saya cukup antusias untuk mengikuti program pilihan saya kali ini. Dengan dibantu teman saya senegara yang bermukim sementara di Zwolle,Belanda saya pun berangkat ke Utrecht melalui stasiun kereta Maastricht di Belanda selatan yang berbatasan langsung dengan Belgia.

    Saya bertemu dengan banyak mahasiswa dari berbagai negara dan berbagai Benua yang mengikuti program yang sama dan periode sekolah yang sama dengan saya. selain itu saya juga bertemu dengan rombongan pelajar short course yang dikirim beberapa bulan diEropa oleh pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan universitas Leiden Belanda. selain itu,saya juga bertemu dengan pelajar doctoral degree Utrech univ. yang juga merupakan seorang dosen disalah satu universitas negeri di Indonesia. acara pertama yang saya lakukan adalah daftar ulang sekaligus penyerahan kunci asrama yang dipusatkan di jankerhoof beberapa menit dari utrecht central dan menikmati indahnya kota Utrecht.

    Lokasi saya mendaftar ulang summer school Utrecht

    Indahnya utrecht dikala musim panas membuat saya mencintai kota itu pada pandangan pertama. kanal-kanal yang mengitari kota serta cafe2 yang bertebaran di setiap sudut kota semakin menambah kekhasan suasana musim panas dikota cantik itu. setelah menerima kunci asrama saya menyempatkan diri berjalan menyusuri kanal-kanal dimana terdapat shoping centre yang berjajar disepanjang kanal yang menjadi pusat perbelanjaan dikota tersebut. yang membuat lebih unik lagi, terdapat sisi bawah kanal yang digunakan sebagai cafe2 dan toko baju bekas serta tempat merapatnya perahu2 kecil untuk berwisata perahu keliling kota Utrecht. Permukaan air dikanal ini sekitar 6 meter dibawah sisi kanal bagian atas,sehingga terdapat sisi kanal bagian bawah yang juga digunakan sebagai cafe yang saya ceritakan diatas. saya sempat mencoba menikmati makan malam disalah sate cafe dengan menu Indonesia dan Thailand di sisi kanal bagian bawah.

    salah satu sudut canal yang melintasi kota Utrecht

    Teman saya di sisi kanal bagian atas dan tampak dari jauh sisi kanal bagian bawah yang juga terdapat cafe.

    salah satu cafe asia di kanal sisi bawah Utrecht.

    setelah sedikit puas berjalan menyusuri kota Utrecht saya pun bergegas untuk menuju asrama saya dan terletak di kawasan kampus Uithooft utrecht. dengan menumpang bus nomer 11 saya berangkat menuju asrama melewati beberapa tempat dan halte yang namanya sudah tidak familiar di telinga saya . beberapa nama adalah sama dengan nama-nama Jalan dikawasan Batavia (Jakarta) pada masa penjajahan sebelum nama-nama tersebut kemudian dirubah oleh Soekarno untuk menghapus kenangan buruk Belanda di Tanah air. Wilheminapark merupakan salah satu nama taman yang terdapat di Utrecht city yang sama dengan nama park di Batavia tempo doeloe. selain itu,saya juga melewati Museum Maluku yang merupakan salah satu Museum yang berisi barang2 Indonesia yang dibawa penjajah keBelanda pada masa silam.

    yaa.. sayapun sampai diAsrama saya. asrama yang lucu dan lebih mirip dengan taman kanak-kanan..hehhehe.. warnanya yang semarak warnawarni dan penataan yang lucu membuat saya senang meihatnya..:) Asrama saya terdiri dari 3 tingkat dan kira-kira terdapat 30 kamar pada masing-masing tingkatnya. selain Asrama yang saya tempati,juga terdapat 2 asrama lain yang berdesain warna sama dengan asrama saya. Kamar saya merupakan kamar yang cukup dihuni 1 orang lengkap dengan kamar mandi dalam, dapur yang dilengkapi dengan kompor,peralatan memasak,kolkas dan semua perabotan dapur yang lengkap. selain itu,juga dilengkapi TV dan koneksi internet yang dapat diakses 24 jam, dan yang pasti koneksinya tidak selemot yang saya rasakan disinegara saya. 🙂

    inilah asrama saya selama sekolah musim panas..:)

    Salah satu sudut kamar saya..

    dapur di kamar.

    yapzz.. kegiatan belajar mengajarpun dimulai. mungkin karena terlalu “aneh” nya materi pelajaran saya, siswa yang mengikuti topik yang sama dengan yang saya ikuti hanya berjumlah 3 orang. kelas ter Private yang pernah saya ikuti (bukan hanya saya,tapi teman sekelas saya juga merasa demikian). teman sekelas saya adalah orang-orang hebat yang berasal dari negara yang berbeda. seorang merupakan mahasiswa 26 tahun program ilmu planet khususnya planet Mars yang sedang menempuh doctoral di universitasnya di Prancis. seorang yang lain lagi merupakan asisten dosen ilmu fisika spesifikasi ilmu keplanetan yang sedang menyelesaikan skripsinya dan bersiap mengambil program masternya atas rekomendasi dari dosennya tersebut, pria ini berasal dari Groningen Belanda namun hidup dan besar di Knoxvelle,tennesse USA. sedangkan saya hanya merupakan mahasiswa program Master spesifikasi geoteknik di salah satu institusi teknik negeri di negara saya yang notabene sama sekali tidak berkaitan dengan ilmu keplanetan yang sedang saya ambil ini. Untungnya beberapa pelajaran masih banyak kaitannya dengan ilmu yang saya tau lhususnya hidrologi karena memang pada saat itu kami mempelajari aliran air yang memungkinkan terjadi beberapa juta tahun silam di Planet Mars.

    Kelas diisi dengan presentasi-presentasi kecil setiap kemajuan paper yang kami buat, tatap muka dengan 2 dosen yang tentunya sudah ahli dengan planet Mars dimana tatap muka dengan dosen selalu diakhiri dengan penyimpulan materi yang harus kami buat dalam waktu 1 menit. selain materi kelas, juga terdapat study excursie (SE) kebeberapa kawasan menarik di jantung kota Utrecht serta beberapa lokasi di Belanda utara. SE dilakukan bersama-sama dengan siswa sekolah dari program lain. dari kegiatan tersebut saya bertemu dan lebih akrab dengan banyak mahasiswa internasional negara lain yang sebelumnya sudah sempat saya bertemu dan sedikit berkenalan di acara pembukaan Sekolah musim panas. teman-teman dari Brazil,korea,Taiwan,India,Newyork,Yunani,Afrika selatan,Perancis,Jerman,Swiss dan beberapa teman lainnya juga mengikuti acara SE kali ini.

    SE dikawasan Belanda utara adalah mengunjungi sun City dimana proyek ini merupakan proyek pengembangan penggunakan energi matahari sebagai sumber energi di rumah penduduk pertama didunia. masing-masing rumah dikawasan tersebut akan dipasang solar system pada ataprumahnya untuk menyerap dan menyimpan energi matahari lalu kemudian diproses untuk menjadi sumber energi listrik dirumah tersebut. namun, energi matahari tersebut masih hanya memenuhi kurang dari 50% energi yang dibutuhkan oleh rumahtangga sehingga pasokan listrik negara masih dibutuhkan. namun paling tidak,proyek yang dilakukan ini merupakan salah satu upaya untuk menghemat energi listrik.

    Proyek Suncity yang sedang berjalan

    salah satu rumah dengan solar system diatapnya.

    selain suncity kami juga diajak mengunjungi Dam yang merupakan pelindung negara belanda dari banjir mengingat belanda merupakan negara dibawah permukaan laut. dari Dam tersebut tampak jelas perbedaan antara muka air laut yang beberapa meter lebih tinggi dari pada muka air laut yang berada diarea negara belanda. saya sempat berfoto tepat ditengat dam tersebut sehingga terlihat jelas perbedaan muka air laut.

    Perbedaan muka air laut antara laut biasa(kiri) dengan laut di Belanda (kanan)

    saya dengan beberapa teman saya di jembatan penghubung Dam.

    setelah mengunjungi Dam,kami bertolak kembali ke kota Utrecht dengan melewati bangunan-bangunan tua dan persawahan yang masih terdapat mollen atau kincil angin tua yang sudah tidak berfungsi lagi. kami menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah tua bekas jaman peperangan yang masih dalam kondisi asli dan masih ditinggali oleh sepasang oma-opa berusia sekitar 80an yang mengkoleksi barang-barang tua dirumahnya.

    saya dengan oma di rumah tua peninggalan jaman perang warisan keluarganya.

    lalu….acara dilanjutkan dengan barbeque party di kebun belakang asrama kami.

    ending dari sekolah musim panas saya ini adalah mengangkat suatu tema untuk dijadikan 2 halaman paper sebagai penentu kelulusan dan point yang akan saya terima. mungkin lebih mudah bagi 2 teman saya untuk mengangkat suatu tema tentang mars, karena mereka jauh lebih familiar dari pada saya. mereka berdua melakukan study pengujian dilaboratorium untuk mengetahui asal mula terjadinya kawah-kawah di planet mars. dari paper yang sudah ada, dinyatakan bahwa terbentuknya kawah diplanet mars bisa disebabkan oleh aliran air yang mungkin ada pada jutaan tahun lampau yang menggenang di kawah tersebut. selain itu ada yang mengatakan bahwa kawah tersebut terbentuk dari tumbukan antar benda diantarikasa sehinggga terbentuklah suatu lubang bekas tumbukan. nah..kali itu 2 teman saya mencoba menganalisa tebentuknya kawah akibat mencairnya es yang terpendam dibawah tanah. mereka berdua berkutat dengan pengujian mereka di lab,sedangkan saya mengambil topik tentang asal mula retakan dan kelongsoran yang terjadi pada beberapa area di Valley Marineris Mars yang diyakini teraliri air pada masa lampau. saya tidak melakukan pengujian di lab,hanya pemodelan-pemodelan yang saya lakukan dengan mendiskusikan dengan seorang profesor dan mahasiswa PhD bidang geoteknik di universitas Utrecht. dan akhirnya kami ber3  selesai menempuh sekolah singkat dimusim panas itu dengan menghasilkan paper gabungan dengan lokasi study yang sama yaitu Valleys Marineris Mars, dan hasil pengujian dan pemodelan kami akan dijadikan dasar untuk publikasi international paper tentang mars oleh dosen kami.

    selesai sudah sekolah musim panas saya dan setelah puas berkeliling belanda selama 1 minggu setelah program usai sayapun kembali ke Belgia tempat tinggal sementara saya.